Sebuah gebrakan luar biasa terjadi di dunia bulutangkis Indonesia. Pada hari Sabtu, 6 September 2025, Ultra Badminton Hall BSD menjadi saksi bisu dari event yang sangat “pecah”. Tak sampai situ, event ini juga menciptakan fondasi baru untuk bulutangkis wanita di Tanah Air. Dengan tajuk Ladies On Court, turnamen ini berhasil mengumpulkan hampir 200 perempuan peserta dari berbagai usia dan tingkat kemampuan.
Event ini bukan sekadar turnamen biasa, Ladies On Court juga sukses mengakomodasi massa hingga 350 orang. Hal ini membuktikan antusiasme yang luar biasa. Total hadiah yang ditawarkan pun tak main-main, mencapai Rp 75.000.000. Angka ini menunjukkan keseriusan dan komitmen penyelenggara untuk mengapresiasi para pebulutangkis perempuan.
Turnamen ini semakin bergengsi dengan dukungan dari berbagai brand ternama. Mulai dari Holywings Store, Gosen Indonesia, Asics Badminton, Eggcited, Sari Roti, Batik Ratu, Kendra Shuttlecock, Bulueyes, Jus Kode, Yugen Aesthetic, Ikari Water Filter, Ionesia, Pokka, dan Ultra Badminton Hall. Ditambah lagi dengan kehadiran RS ST. Carolus Gading Serpong sebagai medical partner. Tak sampai situ, Ladies On court juga turut berkolaborasi dengan media partner handal seperti Jebreeet Media, Nabs CN, SmashKokMedia, Skyla Studio dan PBEEP (Persatuan Bulutangkis Emak-Emak Perkasa) juga membuat gaung Ladies On Court semakin terasa di mana-mana.
Dari Hobi Hingga Kompetisi Positif

Ladies On Court lahir dari semangat dua perempuan hebat, Alvina Taslim dan Christine Ananta. Awalnya, ide ini bermula dari pengalaman mereka sebagai ibu rumah tangga yang tetap ingin menyalurkan kecintaan terhadap bulutangkis. “Kami melihat banyak perempuan, khususnya ibu-ibu yang gemar bermain bulutangkis, tapi belum ada wadah yang bisa mengakomodasi jiwa berkompetisi mereka secara positif,” ujar Alvina.
Christine Ananta menambahkan bahwa mereka ingin menciptakan sebuah ruang di mana para perempuan bisa bersatu, menunjukkan kemampuan mereka, dan saling menginspirasi. “Kami ingin membuktikan bahwa status dan usia bukanlah halangan untuk terus berprestasi, apalagi di bidang yang kita cintai.”
Awalnya, turnamen ini direncanakan hanya untuk kategori ibu-ibu atau perempuan yang sudah menikah. Namun, animo yang membludak dari berbagai kalangan usia membuat panitia memutuskan untuk membuka kategori yang lebih luas. Akhirnya, Ladies On Court memiliki tiga kategori: Beginner, Intermediate, dan VIP, yang memastikan setiap peserta dapat berkompetisi sesuai dengan level mereka.
Bukan Hanya Turnamen, Tapi Festival Perempuan Berdaya

Lebih dari sekadar pertandingan, Ladies On Court juga menjadi sebuah festival yang merayakan kekuatan perempuan. Di area bazaar, para perempuan pemilik UMKM berkesempatan untuk mempromosikan dan menjual produk mereka. Beberapa tenant yang berpartisipasi di antaranya adalah Jus Kode, Eggcited, Yugen Aesthetic Clinic, Holywings Store, Cemal Cemil Raos, Gosen Indonesia, Jajanan Suka-Suka, Powds, Habi Pasta & Sandwich, Wedang Nyonya, Dapoer Mak Gin, Dapur Mami Jen dan Ibuk Cooking.
Event ini semakin meriah dengan berbagai kegiatan di luar lapangan. Mulai dari fun games yang unik (seperti bulutangkis sambil duduk), sesi membuat konten bersama, hingga bagi-bagi hadiah yang menggiurkan. Tak tanggung-tanggung, panitia membagikan berbagai hadiah, mulai dari roti tawar, batik, jersey olahraga, hingga emas.
Acara semakin hidup dengan penampilan dance dari Skyla Studio dan kepiawaian MC kondang, Shida KW, yang sukses mengocok perut penonton. Semuanya berpadu menjadi satu harmoni yang membuktikan bahwa Ladies On Court adalah sebuah terobosan baru yang patut diperhitungkan di kancah bulutangkis Indonesia. Event ini tak hanya akan dikenang sebagai turnamen, melainkan juga sebagai perayaan bagi seluruh perempuan yang mencintai bulutangkis.

View this post on Instagram


