Tyronne del Pino tersenyum jauh dari tanah kelahirannya karena Asia telah mengubah hidupnya, termasuk cara pandangnya terhadap sepakbola. Pemain asal Gran Canaria ini kini menjadi idola di klub Persib Bandung, tim yang ia antarkan menjuarai Liga 1 Indonesia.
“Selain gelar juara Liga bersama tim, saya juga terpilih sebagai pemain terbaik oleh federasi, oleh liga, dan juga pemain terbaik pilihan fans. Kalau kita bicara tentang Tyrone di Indonesia, itu seperti bicara tentang seorang idola di negara yang hidupnya dipenuhi dengan sepakbola,” katanya dilansir dari media Spanyol, Deportestvcanaria.
“Sepakbola di Indonesia sangat penuh gairah, saya rasa buat mereka itu seperti agama. Perayaannya luar biasa, saya belum pernah mengalami hal seperti itu sebelumnya. Seperti yang saya bilang, seluruh jalanan berhenti, semua orang merayakan.”
BACA JUGA: Mengenal Milos Raickovic, Eks Gelandang Timnas Montenegro yang Baru Direkrut Persebaya Surabaya
Awal Karier yang Penuh Tantangan
Tyronne del Pino memulai karier di Unión Deportiva Las Palmas, namun cedera menghambat perjalanannya. “Saya pernah cedera tepat ketika sudah dekat dengan tim utama, dan akhirnya saya tidak bisa dapat kontinuitas yang saya inginkan.
“Saya sempat bermain beberapa kali, tapi memang bagi sebagian pemain lebih sulit untuk bisa tampil rutin. Harapan saya dulu bisa dapat kesempatan lebih banyak atau lebih konsisten di tim utama. Saat itu saya bareng pemain seperti Ezequiel, Boateng, Jordan, dan Contana. Permainan di masa itu masih diingat orang, itu masa-masa yang tak terlupakan.”
Tyrone juga pernah membela CD Tenerife. “Saya ingat betul waktu itu kami main di playoff promosi ke La Liga bersama pelatih Martí, ada laga melawan Getafe, kami cuma butuh satu gol lagi buat promosi. Tapi memang takdir berkata lain.”
Kebangkitan di Asia
Namun ternyata, justru di Asia-lah ia menemukan tempatnya. “Saya pernah cetak gol penting, seperti dalam laga-laga yang sebelumnya seri 0-0. Kalau kami kalah, kami gagal lolos grup. Tapi saya yang cetak gol kemenangan. Momen seperti itu penting.”
Bahkan banyak brand yang mulai tertarik padanya. “Baru-baru ini saya dapat endorsement dari merek sampo, sampai saya pun terkejut. Tapi begitulah keadaannya.”
Karena itu, Tyrone tak melihat masa depan di Eropa lagi. “Sekarang saya sudah 34 tahun, dan saya berpikir akan mengakhiri karier di Asia. Di sini saya sudah punya nama, saya merasa penting, dan saya merasa dihargai.”
Namun begitu, saat ini ia telah keluar dari Persib Bandung. Santer dikabarkan Tyron akan melanjutkan karier di klub Indonesia lainnya.
View this post on Instagram


