Berita duka menyelimuti jagat sepak bola Liberia dan Indonesia, salah satu talenta terbaik, John Tarkpor Sonkaliey, telah meninggal dunia. Ia meninggal dunia pada Senin (23/6/2025) di usia 38 tahun. Kabar ini dikonfirmasi oleh media Liberia, Liberian Investigator, yang mendapatkan informasi langsung dari sahabat karib John Tarkpor Sonkaliey, Nicodemus Jacobs. Tarkpor menghembuskan napas terakhirnya di Rumah Sakit SD Cooper, Monrovia, setelah sebelumnya sempat menderita flu.
Lahir di Monrovia, Liberia pada 16 Oktober 1986, John Tarkpor dikenal sebagai playmaker agresif dengan teknik tinggi dan tendangan keras yang mematikan. Banyak sepakan bebasnya berhasil menghujam gawang lawan, membuktikan kualitasnya di atas lapangan. Kecakapannya ini membawanya membela Timnas Liberia sebanyak lima kali antara tahun 2003-2007.
“John Tarkpor merupakan warga komunitas Peace Island di Congo Town dan baru-baru ini kembali dari County Nimba, tempat ia menjalani pengobatan setelah dilaporkan menderita flu biasa,” tulis Liberian Investigator.
Warisan Abadi di Sepak Bola Indonesia
Nama John Tarkpor tak bisa dilepaskan dari sejarah sepak bola Indonesia. Ia pernah memperkuat sejumlah klub elite seperti Persiter Ternate, Persitara Jakarta Utara, Pelita Jaya, dan Persijap Jepara. Puncak kariernya terukir jelas bersama Persebaya Surabaya di periode 2009–2011. Di sana, ia dikenal sebagai gelandang dengan stamina luar biasa dan cakupan area yang luas, menjadi motor penggerak lini tengah yang tak tergantikan. Konsistensinya di ajang Indonesia Super League (ISL) menjadikan dirinya salah satu pemain asing yang paling produktif.
BACA JUGA: Gali Freitas Tak Butuh Adaptasi Lama untuk Bisa Menyatu dengan Pemain Persebaya Surabaya
“Sosok yang pendiam dan rendah hati ini lebih sering membiarkan permainannya di lapangan yang berbicara. Meski kariernya berakhir lebih cepat, Sonkailey meninggalkan jejak yang abadi dalam sepak bola Liberia,” ungkap Liberian Investigator.
Belasungkawa dan Kenangan Tak Terlupakan
Kabar duka ini dengan cepat menyebar, menyisakan duka mendalam bagi penggemar dan mantan rekan setim. Mantan klubnya, Persebaya, secara resmi mengumumkan kabar ini dengan ucapan duka, “Selamat jalan, John Tarkpor.” Kesehatannya dikabarkan menurun drastis setelah sempat mengalami demam. Ungkapan belasungkawa pun mengalir deras, terutama dari para mantan rekan satu tim dan penggemar setia.
Platform media sosial menjadi saksi bisu betapa Tarkpor meninggalkan kesan mendalam bagi banyak orang. Salah satu pesan menyentuh datang dari mantan rekan setimnya di Persebaya, Anthony Jomah Ballah, yang juga berasal dari Liberia. Melalui akun Facebook-nya, ia menuliskan kalimat perpisahan yang mengharukan:
“John Tarkporh Sonkailey beristirahatlah dalam damai. Saudara junior. Legenda tidak pernah mati,” tulisnya
Bagi para Bonek, suporter setia Persebaya, nama Tarkpor akan selalu dikenang. Banyak dari mereka yang masih terbayang akan aksi-aksi heroiknya saat membela Bajul Ijo, terutama di Stadion Gelora 10 November Surabaya. Kepergian John Tarkpor adalah kehilangan besar bagi dunia sepak bola, namun warisan dan kenangannya akan terus hidup di hati para penggemar dan mereka yang pernah mengenalnya.
View this post on Instagram


