23Kehilangan besar menimpa Arema FC usai salah satu pemain muda andalannya, Achmad Maulana Syarif, harus menepi untuk waktu yang lama. Sang pemain dipastikan absen hingga akhir musim Super League 2025-2026 karena cedera Anterior Cruciate Ligament (ACL) yang dideritanya.
Cedera tersebut terjadi saat Singo Edan, julukan Arema FC, menghadapi Bhayangkara Presisi Lampung FC di Stadion Kanjuruhan Kepanjen, Kabupaten Malang, pada Jumat (22/8/2025) lalu. Di tengah laga yang berujung kemenangan 2-1 bagi Arema FC itu, Achmad Maulana harus meninggalkan lapangan pada menit ke-31 dan digantikan oleh Bayu Setiawan.
Salah Tumpuan
General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi, menjelaskan bahwa cedera yang dialami pemainnya bukanlah akibat benturan, melainkan kesalahan tumpuan. Ia juga menyampaikan keprihatinan atas hasil diagnosis.
“Dia cedera pas lawan Bhayangkara. Sebenarnya tidak ada benturan, cuma salah tumpuan saja. Cuma ternyata disayangkan setelah MRI dua kali, setelah kemarin dibawa ke dokter ortopedi untuk memastikan cederanya seperti apa,” ujar Yusrinal.
“Sudah di-judge kena ACL dan harus operasi. Jadi mungkin dia tidak bisa bertanding sampai akhir musim,” tambahnya.
BACA JUGA: Miliano Jonathans Tak Sabar Bermain untuk Timnas Indonesia
Cukup Serius
Dokter tim Arema, dr. Nanang Tri Wahyudi Sp.K.O, mengonfirmasi bahwa cedera lutut yang dialami Achmad Maulana cukup serius. “Memang cedera lutut ya dan ternyata cukup serius, sehingga kita lakukan MRI dan konsultasikan ke spesialis ortopedi. Kemungkinan akan melakukan operasi,” kata dr. Nanang, dokter yang juga merupakan bagian dari layanan Orthopaedic Sports and Wellness (OSW) di Persada Hospital.
“Kita belum dapat jadwalnya, mungkin minggu ini. Kita harapkan pemulihannya berjalan lancar, semoga musim depan sudah bisa bermain lagi. Kalau memang operasi, musim ini sudah tak bisa lagi,” imbuhnya.
Tidak Sebentar
Ia menambahkan, pemulihan cedera ACL memerlukan waktu yang tidak sebentar. Standar normal untuk rehabilitasi jenis cedera ini memakan waktu sembilan bulan, bahkan idealnya satu tahun.
“Fisioterapi penyembuhan luka, pemulihan fungsi lututnya, kemudian memperkuat struktur sendinya untuk aktivitas intensitas tinggi itu biasanya sekitar sembilan bulan. Kalau diburu-buru rawan cedera ulang untuk kasus cedera seperti ini,” ujar dr. Nanang.
Kehilangan Achmad Maulana menjadi pukulan telak bagi tim, sebab ia adalah pemain penting di lini pertahanan kanan. Tidak hanya bagi Arema FC, tetapi juga timnas U-23 Indonesia. Seperti diketahui bahwa ia merupakan bagian dari Timnas U-23 Indonesia di Piala AFF U-23 2025. Ini juga yang menjadi alasan ia tidak dipanggil saat tim akan berlaga di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026.
Pelatih Marcos Santos kini harus mencari solusi untuk mengisi posisi tersebut. Di sisi lain, manajemen klub menegaskan komitmen penuh untuk mendukung proses pemulihan Achmad Maulana, dengan harapan sang pemain dapat kembali bermain lebih kuat di kompetisi musim depan.
View this post on Instagram


