Kepala Pemandu Bakat Timnas Indonesia, Simon Tahamata, membagikan pandangannya tentang sosok pemain yang ideal untuk memperkuat Skuad Garuda. Tugas utama Simon Tahamata adalah mengidentifikasi bakat-bakat baru, baik yang bermain di dalam negeri maupun di luar Indonesia.
Simon menekankan bahwa pemain yang dicarinya harus memiliki kemampuan teknis yang mumpuni, termasuk penguasaan kedua kaki dengan baik. Selain itu, mentalitas sebagai pemenang juga menjadi faktor penting dalam seleksinya.
“Saya ingin memilih pemain yang bisa menggunakan kedua kaki, teknik sangat bagus, mental, harus menjadi pemenang. Semuanya yang diperlukan oleh pemain profesional,” ujar Simon saat menghadiri latihan Timnas Indonesia di Stadion Madya, Senin (2/6).
Postur Bukan Penghalang untuk Menjadi Hebat
Meski pemain Indonesia umumnya tidak memiliki postur setinggi pemain Eropa, Simon meyakini bahwa hal tersebut bukanlah penghalang. Ia mencontohkan pengalamannya sendiri saat bermain untuk Ajax dan timnas Belanda. Kala itu ia mampu bersaing dengan pemain bertubuh lebih besar. “Saya kecil, tapi setelah bermain dengan orang-orang yang tinggi-tinggi, saya harus pakai cara lain, harus pintar,” tuturnya.
Fokus pada Pemain Lokal
Simon menegaskan bahwa prioritasnya adalah mencari pemain lokal dibandingkan mengandalkan pemain keturunan. Ia ingin memberikan kesempatan kepada anak-anak muda Indonesia untuk berkembang dan memperkuat timnas. “Mungkin kalau kita hanya memakai anak-anak dari luar Indonesia, tidak. Saya tidak mau,” tegas Simon.
Kolaborasi dengan Pelatih dan Staf Timnas
Sebagai bagian dari Divisi Teknis PSSI, Simon akan bekerja sama dengan pelatih seperti Patrick Kluivert, Gerald Vanenburg, dan Nova Arianto untuk memastikan perkembangan berkelanjutan bagi timnas. Ia menyatakan komitmennya untuk membantu sepak bola Indonesia, meski menyadari bahwa pembinaan usia dini di Tanah Air masih tertinggal dibanding negara-negara maju.
“Saya senang saya ada di sini karena kami punya talent dan coach Patrick tanya saya ‘mungkin kali saya mau ikut dengan Patrick di sini’. Sebetulnya saya bisa saja kembali ke Ajax tetapi saya mau pulang kembali di sini. (saya mau) tolong Patrick dengan dia punya teman-teman di sini dan itu (alasan) kami ada di sini. Tolong Indonesia dan juga buat anak-anak muda,” kata Simon.
Dukungan dari Jordi Cruyff
Penunjukan Simon sebagai Kepala Pemandu Bakat mendapat apresiasi dari Jordi Cruyff. Menurutnya, pengalaman Simon sebagai pemain dan pelatih akan memberikan dampak positif bagi perkembangan Timnas Indonesia, terutama dalam pencarian bakat baru.
“Menurut saya, dia (Simon) adalah sosok yang punya banyak pengalaman, baik sebagai pemain di banyak klub, juga setelah pensiun,” kata Jordi.
Cruyff juga mengungkapkan bahwa Simon memahami budaya sepak bola Indonesia dan internasional, sehingga dianggap sebagai figur yang tepat untuk mendukung kemajuan timnas. “Jadi mungkin dulu saya mengaguminya sejak kecil saat melihat dia latihan,” ungkapnya.
Sebelum bergabung dengan PSSI, Simon pernah menjabat sebagai Pelatih Teknik Akademi Ajax Amsterdam, di mana ia juga bertugas mencari pemain muda berbakat. Pengalaman ini diharapkan dapat membawa dampak positif bagi proses regenerasi pemain Timnas Indonesia ke depan.
View this post on Instagram


