Close Menu
JebreeetmediaJebreeetmedia
    What's Hot

    Hadirkan 21 Kategori, Santini JMTV Awards 2025 Siap Digelar

    December 11, 2025

    ISFEX 2025 Platform Pertumbuhan Industri Olahraga, Terasa Lebih Besar dan Meriah

    November 8, 2025

    ISFEX 2025 Kembali Digelar, Siap Pacu Inovasi Fasilitas Olahraga Nasional

    October 24, 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Sepakbola Internasional
    • Bulutangkis
    Facebook X (Twitter) Instagram
    JebreeetmediaJebreeetmedia
    • Home
    • Sepakbola Internasional
      • Liga Inggris
      • Liga Italia
      • Liga Spanyol
      • Liga Champion/Europa
      • Timnas Mancanegara
    • Sepakbola Nasional
      • Liga 1
      • Timnas
    • Bulutangkis
    • Jebreeet
      • Jebreeet Talk
      • Jebreeet Tips
    • Tranmere Rovers
    • Merchandise
    JebreeetmediaJebreeetmedia
    Home ยป Reaksi Keras Gerald Vanenburg Soal Aturan 11 Pemain Asing di Super League
    Liga 1

    Reaksi Keras Gerald Vanenburg Soal Aturan 11 Pemain Asing di Super League

    Jebreeet MediaBy Jebreeet MediaJuly 12, 2025Updated:July 12, 2025No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Gerald Vanenburg, pelatih kepala Timnas U-23 Indonesia, sedang dalam misi krusial, yakni membentuk tim yang tangguh di Piala AFF U-23 2025.
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Aturan 11 pemain asing dalam kompetisi Super League telah memicu beragam reaksi, salah satunya dari Gerald Vanenburg. Aturan yang memperbolehkan delapan pemain asing masuk dalam Daftar Susunan Pemain (DSP) menimbulkan kekhawatiran akan terbatasnya kesempatan bagi talenta-talenta muda Indonesia.

    Pelatih Timnas U-23 Indonesia itu menyuarakan keprihatinan mendalam terkait dampak regulasi ini terhadap pembinaan pemain. Gerald Vanenburg menyoroti pentingnya menit bermain bagi perkembangan pemain, khususnya mereka yang berada di fase krusial usia emas.

    BACA JUGA: Indra Sjafri Dipastikan Menjadi Plt Direktur Teknik PSSI

    Ia berpendapat bahwa aturan ini berpotensi menghambat proses adaptasi dan peningkatan kualitas pemain lokal di level klub, yang pada gilirannya akan mempersulit seleksi pemain untuk Timnas U-23.

    “I think it’s a joke,” kata Vanenburg, menyoroti realitas bahwa pemain Indonesia, terutama yang muda, sangat membutuhkan pengalaman bermain. “Karena di Indonesia pemain membutuhkan menit bermain, khususnya pemain muda.”

    Butuh Pemain Muda

    Ia menambahkan bahwa keputusan mengenai regulasi pemain ini bukanlah wewenangnya, namun sebagai pelatih, kebutuhan akan pemain muda berkualitas menjadi prioritas. “Sebenarnya kalau boleh jujur, ini bukan keputusan saya. Karena kami membutuhkan pemain muda yang bagus.”

    Meskipun ada regulasi lain yang mewajibkan klub memainkan pemain U-23 selama 45 menit, Vanenburg tidak sepenuhnya setuju. Baginya, kesempatan bermain seharusnya didasarkan pada kualitas dan kemampuan bersaing, bukan sekadar pemenuhan aturan. Pemain muda perlu membuktikan diri agar bisa mendapatkan tempat di tim utama, seperti yang ia alami di masa lalu.

    “Di usia 20 hingga 23 tahun, pemain memasuki masa usia emas untuk bermain di tim utama. Saya sudah main untuk Ajax saat masih 17 tahun,” ungkap Vanenburg, memberikan contoh konkret dari pengalaman pribadinya.

    Punya Potensi Besar

    Vanenburg juga percaya bahwa Indonesia memiliki banyak potensi muda yang siap bersaing, dan klub-klub perlu memberikan dukungan penuh untuk perkembangan mereka. “Di Indonesia ada banyak pemain muda berkualitas. Jadi saya pikir klub harus memberikan mereka kesempatan untuk bisa berkembang.”

    Melihat reaksi dari Vanenburg, sepertinya regulasi pemain asing, dengan segala potensi kelebihan dan kekurangannya, perlu ditinjau ulang. Hal ini demi memastikan keseimbangan antara peningkatan kualitas liga dan keberlanjutan pengembangan talenta lokal untuk kepentingan Tim Nasional.

     

    View this post on Instagram

     

    A post shared by JMTV (@jmtv_id)

    Gerald Vanenburg Indonesia Super League Timnas U-23 Indonesia
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email

    Related Posts

    ISFEX 2025 Platform Pertumbuhan Industri Olahraga, Terasa Lebih Besar dan Meriah

    November 8, 2025

    Kata Timo Scheunemann Setelah Timnas Putri U-16 Indonesia Kalah dari Australia

    August 28, 2025

    China Taipei Menjadi Lawan Timnas Indonesia Menggantikan Kuwait di FIFA Matchday September

    August 27, 2025

    Profil Dua Pemain Baru Persib Bandung yang Punya Pengalaman Gak Kaleng-kaleng

    August 27, 2025
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Editors Picks

    ISFEX 2025 Platform Pertumbuhan Industri Olahraga, Terasa Lebih Besar dan Meriah

    November 8, 2025

    Kata Timo Scheunemann Setelah Timnas Putri U-16 Indonesia Kalah dari Australia

    August 28, 2025

    China Taipei Menjadi Lawan Timnas Indonesia Menggantikan Kuwait di FIFA Matchday September

    August 27, 2025

    Profil Dua Pemain Baru Persib Bandung yang Punya Pengalaman Gak Kaleng-kaleng

    August 27, 2025

    Hadirkan 21 Kategori, Santini JMTV Awards 2025 Siap Digelar

    December 11, 2025

    ISFEX 2025 Platform Pertumbuhan Industri Olahraga, Terasa Lebih Besar dan Meriah

    November 8, 2025

    ISFEX 2025 Kembali Digelar, Siap Pacu Inovasi Fasilitas Olahraga Nasional

    October 24, 2025

    Duo Visioner di Balik Ladies On Court, Alvina Taslim dan Christine Ananta

    September 9, 2025
    Jebreeetmedia
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
    • Home
    • Sepakbola Internasional
    • Bulutangkis
    • Jebreeet
    © 2026 Jebreeetmedia. Maintained by kreasiMAYA. Hak cipta dilindungi oleh undang-undang.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.