Manajer timnas Arab Saudi, Herve Renard, bergerak cepat untuk menyiapkan timnya menjelang babak krusial Kualifikasi Piala Dunia 2026. Timnya akan bersaing ketat dengan Indonesia dan Irak untuk memperebutkan satu tiket otomatis ke Piala Dunia 2026.
Dengan waktu kurang dari dua bulan, Renard memanfaatkan kesempatan untuk mengamati langsung performa para pemainnya.
Pantau Pemain
Sebagai bagian dari strateginya, pelatih asal Prancis ini terbang ke Hong Kong untuk menyaksikan Piala Super Arab Saudi 2025. Turnamen pramusim ini mempertemukan empat tim teratas Saudi Pro League: Al Ittihad, Al Qadisiyah, Al Ahli, dan Al Nassr. Pertandingan semifinal dijadwalkan pada hari Selasa, 19 Agustus 2025, dengan final empat hari kemudian.
Menurut media lokal Arriyadiah, “Renard ingin memantau performa para pemain Saudi dari Al-Ittihad, Al-Nasr, Al-Ahli, dan Al-Qadisiyah. Empat tim itu merupakan peserta turnamen. Tentu saja untuk menentukan level pemain yang akan diikutsertakan dalam pemusatan latihan tim nasional di Republik Ceska bulan depan.”
Mereka juga menambahkan, “Untuk tujuan yang sama, pelatih asal Prancis tersebut juga memantau persiapan klub-klub Arab Saudi di pemusatan latihan mereka di luar negeri untuk musim kompetisi baru.”
Program Latihan di Eropa
Setelah Piala Super selesai, program latihan timnas Arab Saudi berlanjut ke Eropa. The Green Falcons akan menjalani pemusatan latihan di Republik Ceko pada awal September 2025.
“Manajemen tim nasional Arab Saudi telah menyelesaikan semua pengaturan agar Skuad Falcons dapat tinggal di kota Praha dan Hradec Kralove, Republik Ceska, tempat berlangsungnya dua pertandingan persahabatan nanti,” tulis Arriyadiyah.
Selama di sana, mereka akan menghadapi dua laga uji coba untuk menguji kesiapan tim. “Selama pemusatan latihan, tim nasional Saudi akan menghadapi Makedonia Utara dan Republik Ceska pada 4 dan 8 September. Pertandingan pertama akan dimainkan di Praha dan pertandingan kedua di Hradec Kralove,” jelas media tersebut.
BACA JUGA: Nova Arianto Singgung Fokus Pemain Timnas U-17 Indonesia Setelah Kebobolan di Menit Akhir
Pelatih Irak
Dilansir dari media Irak, Winwin, Graham Arnold memastikan kalau dirinya membuka lebar pintu timnas untuk seluruh pemain. Pasalnya sebelumnya Jessus Cassas sedikit menggunakan pemain yang bermain di Liga Irak, namun di bawah asuhan Arnold, ia akan membuka kesempatan untuk siapa pun yang layak.
“Pelatih tim nasional Irak, Graham Arnold, telah memutuskan untuk menghapus garis merah yang dibuat oleh pendahulunya, Jesus Casas. Pelatih asal Spanyol tersebut telah memberikan garis merah kepada sejumlah pemain Irak, baik di dalam maupun luar negeri, karena ia tidak yakin dengan penampilan mereka, meskipun banyak tuntutan dan permohonan untuk memberi mereka kesempatan nyata,” ungkap sumber tersebut.
“Sementara Graham Arnold meyakinkan Asosiasi Sepak Bola Irak bahwa ia memantau dan mengikuti semua orang tanpa terkecuali, baik di Liga Primer Irak maupun pemain yang bermain di luar negeri. Oleh karena itu, tidak ada batasan, dan kesempatan terbuka bagi setiap pemain yang dapat tampil baik bersama Lions of Mesopotamia di pertandingan play-off kualifikasi Piala Dunia, dengan mempertimbangkan faktor pengalaman internasional.”
Persiapan dan Disiplin Arnold
Dengan waktu persiapan kurang dari dua bulan, Arnold fokus menyusun daftar pemain terbaik, termasuk mereka yang sudah lama tidak dipanggil. Ia sedang memantau pemain seperti bek klub Zakho, Ahmed Ibrahim, dan sejumlah nama lainnya. Pelatih berusia 62 tahun itu berharap dapat mengamati mereka dalam Piala Super Irak, meskipun turnamen ini terancam batal karena beberapa klub enggan berpartisipasi akibat waktu persiapan yang mepet.
Meskipun terlihat fleksibel dalam memanggil pemain, Arnold juga menerapkan disiplin tinggi. “Meskipun pelatih tim nasional Irak sangat fleksibel dalam berinteraksi dengan para pemain, ia juga menunjukkan ketegasan dalam beberapa aspek lain. Ia berbicara kepada orang-orang dekatnya dengan tegas bahwa tidak ada jaminan tempat di tim nasional Irak, dan setiap pemain dapat berubah tanpa terkecuali. Kesiapan akan menjadi satu-satunya kriteria untuk mengenakan seragam timnas Irak,” pungkas laporan Winwin.
View this post on Instagram


