Usai menjuarai Piala Presiden 2025, pelatih Port FC, Alexandre Gama, menyampaikan apresiasinya terhadap talenta-talenta di Liga 1. Gama secara khusus menyoroti beberapa pemain dari Dewa United dan Persib Bandung, meskipun ia tidak mengingat nama-nama mereka.
“Tentu, saya menyukai beberapa pemain di sana (Dewa United), saya juga menyukai beberapa pemain dari (Persib) Bandung. Saya tidak mengingat namanya, hanya nomornya,” ungkap Alexandre Gama kepada awak media.
Gama menyebut seorang pemain Dewa United dengan nomor punggung 37 atau 39, berpostur tinggi, agresif, dan berkualitas. “Saya pikir dia bernomor punggung 37 (Alta Ballah) atau 39 (Alex Martins), berkaki kiri. Dia agresif, tinggi, berkualitas, (pemain dari) Dewa,” sambungnya.
Pemain Persib
Untuk Persib, Gama terkesan dengan seorang pemain sayap, terutama performanya di babak pertama saat melawan Port FC. “Lalu, dari (Persib) Bandung, saya lupa nomornya. Saya sangat menyukai winger mereka, terutama saat babak pertama saat melawan kami. Saya tidak mengingat nomor punggungnya.
BACA JUGA: Gary Rowett Bagikan Kondisi Terkini Ole Romeny dan Marselino Ferdinan
“Namun, dia adalah pemain berkualitas. Beberapa pemain saya tidak tahu apakah dia muda atau tidak. Namun, hal terpenting adalah mereka adalah pemain yang bagus,” tutur Gama.
Sebanding dengan Pemain Liga Thailand
Menurut Gama, kualitas pemain-pemain tersebut sebanding dengan para pemain di Liga Thailand.
“Seperti di Thailand kita punya banyak pemain seperti (Bordin Phala), dia pemain terbaik di sini. Kita juga menunjukkan banyak pemain bagus dari Thailand di lapangan dan kita melakukan rotasi.
“Hari ini kita tidak melakukan rotasi besar-besaran karena kami mendapatkan masalah dan kartu merah. Namun, itu tidak apa-apa,” ungkapnya.
Sindir Pelatih Oxford United
Gama juga menanggapi pernyataan Gary Rowett, pelatih Oxford United, yang menyalahkan kondisi lapangan dan permainan keras Port FC. Rowett sebelumnya menyebut hujan dan tensi tinggi menyebabkan banyak pemainnya cedera, sehingga ia menarik pemain kunci dan mengakibatkan kekalahan 1-2.
Gama menganggap komentar Rowett sebagai alasan yang tidak berdasar. Menurutnya, cedera adalah bagian dari sepak bola, dan pemain Port FC juga menghadapi risiko yang sama.
“Saya pikir ini alasan dari pelatih. Dia kalah. Ini sepak bola. Sepak bola adalah kontak [fisik], tapi jika kita bermain satu pertandingan seperti ini, dan [tidak mungkin] hanya Oxford yang bisa cedera.”
“Pemain saya juga bisa cedera. Ini memang bukan kompetisi yang sebenarnya. Bagaimana saya bisa mengatakannya? Ini kompetisi yang sangat penting,” kata Gama menambahkan.
Tidak Menghormati Timnya
Gama merasa Rowett tidak menghormati Port FC dan dirinya dengan argumen tersebut. Ia menekankan bahwa Port FC datang untuk berkompetisi dan juga memiliki liga yang harus dihadapi di Thailand.
“Jika dia bicara seperti itu, saya pikir dia tidak menghormati tim saya dan tidak menghormati saya. Karena saya datang ke sini untuk berkompetisi. Dan pemain saya juga bisa cedera.”
“Bukan hanya dia yang punya kompetisi. Saya juga punya liga di Thailand. Kami juga baru memulai [persiapan]. Saya pikir, inilah masalahnya,” tutup Gama.
View this post on Instagram


