Ketua Umum PSSI Erick Thohir mengumumkan perubahan status Federasi Futsal Indonesia (FFI) menjadi Asosiasi Futsal Indonesi. Hal itu ia sampaikan dalam Kongres Biasa PSSI di Hotel Ritz Carlton Mega Kuningan, Jakarta, Rabu (4/6/2025). “Ini catatan ya sebentar lagi akan menjadi Asosiasi Futsal Indonesia sehingga tidak ada lagi dualisme di futsal,” tegasnya.
Perubahan ini menegaskan bahwa pengelolaan futsal nasional akan sepenuhnya berada di bawah naungan PSSI. “Apalagi sedang merayu futsal, mau bid kejuaraan Piala Dunia Futsal tahun 2028. Jadi harus di bawah PSSI,” tambah Erick.
Persiapan Menuju Tuan Rumah Turnamen Internasional
Ketua Umum FFI Michael Sianipar sebelumnya mengungkapkan bahwa rencana menjadi tuan rumah Piala Dunia Futsal 2028 masih dalam tahap pembahasan. “Ini belum pasti. Tapi saya dan tim dari kepengurusan lagi mengincar tuan rumah AFF juga dan akan tiba-saatnya tuan rumah Piala Dunia. Itu alasan kami bikin berbagai agenda dan jadi tuan rumah,” jelas Michael.
Ia menekankan pentingnya sinergi dengan PSSI dalam pengembangan futsal nasional. “Semua surat-menyurat kan kami lewat PSSI karena kami di bawahnya. Ini kami mau bangun ekosistem bersama, jadi kalau dari PSSI ada arahan apa, kami jalankan,” ujar Michael.
BACA JUGA: Cuma Butuh 35 Menit untuk Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto Mengalahkan Ganda Putra Denmark
Penyelarasan Ekosistem dengan Sepak Bola Profesional
Michael menyatakan komitmen FFI untuk mengadopsi sistem pengelolaan sepak bola profesional. “Ini makanya kami mau hubungan dengan PSSI. Penting bagi kami karena kami juga mau masuk ke ke dalam ekosistem yang sama. Meski futsal tak sebesar sepak bola ya, tapi kami bisa belajar lebih mengenai pihak lain yang mau membantu federasi,” paparnya.
Tuntutan Reformasi Komite Disiplin PSSI
Dalam forum yang sama, Bos Semen Padang Andre Rosiade menyampaikan tuntutan pembubaran Komite Disiplin (Komdis) PSSI saat ini. “Yang pertama, saya akan menuntut pembubaran Komdis, di mana seluruh anggota Komdis harus diganti. Dan minta Pak Erick untuk membentuk Komdis baru dengan orang-orang yang berintegritas,” tegas Andre.
Andre menilai kinerja Komdis selama musim 2024/25 tidak memenuhi standar. “Jadi ketuanya masih Pak Erick, Wakilnya Ogawa. Sisanya saya minta diganti. Sehingga ke depan liga kita menjadi bersih, berkualitas, dan profesional. Itu tuntutan saya yang akan saya sampaikan nanti di kongres,” jelasnya.
View this post on Instagram


