Babak keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia akan digelar pada Oktober 2025. Indonesia dan lima negara Timur Tengah memastikan tempat di fase ini setelah melalui rangkaian pertandingan sengit sejak babak kedua. Indonesia, Irak, Oman, Arab Saudi, Qatar, dan Uni Emirat Arab (UEA) akan bersaing memperebutkan dua tiket langsung ke Piala Dunia, serta satu tempat di babak playoff antarkonfederasi.
Indonesia: Lompatan Bersejarah dan Transisi Kepelatihan
Tim nasional Indonesia mencetak sejarah dengan menembus babak ketiga untuk pertama kalinya, dan kini melanjutkan langkah ke babak keempat. Pada babak kedua, Indonesia tampil meyakinkan dengan meraih kemenangan krusial atas Vietnam, termasuk kemenangan 3–0 di Hanoi yang menjadi kemenangan tandang pertama atas Vietnam sejak 2004. Hasil tersebut mengantarkan Indonesia finis sebagai runner-up Grup F.
Di babak ketiga, Indonesia tergabung di Grup C bersama Jepang, Australia, Arab Saudi, China, dan Bahrain. Performa Garuda menunjukkan peningkatan signifikan dengan hasil imbang melawan Arab Saudi dan Australia, serta kemenangan bersejarah 2–0 atas Arab Saudi di Jakarta. Marselino Ferdinan mencetak dua gol dalam laga tersebut, menjadikan Indonesia sebagai negara Asia Tenggara pertama yang menumbangkan Arab Saudi dalam ajang kualifikasi Piala Dunia.
Namun, setelah penampilan di Piala Asia dan hasil mengecewakan melawan China, PSSI dan pelatih Shin Tae-yong sepakat mengakhiri kerja sama pada 6 Januari 2025. Dua hari kemudian, federasi menunjuk mantan striker Belanda, Patrick Kluivert, sebagai pelatih kepala untuk memimpin Indonesia menghadapi babak keempat.
Irak: Awal Meyakinkan, Diakhiri dengan Pergantian Komando
Irak memulai kampanye kualifikasi dengan impresif. Di bawah asuhan pelatih asal Spanyol, Jesús Casas, Irak menyapu bersih empat laga di babak kedua dan memastikan tiket ke Piala Asia serta babak ketiga dengan percaya diri tinggi.
Namun, performa di Grup B babak ketiga tidak sekuat sebelumnya. Kekalahan mengejutkan 1–2 dari Palestina pada Maret 2025 memicu evaluasi besar-besaran. Federasi Sepak Bola Irak memecat Casas pada pertengahan April 2025 dan menunjuk Graham Arnold, pelatih asal Australia yang membawa negaranya ke babak 16 besar Piala Dunia 2022. Meski menunjukkan perbaikan, Irak hanya mampu finis di posisi ketiga dan harus melanjutkan perjuangan di babak keempat.
Oman: Stabil di Tengah Persaingan Ketat
Oman tampil solid di babak kedua dan mengakhiri fase tersebut sebagai juara Grup D. Di babak ketiga, mereka tergabung di Grup B dan mengawali dengan kemenangan meyakinkan 4–0 atas Kuwait. Namun, hasil imbang dan kekalahan pada laga-laga krusial membuat Oman hanya finis di peringkat keempat klasemen akhir.
Pergantian pelatih juga terjadi di tim Oman. Pada September 2024, Jaroslav Šilhavý mengundurkan diri dari jabatannya dan digantikan oleh pelatih lokal, Rashid bin Jaber.
Arab Saudi: Dominasi Terganggu, Evaluasi Menyeluruh
Arab Saudi menjalani babak kedua dengan dominan, tanpa menelan satu pun kekalahan. Mereka menjadi unggulan di Grup C babak ketiga dan sempat berada di jalur aman untuk lolos langsung ke Piala Dunia. Namun, kekalahan mengejutkan 0–2 dari Indonesia di Jakarta mengguncang federasi.
Perjalanan yang tidak konsisten di babak ketiga membuat pelatih Roberto Mancini mengundurkan diri pada Oktober 2024. Federasi Sepak Bola Arab Saudi kemudian menunjuk kembali Hervé Renard, yang sebelumnya menangani tim wanita Prancis dan pernah melatih Arab Saudi di Piala Dunia 2022.
Qatar: Transisi Strategis di Tengah Persaingan Ketat
Qatar melaju mulus di babak kedua sebagai juara grup. Namun, di Grup A babak ketiga, mereka harus bersaing ketat dengan Iran, Uzbekistan, dan UEA. Qatar hanya mampu finis di posisi keempat klasemen akhir.
Menjelang babak keempat, federasi mengambil langkah strategis dengan menunjuk Julen Lopetegui sebagai pelatih baru pada Mei 2025. Mantan pelatih tim nasional Spanyol dan Real Madrid ini diharapkan membawa angin segar, terutama karena Qatar akan menjadi tuan rumah pertandingan grup di babak keempat.
Uni Emirat Arab: Konsistensi dan Perubahan yang Tepat Waktu
UEA menunjukkan konsistensi sejak babak kedua dengan status juara Grup H. Di babak ketiga, mereka bersaing ketat dengan Iran dan Uzbekistan hingga pertandingan terakhir. Finis di posisi ketiga Grup A memastikan UEA melaju ke babak keempat.
Meski performa terbilang stabil, federasi tetap melakukan penyegaran. Pada April 2025, pelatih Paulo Bento digantikan oleh Cosmin Olăroiu, pelatih asal Rumania yang memiliki rekam jejak kuat di sepak bola Timur Tengah.
Format Babak Keempat
Babak keempat akan berlangsung pada 8, 11, dan 14 Oktober 2025. Enam tim dibagi ke dalam dua grup mini berisi tiga tim. Setiap grup memainkan pertandingan dengan sistem round-robin satu kali. Juara grup akan langsung lolos ke Piala Dunia 2026, sedangkan runner-up akan bertemu di babak kelima untuk menentukan tim yang berhak maju ke playoff antarkonfederasi.


