Persaingan sengit gelar juara Serie A musim ini dipastikan tersaji hingga pekan terakhir. Hal itu tak lepas dari hasil imbang yang sama-sama diraih dua pesaing kuat, yakni Napoli dan Inter di pekan ke-37, Senin (19/5).
Napoli ditahan imbang 0-0 oleh tuan rumah, Parma, yang juga sedang berjuang menghindari zona degradasi. Sedangkan Inter, menyia-nyiakan kemenangan yang sudah di depan mata usai kebobolan menit-menit akhir kala menjamu Lazio.
Bagaimana tidak, di Stadion Ennio Tardini, Napoli cuma bisa menciptakan dua peluang bersih meski lebih mendominasi jalannya pertandingan. Parma, meski kalah persentase penguasaan bola (28% berbanding 72%), malah menciptakan tembakan on-target yang lebih banyak (4 kali).
Bandingkan dengan Inter yang sempat dua kali unggul atas Lazio, namun akhirnya harus puas berbagi poin. Stadion Giuseppe Meazza lebih dulu bergemuruh kala Yann Aurel Bisseck mengantar Inter unggul 1-0 sesaat sebelum turun minum (45+2’).
*Spesialis gol dari bangku cadangan
Hanya saja, petaka bermula begitu Lazio memasukkan winger gaek mereka, Pedro, di menit ke-53. Belum genap 20 menit merumput, eks bintang Barcelona itu berhasil menyamakan kedudukan 1-1 (72’).
Tujuh menit kemudian, publik tuan rumah kembali bersorak karena sundulan Denzel Dumfries di tiang jauh, membuat Inter kembali unggul 2-1 (79’). Jika skor itu tak berubah, Inter berhak mengakuisisi puncak klasemen dari Napoli. Namun, takdir berkata lain.
Tayangan ulang VAR memutuskan penalti untuk Lazio karena handball yang dilakukan Bisseck dan Pedro menunaikan tugasnya dengan baik selaku eksekutor di menit ke-89′. Skor imbang 2-2 hingga akhir laga.
Berkat dua golnya tersebut, Pedro makin mengukuhkan dirinya sebagai spesialis pemain pengganti alias super-sub. Dari 10 golnya di Serie A musim ini, sebanyak sembilan di antaranya ia cetak ketika masuk sebagai pemain pengganti.
Menurut Opta, Pedro menjadi pemain kedua di sepanjang sejarah Serie A, yang mampu mencetak sembilan gol sebagai pemain pengganti setelah Luis Muriel kala berseragam Atalanta di musim 2019/20. Pada musim tersebut, Muriel mampu mengemas 11 gol dari bangku cadangan.
9 – Pedro is the second player to have scored at least nine goals coming off the bench in a Serie A season in the three points for a win era, after Luis Muriel (11 in 2019/20). Opportunistic.#InterLazio
— OptaPaolo (@OptaPaolo) May 18, 2025
*Penentuan scudetto
Berhubung sama-sama meraih hasil imbang, maka Napoli tetap berada di puncak klasemen. Skuat Partenopei unggul satu poin atas skuat Milan Biru.
Dengan demikian, penentuan scudetto baru bisa diputuskan di Giornata terakhir akhir pekan mendatang, Minggu (24/5).
Napoli makin di atas angin karena mereka cuma kebagian menjamu Cagliari, tim yang tak lagi memiliki kepentingan apapun karena sudah aman dari zona degradasi.
Apalagi, catatan head-to-head juga sangat berpihak ke Napoli. Mereka cuma kalah sekali di 10 pertemuan terakhir versus Cagliari. Sisanya, Napoli menang enam kali dan imbang tiga kali.
Sedangkan Inter harus bertandang ke Como. Mirip-mirip seperti Cagliari, Como juga tak memiliki kepentingan apapun di pekan terakhir karena sudah aman di papan tengah (peringkat 10).
Hanya saja, Inter tetap wajib waspada karena skuat asuhan Cesc Fabregas itu tengah menjalani performa bagus. Mereka mendulang 20 poin dari maksimal 24 poin di delapan pekan terakhir lewat rincian enam kali menang, dua kali imbang, dan tak pernah kalah.
Jika mengacu pada fakta-fakta di atas, pintu juara lebih terbuka lebar untuk Napoli ketimbang Inter.
*Skenario playoffs final
Namun, apapun bisa terjadi di sepak bola. Masih ada kemungkinan Napoli dan Inter bakal bertanding di playoffs final. Skenario ini bisa terjadi jika poin akhir Napoli dan Inter sama, tanpa mempertimbangkan agregat gol maupun catatan head-to-head.
Cuma ada satu jalan agar skenario itu terwujud yaitu Napoli kalah dari Cagliari dan Inter bermain imbang dengan Como.
Hanya saja, tanggal pelaksanaan playoffs ini, maupun juga pekan terakhir Serie A, tengah digodok kembali oleh Serie A.
Pasalnya, Inter meminta pekan terakhir digelar lebih awal, yakni hari Jumat dini hari waktu Indonesia (23/5), karena mereka masih harus bertanding di final Liga Champions melawan Paris Saint-Germain pada 31 Mei mendatang.
Sedangkan jika Inter dan Napoli harus menjalani playoffs final, maka laga penentuan tersebut rencananya akan digelar pada 27 atau 28 Mei. Itu artinya, Inter cuma punya waktu maksimal sekitar tiga hari untuk kemudian lanjut menjalani final Liga Champions.
Sementara Napoli mengusulkan, kalaupun jadwal pekan terakhir (Giornata 38) digelar lebih awal, maka mereka lebih memilih dimajukan sehari saja, yakni ke Sabtu dini hari waktu Indonesia. Bukan ke Jumat dini hari seperti permintaan Inter.
Pertimbangannya, agar animo masyarakat kota Napoli tetap terjaga hingga akhir pekan jika nantinya mereka berpesta juara.
===


