Babak perempat final Indonesia Open 2025, Jumat (6/6) menggariskan fakta pahit. Langkah dua wakil putri terakhir Merah-Putih, yakni Putri Kusuma Wardani dan pasangan ganda Febriana Kusuma/Amalia Cahaya Pratiwi, akhirnya terhenti.
Putri kalah dari dua gim langsung dari pemain andalan Jepang, Akane Yamaguchi. Meski begitu, Putri mampu memberikan perlawawan berarti dan cuma kalah tipis 19-21 dan 20-22. Ini merupakan kekalahan ketiga Putri dari tiga kali pertemuan versus Akane.
Di dua pertemuan sebelumnya, Putri juga selalu kalah straight-game. Hanya saja, marjin skornya cukup berjarak, yakni 12-21 dan 18-21 di babak 32 besar China Open 2023, serta kalah 15-21 dan 11-21 di babak 16 besar Indonesia Open 2023.
Kepedihan publik Istora berlanjut setelah srikandi Indonesia lainnya yang bertanding setelah Putri, yakni Febriana/Amalia, juga gugur di fase perempat final. Keduanya kalah rubber-game dari pasangan Korea Selaan, Baek Ha Na/Lee So Hee.
Bermodalkan tujuh poin beruntun (dari ketinggalan 2-3 menjadi unggul 9-3), Febri/Amalia memenangi gim pertama dengan skor 21-18.
- Kemasukkan sembilan poin beruntun
Puncak kemunduran performa Febri/Amalia terjadi di gim ketiga. Mereka sempat kemasukkan sembilan poin dari posisi tertinggal 4-7 menjadi 4-16.
Raihan sembilan poin lawan itu benar-benar meruntuhkan mental Febri/Amalia. Mereka akhirnya kalah 7-21 di gim ketiga.
Ketika ditemui awak media di Mixed Zone, Febri/Amalia mengakui permainan mereka di gim kedua dan ketiga, jauh menurun dibanding gim pertama dan salah satu faktornya adalah karena Baek/Lee bermain lebih agresif.
“Lawan benar-benar sudah mengantisipasi pola permainan kita dengan lebih mempercepat bola. Itu yang paling membuat kami jadi tak bisa keluar dari tekanan,” ujar Amalia.
“Mereka juga lebih siap dengan bola-bola kita. Evaluasinya ya lebih ke daya tahan, terutama ketika rally-rally panjang,” timpal Febri.
- Terakhir kali pemain putri Indonesia juara di Indonesia Open
Dengan kekalahan Putri dan Febri/Amalia, masa paceklik gelar skuat putri Cipayung di ajang Indonesia Open makin tak berkesudahaan.
Sudah 24 tahun berlalu semenjak Indonesia bisa menjuarai sektor tunggal putri, yakni kala Ellen Angelina juara di Indonesia Open 2001.
Sedangkan di sektor ganda putri, belum pernah ada lagi juara dari skuat Merah-Putih sejak Vita Marissa/Lilyana Natsir juga di Indonesia Open 2008.
===
View this post on Instagram


