Close Menu
JebreeetmediaJebreeetmedia
    What's Hot

    Hadirkan 21 Kategori, Santini JMTV Awards 2025 Siap Digelar

    December 11, 2025

    ISFEX 2025 Platform Pertumbuhan Industri Olahraga, Terasa Lebih Besar dan Meriah

    November 8, 2025

    ISFEX 2025 Kembali Digelar, Siap Pacu Inovasi Fasilitas Olahraga Nasional

    October 24, 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Sepakbola Internasional
    • Bulutangkis
    Facebook X (Twitter) Instagram
    JebreeetmediaJebreeetmedia
    • Home
    • Sepakbola Internasional
      • Liga Inggris
      • Liga Italia
      • Liga Spanyol
      • Liga Champion/Europa
      • Timnas Mancanegara
    • Sepakbola Nasional
      • Liga 1
      • Timnas
    • Bulutangkis
    • Jebreeet
      • Jebreeet Talk
      • Jebreeet Tips
    • Tranmere Rovers
    • Merchandise
    JebreeetmediaJebreeetmedia
    Home ยป Rahmad Darmawan Bicara Soal Kuota Pemain Asing di Super League 2025/26
    Liga 1

    Rahmad Darmawan Bicara Soal Kuota Pemain Asing di Super League 2025/26

    Jebreeet MediaBy Jebreeet MediaJuly 23, 2025No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Musim Super League 2025/26 dijadwalkan bergulir mulai 8 Agustus mendatang. Menariknya, tren yang mencuat adalah dominasi pelatih asing di hampir seluruh klub, sementara pelatih lokal nyaris tak mendapatkan tempat.

    Rahmad Darmawan, sosok yang pernah memimpin Timnas Indonesia dan sejumlah klub besar di tanah air, turut menanggapi fenomena ini.

    Mantan pelatih Persija Jakarta dan Persipura Jayapura menyampaikan pendapatnya, dengan menyoroti bahwa secara kapasitas ilmu, pelatih dalam negeri tidak kalah dengan pelatih mancanegara.

    “Kalau kita bicara tentang kepelatihan, sebenarnya kalau ilmu kepelatihan dan beberapa kursus yang diikuti oleh pelatih-pelatih Indonesia itu nggak jauh beda. Karena materi kursus yang diberikan di pro license itu di seluruh dunia sama,” kata Rahmad Darmawan.

    Kemiripan Kurikulum

    Ia menambahkan, sistem pelatihan dari lembaga-lembaga besar dunia memiliki kemiripan kurikulum, hanya saja pengalaman menangani kompetisi yang lebih ketat jadi nilai tambah bagi pelatih luar.

    BACA JUGA: Kevin Diks Mulai Sembuh dari Cedera, Tampil 45 Menit Dengan Borussia Monchengladbach

    “AFC punya, FIFA punya UEFA punya, programnya nggak jauh beda karena memang berasal dari satu sumber yang sama. Mungkin yang membedakan adalah bahwa banyak pelatih-pelatih yang dari luar berkesempatan menjadi seorang pelatih dengan meng-handle tim-tim yang nota bene kualitas kompetisinya di atas kualitas kompetisi di negara kita,” imbuhnya.

    Tak Ada Garansi

    Namun, lanjutnya, tak ada garansi keberhasilan bagi pelatih asing saat turun langsung di Liga Indonesia.

    “Jadi mereka juga bisa meng-handle pemain-pemain yang sudah terbiasa bermain di level yang secara hitung-hitungan intensitas kerja mereka, intensitas permainan, dan segala hal yang berkaitan dengan tim itu mereka punya kesempatan lebih.”

    “Tapi bukan berarti mereka bisa sukses ketika meng-handle tim yang ada di Indonesia dengan cara bermain yang berbeda. Intensitasnya tak seperti apa yang mereka tangani selama ini. Jadi sebetulnya kesempatan itu bisa saja datang dan pergi,” ujar juru taktik asal Lampung.

    Tak Kehilangan Motivasi

    Rahmad juga menegaskan bahwa situasi ini tak membuatnya kehilangan motivasi. Ia tetap menjaga optimisme sebagai pelatih lokal yang siap bersaing jika peluang datang.

    “Tapi sebagai seorang pelatih lokal, saya selalu memacu diri sendiri untuk oke mungkin hari ini kamu belum mendapatkan satu kesempatan seperti apa yang pernah kamu dapatkan sebelumnya,” tukasnya.

    “Tapi kalau momen itu ada, pasti kita pegang dan kita yakin kita bisa bersaing. Karena kita juga ingat ada banyak situasi yang mengubah sekarang sepak bola kita. Mungkin dengan industriliasi sepak bola. Kemudian sekarang banyak sekali media sosial yang bisa mempengaruhi, yang bisa membangun image.”

    “Nggak cuma para yang di level grassroot, tapi owner klub bisa terpengaruh juga ya. Mungkin dari hal yang berkaitan dengan apa yang tadi saya sampaikan sehingga kemudian mereka mencoba untuk melakukan revolusi. Saya bilang revolusi karena sekarang hampir tak ada pelatih lokal di Liga 1. Artinya hampir semua pelatih asing,” pungkasnya.

     

    View this post on Instagram

     

    A post shared by JMTV (@jmtv_id)

    Rahmad Darmawan Super League 2025/2026
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email

    Related Posts

    ISFEX 2025 Platform Pertumbuhan Industri Olahraga, Terasa Lebih Besar dan Meriah

    November 8, 2025

    Kata Timo Scheunemann Setelah Timnas Putri U-16 Indonesia Kalah dari Australia

    August 28, 2025

    China Taipei Menjadi Lawan Timnas Indonesia Menggantikan Kuwait di FIFA Matchday September

    August 27, 2025

    Profil Dua Pemain Baru Persib Bandung yang Punya Pengalaman Gak Kaleng-kaleng

    August 27, 2025
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Editors Picks

    ISFEX 2025 Platform Pertumbuhan Industri Olahraga, Terasa Lebih Besar dan Meriah

    November 8, 2025

    Kata Timo Scheunemann Setelah Timnas Putri U-16 Indonesia Kalah dari Australia

    August 28, 2025

    China Taipei Menjadi Lawan Timnas Indonesia Menggantikan Kuwait di FIFA Matchday September

    August 27, 2025

    Profil Dua Pemain Baru Persib Bandung yang Punya Pengalaman Gak Kaleng-kaleng

    August 27, 2025

    Hadirkan 21 Kategori, Santini JMTV Awards 2025 Siap Digelar

    December 11, 2025

    ISFEX 2025 Platform Pertumbuhan Industri Olahraga, Terasa Lebih Besar dan Meriah

    November 8, 2025

    ISFEX 2025 Kembali Digelar, Siap Pacu Inovasi Fasilitas Olahraga Nasional

    October 24, 2025

    Duo Visioner di Balik Ladies On Court, Alvina Taslim dan Christine Ananta

    September 9, 2025
    Jebreeetmedia
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
    • Home
    • Sepakbola Internasional
    • Bulutangkis
    • Jebreeet
    © 2026 Jebreeetmedia. Maintained by kreasiMAYA. Hak cipta dilindungi oleh undang-undang.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.