Pemain timnas Indonesia, Kevin Diks kini memulai babak baru bersama tim dari Bundesliga, Borussia Monchengladbach. Pemain berusia 28 tahun ini telah melalui perjalanan yang panjang sebelum akhirnya menetap di Bundesliga.
Perjalanan Diks dimulai dari klub Belanda, Vitesse Arnhem, pada tahun 2014 hingga 2016. Kemudian, ia hijrah ke Italia untuk bergabung dengan Fiorentina dari tahun 2016 hingga 2021. Namun, di klub Italia ini, ia sempat empat kali dipinjamkan, yaitu ke Vitesse (2017), Feyenoord (2017-2018), Empoli (2019), dan Aarhus Gymnastikforening (AGF) (2019-2021).
Titik Stabil
Kariernya baru menemukan titik stabil saat ia bergabung dengan FC Copenhagen di Denmark pada tahun 2021. Selama empat tahun di sana, Diks mencatatkan 170 penampilan dengan raihan 22 gol, 20 assist, 27 kartu kuning, dan tiga kartu merah. Ia bahkan dipercaya menjadi kapten tim dan eksekutor penalti utama.
Musim panas 2025 menjadi momen penting bagi Diks. Pria kelahiran Apeldoorn, Belanda, 6 Oktober 1996, ini memutuskan untuk bergabung dengan Borussia Monchengladbach dengan kontrak lima tahun.
BACA JUGA: Djone Alexandre Nathanael Selangkah Lagi Realisasikan Impiannya Tampil di Piala Dunia U-17 2025
Alasan Pilih Monchengladbach
Adapun alasan Kevin Diks memilih Borussia Monchengladbach karena keseriusan tim untuk mendatangkannya. Sebetulnya ia memiliki banyak pilihan, namun keseriusan tim berjulukan Die Fohlen itu membuat ia memilihnya.
“Oke, mari kita mulai dengan alasan mengapa saya memilih Borussia Monchengladbach dan Bundesliga. Ya, ini hampir seperti keputusan yang jelas,” tutur Diks.
“Saya mendapat banyak minat dari klub lain, tetapi sejak awal, ketika saya masih memiliki kontrak satu tahun, agen saya memberi tahu bahwa mereka memiliki ketertarikan dan keyakinan kepada saya untuk menjadi pemain penting bagi klub.”
“Saya merasa harus mengambil langkah yang tepat dalam karier saya, tidak terlalu besar, tidak terlalu kecil. Tentu saya pikir ini adalah langkah yang sempurna bagi saya dalam segala hal,” lanjutnya.
Pilihan Ideal
Bagi Diks, Borussia Monchengladbach adalah pilihan ideal, bukan hanya untuk kariernya tetapi juga untuk keluarganya. Dukungan dari para penggemar juga membuatnya semakin yakin.
“Gaya bermain, kepercayaan kepada saya, klubnya luar biasa, klub yang kekeluargaan dan cocok untuk saya. Tidak jauh dari keluarga saya yang tinggal di Belanda. Untuk istri saya, ini sempurna,” ujarnya.
“Saya bisa tinggal di kota yang bagus. Saya pikir semua hal yang dibutuhkan untuk bergabung dengan sebuah tim sepak bola ada di sini. Para fans luar biasa. Hampir seperti keputusan yang sudah jelas.”
“Rasanya benar-benar luar biasa disambut dengan cara terbaik. Saya pikir semua orang di sini sangat baik sejak saya datang. Jadi itu sangat positif,” tutup Diks.
Goda dan Puji Rizky Ridho
Selain itu, Kevin Diks juga mengaku ada dua pemain timnas Indonesia yang sangat layak bermain di Bundesliga. Pertama ada Rizky Ridho dan kedua ada Jay Idzes. Namun kepindahan Jay Idzes ke Sassuolo membuatnya tak akan bergabung ke Bundesliga dalam waktu dekat.
“Ya ada banyak pemain Timnas Indonesia yang bisa bermain (di Bundesliga) dan berkembang sebagai pemain. Tapi saya pikir Ridho dan Jay cocok di Bundesliga. Sayangnya, Jay baru saja direkrut Sassuolo. Saya pikir itu langkah yang tepat untuknya. Kami banyak bicara, dan berkarier di Italia adalah hal yang sangat baik untuknya,” kata Diks.
“Saya pikir Ridho, saya sudah sering membicarakan ini. Jika bermain di Eropa akan sangat luar biasa baginya. Tentu saja Bundesliga adalah langkah besar untuknya. Tapi secara umum, Ridho perlu mengenal dirinya sendiri, dan saya rasa akan luar biasa jika dia bergabung sepak bola Eropa,” tutur Diks.
View this post on Instagram


