Ketua PSSI, Erick Thohir, menegaskan bahwa Timnas Indonesia tidak akan selamanya mengandalkan pemain keturunan, khususnya di level junior. Alasannya karena hal itu bisa mematikan pembinaan pemain lokal. Namun, ia tidak menutup kemungkinan bagi pemain keturunan di tim senior.
Erick Thohir berpendapat bahwa pemain keturunan di tim senior merupakan langkah cepat (quick win) yang bisa diambil. “Untuk timnas senior, kita quick win? Kenapa? Ya kebetulan momentumnya dapat. Iya kan? Momentumnya dapat, gitu,” ujarnya. Ia melanjutkan, “Tapi, apakah terus ini dibangun pakai naturalisasi? Timnas U-17 naturalisasi? Timnas U-20 naturalisasi? Ya tidak dong. Pembinaan di bawahnya mati dong.”
Erick juga meluruskan kesalahpahaman tentang beberapa pemain diaspora di tim usia muda yang sering dianggap hasil naturalisasi. Ia mencontohkan Mathew Baker dan Welber Jardim yang ternyata sudah berpaspor Indonesia sejak awal.
“Kadang-kadang lupa, dibilang Mathew Baker naturalisasi. Bukan, Baker berpaspor Indonesia dan kita bangga. Bangga dia bermain di tim senior klubnya,” ucap Erick. Ia menambahkan, “Di timnas U-20, Jardim, bapaknya dulu bermain di Indonesia. Ibunya orang Indonesia. Jadi mempunyai paspor Indonesia.” Mengenai pemain lain, Erick Thohir berkata, “Jens Raven, ya kebetulan dia mau, ya kan?”
Perbandingan
Erick juga membandingkan dengan negara lain yang masif melakukan naturalisasi di level senior seperti Uni Emirat Arab dan Qatar. “Jadi kembali, kalau senior ya memang gimana? UEA mempunyai delapan pemain Brasil. Coba cek. Qatar, memang orang Qatar? Maroko…,” tuturnya, sambil menekankan, “Tapi, tanpa membunuh regenerasi talent pool.”
BACA JUGA: Persib Bandung Sukses Taklukkan Juara Liga Champions Asia 2014, Bojan Hodak Sumringah
Alasan Jarang Away
Selama menjadi Ketua PSSI, Erick Thohir mengatakan bahwa Timnas Indonesia lebih sering bermain di kandang selama periode FIFA Matchday. Timnas pernah menjamu Burundi, Palestina, Argentina, dan Turkmenistan.
Erick menjelaskan, alasan Timnas lebih sering bermain di Indonesia adalah karena banyaknya tim yang tertarik untuk merasakan atmosfer pertandingan. “Pilihan saja. Timnas putri sering bermain di luar negeri. Memang kebetulan pada tertarik bermain di sini. Mungkin gara-gara kita mengundang Argentina, jadi pengin coba di sini,” jelasnya.
Berdampak Positif untuk Ekonomi
Menurutnya, hal ini berdampak positif bagi ekonomi sepak bola nasional. “Banyak tim-tim itu juga ingin merasakan atmosfer Indonesia. Lihat saja bagaimana banyaknya YouTuber, influencer, orang asing, kalau Timnas Indonesia, pada datang bikin konten sekarang,” ujarnya.
Ia menambahkan, “Nah, ini kan bagus, ya, ketika kita membangun sepak bola ini, ekonomi sepak bola nasional juga dibangun, loh. Coba kalau kita ngomong bola sekarang, oh, ratingnya tinggi. Coba ngomong yang lain. Artinya kan apa? Ini ekonomi yang bagus,” tutupnya.
View this post on Instagram


