Malut United kembali menjadi sorotan, namun kali ini dengan narasi yang berpusat pada pergerakan maju dan fokus strategis klub. Setelah sempat diwarnai insiden internal yang melibatkan Imran Nahumarury dan Yeyen Tumena, Laskar Kie Raha kini menatap masa depan dengan tekad yang diperbarui, termasuk persiapan menghadapi Liga 1 2025/2026 dan Kejuaraan Klub ASEAN. Klub telah mengambil langkah tegas, menyelesaikan permasalahan internal, dan siap membangun kembali fondasi tim.
Dalam beberapa pekan terakhir, publik dibuat penasaran dengan isu yang menyeruak dari internal Malut United, melibatkan dua sosok penting, Imran Nahumarury dan Yeyen Tumena. Keduanya diberhentikan dari posisi mereka karena dugaan pelanggaran serius.
Informasi yang beredar menyebutkan adanya permintaan jatah dari setiap pemain yang dikontrak, serta “uang pelicin” untuk mendapatkan jatah bermain. Namun, situasi kini telah mereda, dengan kedua belah pihak menyatakan permasalahan telah tuntas. Permintaan maaf dari Imran Nahumarury diikuti oleh Yeyen Tumena, menandai akhir dari polemik ini.
“Selesai. Kami tak lagi ada masalah dengan Yeyen Tumena terkait pekerjaannya bersama Malut United dalam dua tahun ini. Yeyen meminta maaf kepada owner dan dimaafkan,” ujar Asghar Saleh, Wakil Manajer Malut United, Rabu (25/6/2025).
Meski tidak lagi menjadi bagian dari staf Laskar Kie Raha, klub menegaskan komitmennya untuk menjaga hubungan baik dengan Imran Nahumarury dan Yeyen Tumena. Keduanya merupakan bagian dari sejarah awal klub, bergabung sejak Malut United didirikan pada 2023 dan berjuang di Liga 2.
“Namun, hubungan pertemanan owner dan coach Yeyen tetap berjalan walau tidak lagi bekerja sama di bidang sepak bola. Begitu pula dengan semua manajemen Malut United. Hubungan baik tetap kami jaga,” kata Asghar lagi.
Menuju Liga 1 dan Ambisi Regional
Dengan tuntasnya masalah internal, manajemen Laskar Kie Raha kini sepenuhnya berfokus pada persiapan tim menyambut musim kompetisi baru. Target utama klub adalah tampil maksimal di Liga 1 2025/2026. Tidak hanya itu, ambisi klub juga merambah kancah regional, dengan keseriusan untuk bersaing di Kejuaraan Klub ASEAN. Ini menunjukkan visi besar Malut United untuk menjadi kekuatan yang diperhitungkan, baik di tingkat domestik maupun Asia Tenggara.
“Tak hanya serius di kompetisi domestik, Malut United ingin mempersiapkan tim dengan sungguh-sungguh untuk berjuang di Kejuaraan Klub ASEAN musim depan,” tutur Asghar Saleh.
Manajemen juga menyampaikan doa dan harapan agar Yeyen Tumena serta Imran Nahumarury dapat kembali fokus dan meraih kesuksesan dalam karier kepelatihan mereka di Indonesia. Dengan langkah-langkah ini, Malut United bertekad untuk melangkah maju, menjadikan insiden masa lalu sebagai pelajaran, dan membangun tim yang lebih solid serta berprestasi di masa depan.
View this post on Instagram


