Close Menu
JebreeetmediaJebreeetmedia
    What's Hot

    Hadirkan 21 Kategori, Santini JMTV Awards 2025 Siap Digelar

    December 11, 2025

    ISFEX 2025 Platform Pertumbuhan Industri Olahraga, Terasa Lebih Besar dan Meriah

    November 8, 2025

    ISFEX 2025 Kembali Digelar, Siap Pacu Inovasi Fasilitas Olahraga Nasional

    October 24, 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Sepakbola Internasional
    • Bulutangkis
    Facebook X (Twitter) Instagram
    JebreeetmediaJebreeetmedia
    • Home
    • Sepakbola Internasional
      • Liga Inggris
      • Liga Italia
      • Liga Spanyol
      • Liga Champion/Europa
      • Timnas Mancanegara
    • Sepakbola Nasional
      • Liga 1
      • Timnas
    • Bulutangkis
    • Jebreeet
      • Jebreeet Talk
      • Jebreeet Tips
    • Tranmere Rovers
    • Merchandise
    JebreeetmediaJebreeetmedia
    Home » Sang Juara di Bicara Juara: Ade Rai, Berawal dari Modal 5 Juta ke Amerika Serikat Hingga ke Juara Dunia
    Jebreeet

    Sang Juara di Bicara Juara: Ade Rai, Berawal dari Modal 5 Juta ke Amerika Serikat Hingga ke Juara Dunia

    Jebreeet MediaBy Jebreeet MediaJuly 14, 2023No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ade Rai, lebih dulu menggeluti bulu tangkis sebelum akhirnya menjadi atlet tersohor binaraga.
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Tak banvak mungkin yang memiliki garis hidup seperti Ade Rai. Dalam perjalanan karier, ia mengusahakan segalanya sendiri. Mulai dari mencari modal hingga mendalami binaraga secara otodidak.

    Sejak kecil, Ade Rai meyakini bahwa olah raga membuat dirinya jadi bergairah. Berawal dari cita-cita menjadi atlet badminton profesional, ia mampu tembus ke pelatnas Cipayung.

    Akan tetapi, ia merasa persaingan di Cipayung cukup kompetitif. Pergerakan badannya juga tak terlalu atletis.

    “Pinginnya sih jadi atlet bulutangkis. Hanya mungkin karena persaingan yang ketat dan potensi saya yang kurang bagus, saya pun gagal,” ujar Ade Rai.

    Ia pun beralih ke cabang binaraga. Peralihan itu juga tak lantas menemui jalan mudah. Ade Rai mendalami binaraga secara otodidak. Modal awalnya hanyalah semangat kuat dan kerja keras. Beragam buku referensi soal latihan-latihan dasar binaraga ia lahap habis.

    Jalan pun mulai terbentang kala ia merebut medali perak di PON 1993 dan mendapat hadiah uang Rp 5 juta. Setahun berikutnya, uang tersebut ia jadikan modal terbang ke Amerika Serikat untuk makin mendalami binaraga.

    Berbekal tekadnya untuk menjadi yang terbaik dan ilmu yang didapatnya di Amerika Serikat, Ade Rai mulai berhasil merebut beberapa gelar.

    Diawali gelar Musclemania 1996, ia makin berhasrat untuk menjadi yang terbaik, hingga akhirnya sukses merebut Superbody 2000. Beragam gelar itu makin terasa manis lantaran dirinya benar-benar merangkak dari level amatir.

    “Mulai dari juara wilayah, juara daerah, lalu juara nasional di tahun 1994, juara Asia di tahun 1995, hingga akhirnya juara dunia di tahun 1996. Tubuh saya adalah ekspresi karya seni,” ujar Ade Rai.

    Kala memutuskan pensiun di tahun 2000, Ade Rai mengakui bahwa apa yang diraihnya selama menjadi atlet binaraga, sudah jauh melebihi dari apa yang diimpikannya.

    Kini, namanya tak hanya kondang sebagai atlet, tapi juga sudah menjadi figur publik, penulis buku, dan pakar kesehatan. Ia merupakan sosok legendaris di dunia olah raga Indonesia, khususnya di cabang binaraga.

    Dalam program Juara Bicara yang diprakarsai Jebreeetmedia, Ade Rai akan lebih banyak menuangkan pengalaman dan perjalanan panjang kariernya. Acara tersebut akan dilaksanakan pada 19 Juli 2023 di Usmar Ismail Hall, Jakarta Selatan.

    Seluruh informasi mendetail terkait kegiatan tersebut bisa dilihat di akun media sosial Jebreeetmedia.

    Ade Rai bicara juara binaraga Jebreeetmedia medali emas musclemania
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email

    Related Posts

    Hadirkan 21 Kategori, Santini JMTV Awards 2025 Siap Digelar

    December 11, 2025

    ISFEX 2025 Kembali Digelar, Siap Pacu Inovasi Fasilitas Olahraga Nasional

    October 24, 2025

    Duo Visioner di Balik Ladies On Court, Alvina Taslim dan Christine Ananta

    September 9, 2025

    Ladies On Court, Kala Wanita Berkompetisi di Atas Lapangan Lewat Irama dari Shuttlecock

    September 9, 2025
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Editors Picks

    Hadirkan 21 Kategori, Santini JMTV Awards 2025 Siap Digelar

    December 11, 2025

    ISFEX 2025 Kembali Digelar, Siap Pacu Inovasi Fasilitas Olahraga Nasional

    October 24, 2025

    Duo Visioner di Balik Ladies On Court, Alvina Taslim dan Christine Ananta

    September 9, 2025

    Ladies On Court, Kala Wanita Berkompetisi di Atas Lapangan Lewat Irama dari Shuttlecock

    September 9, 2025

    Hadirkan 21 Kategori, Santini JMTV Awards 2025 Siap Digelar

    December 11, 2025

    ISFEX 2025 Platform Pertumbuhan Industri Olahraga, Terasa Lebih Besar dan Meriah

    November 8, 2025

    ISFEX 2025 Kembali Digelar, Siap Pacu Inovasi Fasilitas Olahraga Nasional

    October 24, 2025

    Duo Visioner di Balik Ladies On Court, Alvina Taslim dan Christine Ananta

    September 9, 2025
    Jebreeetmedia
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
    • Home
    • Sepakbola Internasional
    • Bulutangkis
    • Jebreeet
    © 2026 Jebreeetmedia. Maintained by kreasiMAYA. Hak cipta dilindungi oleh undang-undang.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.