Akhir musim 2024/2025 menandai perpisahan emosional antara Persija Jakarta dan Marko Simic. Striker legendaris asal Kroasia itu mengakhiri petualangannya bersama Macan Kemayoran setelah pertandingan terakhirnya di Jakarta International Stadium (JIS) pada 23 Mei 2025.
Perjalanan Gemilang Bersama Macan Kemayoran
Simic pertama kali memperkuat Persija pada Liga 1 2018 dan langsung menjadi sosok penting. Selama tujuh musim berseragam Macan Kemayoran, ia mengoleksi empat gelar, termasuk juara Liga 1 2018, Piala Presiden 2018, Boost Fix Super Cup 2018, dan Piala Menpora 2021.
Tak hanya gelar tim, ia juga beberapa kali meraih penghargaan individu sebagai top skor di berbagai kompetisi, seperti Piala Presiden 2018, Liga 1 2019, dan Piala Gubernur Jatim 2020. Kemampuannya mencetak gol dan dedikasinya membuatnya menjadi idola suporter Persija.
“Saya sangat bangga dengan semua yang saya miliki di sini, dukungannya. Saya ingin berterima kasih semua orang dari ofisial, rekan setim, suporter, dan jurnalis. Ini seperti perjalanan yang jauh, perjalanan yang indah. Saya berharap bisa melihat kalian lagi,” kata Simic usai laga perpisahannya.
Masa Depan Karier dan Kenangan yang Tertinggal
Meski meninggalkan Persija, Simic mengaku masih memiliki ambisi untuk melanjutkan karier sebagai pemain. Namun, ia menyadari bahwa meninggalkan klub yang telah menjadi rumahnya selama hampir delapan tahun bukanlah hal mudah.
“Pasti tidak mudah melanjutkannya setelah saya keluar dari Persija. Sebab, saya sudah hampir delapan tahun bersama Persija dan klub ini adalah klub yang paling penting dalam karier saya. Tentu akan sulit berganti tempat dan memakai seragam yang lain,” tuturnya.
Harapan untuk Persija ke Depan
Simic juga menyampaikan pesan khusus untuk Persija dan para pendukungnya. Salah satu harapan terbesarnya adalah agar klub segera memiliki stadion tetap yang bisa menjadi kebanggaan suporter.
“Yang paling penting untuk klub ini dan pendukungnya adalah menemukan kandang yang tetap. Tentu yang kalian bisa gunakan setiap laga kandang dan tahu bawah setiap pekannya, misalnya kalian akan ke JIS. Saya akan tetap mendoakan yang terbaik karena klub ini layak mendapatkan yang terbaik. Apalagi klub ini punya potensi terbaik dalam setiap lini jika bicara di Indonesia,” ujarnya.
Perpisahan Simic dengan Persija menjadi akhir dari sebuah era. Namun, namanya akan selalu dikenang sebagai salah satu legenda terbesar Macan Kemayoran yang telah memberikan begitu banyak kenangan manis bagi para pendukungnya.
View this post on Instagram


