Fleksibilitas Tanpa Mengorbankan Pemain Lokal
Dengan kuota yang diperluas, klub-klub kini memiliki keleluasaan yang lebih besar untuk membangun skuad yang kuat dan mendalam, sebuah kebutuhan krusial untuk menghadapi jadwal pertandingan yang padat, baik di liga domestik maupun kompetisi internasional. Ferry Paulus menegaskan bahwa peningkatan jumlah pemain asing ini tidak akan mengorbankan talenta lokal. Keseimbangan akan tetap terjaga, dan peluang bagi pemain lokal tetap terbuka lebar.
“Apalagi kami mempunyai keinginan, tanpa mengesampingkan pemain lokal yang ada, bahwa kami sangat perlu untuk bisa juga bersaing di Asia. Oleh karena itu, pendaftarannya boleh sebelas pemain asing,” ucapnya.
BACA JUGA: Viny Silfianus Resmi Bergabung dengan Tim Malaysia Kelana United FC
Dalam praktiknya, skema ini tidak akan banyak mengubah dinamika bermain bagi pemain lokal. Sejak dulu, pergantian pemain asing seringkali melibatkan sesama pemain asing. Dengan regulasi baru, meskipun delapan pemain asing bisa masuk DSP, pengganti pemain cedera bisa tetap berasal dari pemain lokal.
“Tetapi kalau dilihat dari sisi keberadaan pemain lokal nantinya, sepertinya tidak akan jadi berubah. Toh, selama ini yang bermain enam pemain asing, kemudian cadangannya dua, asing ganti asing juga,” ungkap Ferry.
“Kalau sekarang ini sudah diterapkan delapan pemain asing. Kemudian, begitu ada cedera dan sebagainya, penggantinya tetap lokal. Jadi kuota lokalnya istilahnya tidak terlalu terdegradasi dari jumlah yang lalu,” jelasnya.


