Direktur Utama I.League, Ferry Paulus telah merombak dan meresmikan aturan terkait pemain asing dan pemain U-23 untuk Super League 2025/26.
Sebelumnya, klub diizinkan mendaftarkan 11 pemain asing, dengan delapan di antaranya boleh masuk Daftar Susunan Pemain (DSP) dan boleh bermain bersamaan. Kini, aturan tersebut telah dirubah.
I.League telah menetapkan bahwa klub tetap bisa mengontrak 11 pemain asing, namun kini menjadi sembilan pemain yang boleh masuk DSP. Pemain yang ada di lapangan pun menjadi tujuh.
“Ya, regulasi pemain asing 7-9-11 itu sudah final,” ujar Ferry. “Jadi untuk musim depan regulasi pemain asing. Yang bermain tujuh, sembilan di DSP, dan sebelas yang boleh didaftarkan.”
Aturan Pemain U-23
Perubahan ini juga berdampak pada aturan pemain U-23. Setiap tim kini diwajibkan memiliki minimal lima pemain kelahiran tahun 2003, dan satu dari mereka harus menjadi starter selama minimal 45 menit.
BACA JUGA: Gerald Vanenburg Pilih Hati-hati Mainkan Arkhan Fikri, Komentari Penggunaan VAR
“Kemudian ada pemain U-23 yang didaftarkan, harus sekurang-kurangnya lima pemain kelahiran 2003,” tutur Ferry. Ini supaya in line dengan kebutuhan Timnas U-23 Indonesia. Minimal satu pemain U-23 bermain sejak menit awal selama satu babak,” ucapnya.
Tujuannya
Ferry menjelasnya bahwa perubahan kuota pemain asing ini bertujuan untuk memberikan lebih banyak kesempatan bermain bagi pemain lokal. Hal ini pun sejalan dengan arahan Ketua PSSI, Erick Thohir.
“Kalau dilihat dari pemanfaatannya memang tujuh pemain asing lebih ideal karena pemain nasionalnya nanti ada kesempatan yang lebih besar dibandingkan kalau delapan pemain,” kata Ferry.
“Kemarin memang bisa dibilang itu kan keinginan klub lah ya. Tapi kita semua juga sepakat bahwa kebutuhan Timnas Indonesia adalah menjadi sesuatu yang sangat penting untuk bisa kita realisasikan,” terang Ferry.
View this post on Instagram


