Timnas U-23 Indonesia sukses melaju ke final Piala AFF U-23 2025 setelah mengalahkan Thailand dalam pertandingan semifinal yang sengit. Meskipun menang adu penalti 7-6 setelah bermain imbang 1-1 hingga perpanjangan waktu, pelatih Gerald Vanenburg tidak sepenuhnya puas dengan penampilan timnya.
Vanenburg mengungkapkan kepuasannya atas lolosnya Timnas U-23 Indonesia ke final, namun ia menyayangkan kegagalan tim mencetak lebih banyak gol di waktu normal, padahal banyak peluang tercipta. “Pertandingannya sangat luar biasa. Tapi kami seharusnya bisa mencetak gol di babak pertama dan di babak kedua,” ujarnya saat diwawancarai oleh salah satu televisi nasional.
“Kami harusnya bisa mencetak lebih banyak gol karena kami menciptakan banyak peluang di babak pertama dan kedua. Namun, ini tetap laga yang menegangkan,” jelasnya.
Menjelang final, Vanenburg optimis timnya punya cukup waktu persiapan. “Kami punya waktu persiapan yang dibutuhkan untuk final. Kami akan siap untuk final,” tegasnya.
BACA JUGA: Peter Cklamovski Mengaku Kesal dengan Suporter Indonesia karena Polemik Naturalisasi Pemain
Habis Suara
Pada saat konferensi pers berlangsung, Gerald Vanenburg tak hadir langsung. Sebagai gantinya, ia mengutus sang asisten, Frank Van Kempen. Pelatih asal Belanda tersebut menjelaskan bahwa Vanenburg tidak hadir dalam konferensi pers karena suaranya serak akibat terlalu banyak berteriak saat pertandingan. “Suara beliau habis, dia berteriak terlalu keras tadi (saat pertandingan),” ujar Frank Van Kempen.
“Jadi sekarang sudah tidak bisa berbicara. Makanya saya yang hadir di sini menggantikannya untuk malam ini sudah cukup bagi dia,” tambahnya.
Van Kempen juga menyatakan kegembiraannya atas kemenangan sulit melawan Thailand. “Sekarang kami sangat senang bisa memenangkan pertandingan ini. Pertandingan tadi berat, benar-benar berat,” jelasnya.
“90 menit dilanjutkan perpanjangan waktu dan akhirnya adu penalti, kami benar-benar antusias. Jadi, kami sangat senang bisa mengalahkan mereka (Thailand) dan lolos ke final,” tutupnya.
Kunci Keberhasilan
Kiper Timnas Indonesia U-23, Muhammad Ardiansyah, mengungkapkan kunci keberhasilannya di babak adu penalti. Menurutnya keberhasilannya itu tidak lepas dari peran pelatih kiper, Sjoerd Woudenberg.
“Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada pelatih kiper yang sudah percaya kepada saya untuk tampil. Dia banyak membantu saya, terutama saat memberi arahan tentang arah penalti. Dia membimbing saya ke arah mana saya harus melompat,” kata Ardiansyah.
Sangat Percaya Diri
Dalam drama adu penalti, eksekutor pertama Thailand, Pichitchai Sienkrathok, gagal mencetak gol karena sepakannya membentur mistar, sementara tendangan penalti terakhir dari Yotsakon Burapha berhasil ditepis oleh Ardiansyah. Di sisi Indonesia, hanya Robi Darwis yang gagal menunaikan tugasnya sebagai algojo.
Ardiansyah mengaku sangat percaya diri saat menghadapi penalti terakhir Thailand, meski sempat terkecoh pada kesempatan sebelumnya. “Saat penalti terakhir itu saya sangat percaya diri. Saya yakin bisa menahan tendangan pemain Thailand,” ujar kiper PSM Makassar itu.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para suporter. “Kami bisa menang mungkin karena memang sudah rezekinya. Terima kasih kepada suporter Garuda yang sudah hadir dan mendoakan kami,” katanya.
View this post on Instagram


