Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, mengisyaratkan kemungkinan bergabungnya dua penyerang baru berdarah Indonesia. Rencananya mereka akan memperkuat Timnas Indonesia di babak keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026. Hal ini disampaikan Erick setelah konferensi kepelatihan nasional di Jakarta International Stadium (JIS) pada Jumat (18/7).
Erick menyatakan bahwa kedua pemain tersebut sudah berkomitmen untuk membela skuad Garuda. “Kami juga sedang mendorong juga beberapa tambahan. Seperti apa, saya belum bisa ngomong. Tapi ada dua tambahan yang kami sedang seriuskan, dan sepertinya tadi malam, dua-duanya komit untuk bergabung. Ya pemain depan. Bek tengah, kanan, kiri sudah banyak, ya jadi pemain depan lah,” ujar Erick.
Proses Naturalisasi Mauro Zijlstra Berlanjut
Selain dua nama baru ini, proses naturalisasi Mauro Zijlstra juga terus berjalan. Erick menyebut bahwa berkas naturalisasi Mauro akan segera diserahkan ke DPR. “Sedang proses [naturalisasi Mauro] dari pemerintah ke DPR, kita tunggu saja. Mauro Zijlstra sekarang sudah ada, tentu ada prosesnya. Nah dia umurnya 20 tahun, tapi di sepak bola modern, Lamine Yamal saja masih muda bisa bagus. Tapi jangan kecepatan, biarkan dia main dulu di U-23, siapa tahu bagus,” ucap Erick.
BACA JUGA: Gerald Vanenburg Klarifikasi Soal Larangan Bermain Terkait Selebrasi
Identitas kedua pemain keturunan yang disebut Erick masih menjadi spekulasi, dengan beberapa nama seperti Miliano Jonathans, Jairo Riedewald, dan Dean Zandbergen sempat disebut-sebut. Jika dua pemain depan ini berhasil dinaturalisasi, Timnas Indonesia akan mendapatkan tambahan kekuatan signifikan menjelang pertandingan krusial melawan Arab Saudi dan Irak di Kualifikasi Piala Dunia 2026, terutama dengan absennya Ole Romeny karena cedera.
Minta Dukungan di Kualifikasi Piala Dunia 2026
Soal Kualifikasi Piala Dunia 2026, Erick Thohir tak memungkiri banyak yang pesimistis terkait nasib timnas Indonesia. Hal itu didasari dengan pembagian grup yang didapat Indonesia. Seperti diketahui, Indonesia satu grup dengan Arab Saudi dan Irak.
Kendati begitu, Erick berharap para penggemar tidak membiarkan kritik negatif memecah belah tim. “Saya melihat kemarin setelah drawing, banyak pengamat membuat penilaian, ada yang pesimistis, ada yang optimistis. Tapi kalau di netizen seperti biasa, ya pesimis,” ujar dia. Ia juga menambahkan, “Saya cuma berpesan, hujat saya, kritik saya, tidak ada masalah. Tapi tolong jangan pecahkan tim nasional.”
View this post on Instagram


