Imran Nahumarury mengaku bahagia atas pencapaiannya masuk dalam nominasi Pelatih Terbaik Liga 1 musim ini. Namun, kebanggaan sejatinya tidak berhenti di situ. Baginya, kesuksesan terbesar adalah melihat Malut United tumbuh menjadi klub yang lebih besar di masa depan.
Perjalanan Imran Nahumarury musim ini layak diapresiasi. Di tengah banyaknya pelatih lokal yang tersingkir, pria berusia 46 tahun ini menjadi kebanggaan terakhir yang bertahan hingga akhir kompetisi. Keyakinan manajemen Malut United terhadapnya pun terbukti dengan diperpanjangnya kontraknya untuk musim depan.
Bersama Yeyen Tumena sebagai direktur teknik dan staf pelatih yang solid, Imran berhasil membawa Malut United menjadi kekuatan baru yang diperhitungkan di kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
Pertarungan Sengit di Akhir Musim
Liga 1 2024/2025 masih menyisakan partai terakhir yang akan digelar pada Jumat dan Sabtu pekan ini. Saat ini, Laskar Kie berada di peringkat ketiga klasemen, dengan peluang untuk menyalip Dewa United FC di posisi kedua.
Bersaing dengan Pelatih Beken
Dalam daftar nominasi Pelatih Terbaik yang dirilis PT Liga Indonesia Baru (LIB), nama Imran Nahumarury berdampingan dengan pelatih asing ternama seperti Bojan Hodak (Persib), Jan Olde Riekerink (Dewa United), Ong Kim Swee (Persis), Angel Alfredo Vera (Madura United), dan Bernardo Tavares (PSM).
BACA JUGA: Penyerang Timnas U-17 Indonesia Mierza Firjatullah Menorehkan Sejarah Baru di Liga 1 2024/2025
Modal Kuat untuk Meraih Gelar
Imran memiliki catatan mengesankan sebagai bekal untuk memperebutkan gelar Pelatih Terbaik. Mantan gelandang Timnas Indonesia itu telah mengoleksi lima penghargaan pelatih terbaik sepanjang musim, termasuk tiga penghargaan mingguan (pekan ke-12, 16, dan 28) serta dua penghargaan bulanan (Maret dan April) secara beruntun.
Rekor Tak Terkalahkan yang Mengagumkan
Prestasi Imran semakin terlihat dengan rekor 13 laga tak terkalahkan yang dicetak Malut United sebelum akhirnya ditaklukkan PSM Makassar 2-3 pada pekan ke-32.
Kunci Sukses di Luar Taktik
Imran Nahumarury mengungkapkan bahwa kesuksesan timnya tidak hanya bergantung pada persiapan taktikal. Pendekatan psikologis terhadap pemain menjadi faktor penting yang membawa Malut United bertahan di papan atas.
“Sepak bola tidak hanya bicara taktikal. Pendekatan psikologi kepada pemain juga dilakukan supaya kami bisa berjalan sampai ke fase ini,” tutur Imran.
Sikap Rendah Hati di Tengah Pujian
Meski masuk dalam nominasi bergengsi, Imran tetap menunjukkan kerendahan hatinya. Baginya, yang terpenting adalah perkembangan klub dan kebanggaan yang bisa diberikan kepada masyarakat Maluku Utara.
“Soal nominasi itu, saya tak pernah terpikir sampai sejauh ini. Masuk nominasi saja saya sudah bahagia. Bagi saya, yang terpenting Malut United bisa menjadi lebih besar dan membuat bangga masyarakat Maluku Utara. Saya pribadi akan terus belajar untuk menjadi lebih baik,” ucapnya.
View this post on Instagram


