Pemain berdarah Maluku-Belanda, Jordy Tutuarima, memilih bertahan di Persis Solo untuk musim 2025/2026. Alasan utamanya adalah ketenangan dan kenyamanan hidup di Kota Solo.
Melalui wawancara dengan media Belanda, AD.nl, Jordy Tutuarima menceritakan proses perpanjangan kontrak dan kehidupannya di Solo. Selain suasana kota, budaya Solo juga membuatnya merasa sangat betah.
Awalnya, Jordy sempat kembali ke Belanda tanpa kejelasan kontrak setelah musim lalu berakhir. Namun, harapan muncul ketika Persis Solo menunjuk pelatih baru, Peter de Roo.
Pelatih asal Amsterdam itu langsung menghubungi Jordy untuk mempertahankannya. Alhasil, Jordy menjadi pemain asing ketiga yang dipertahankan untuk Super League 2025/2026.
Gembira Bertahan di Persis
Jordy mengungkapkan kegembiraannya bisa kembali ke Solo setelah dua pekan. Bagi pemain berusia 32 tahun ini, kembali menjalani kehidupan di Kota Bengawan adalah keinginannya. Ia merasa Solo seperti rumah sendiri, yang membantunya menjalani pramusim berat dan bangga dengan hasil uji coba tim asuhan Peter de Roo.
“Kami berada di Yogyakarta bersama tim, sungguh luar biasa. Kami memainkan dua pertandingan persahabatan dan kami memenangkan keduanya,” kata Jordy Tutuarima seperti dikutip dari AD.nl.
BACA JUGA: Pelatih Vietnam U-23 Yakin Bisa Kalahkan Indonesia di Final Piala AFF U-23 2025
Jordy juga menikmati pemusatan latihan di Yogyakarta, yang menurutnya tak jauh berbeda dengan Solo. “Sore harinya, ketika kami pergi ke kota, saya bertemu banyak orang Belanda. Jogja agak mirip dengan Surakarta. Saya tinggal di kota yang nyaman. Saya merasa santai di sini. Senang, begitulah sebutannya,” tuturnya.
Buat Tenteram
Kehidupan di Solo, khususnya budayanya, sangat menenteramkan bagi Jordy. Keramahan masyarakat membuat ia merasa seperti di kampung halaman sendiri, menjadi alasan kuat untuk tetap bersama Laskar Sambernyawa.
“Semuanya tertata rapi di sini, terutama karena ini kampung halamannya. Suasananya damai, dan budayanya sangat cocok dengan saya. Pada saat yang sama, orang-orang bekerja keras,” ujar eks pemain PEC Zwolle dan De Graafschap itu.
“Satu orang bekerja di toko, yang lain berjualan kerupuk udang. Namun, semua orang tersenyum. Orang-orang di sini bersemangat. Ketika saya kembali, rasanya langsung seperti pulang ke rumah. Cuaca yang bagus dan mengenakan celana pendek sepanjang hari juga membantu,” lanjutnya.
View this post on Instagram


