Close Menu
JebreeetmediaJebreeetmedia
    What's Hot

    Hadirkan 21 Kategori, Santini JMTV Awards 2025 Siap Digelar

    December 11, 2025

    ISFEX 2025 Platform Pertumbuhan Industri Olahraga, Terasa Lebih Besar dan Meriah

    November 8, 2025

    ISFEX 2025 Kembali Digelar, Siap Pacu Inovasi Fasilitas Olahraga Nasional

    October 24, 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Sepakbola Internasional
    • Bulutangkis
    Facebook X (Twitter) Instagram
    JebreeetmediaJebreeetmedia
    • Home
    • Sepakbola Internasional
      • Liga Inggris
      • Liga Italia
      • Liga Spanyol
      • Liga Champion/Europa
      • Timnas Mancanegara
    • Sepakbola Nasional
      • Liga 1
      • Timnas
    • Bulutangkis
    • Jebreeet
      • Jebreeet Talk
      • Jebreeet Tips
    • Tranmere Rovers
    • Merchandise
    JebreeetmediaJebreeetmedia
    Home » Jejak Basket Netball dan Harmoni Gender: Mengenal Lebih Jauh tentang Korfball
    Jebreeet

    Jejak Basket Netball dan Harmoni Gender: Mengenal Lebih Jauh tentang Korfball

    Jebreeet MediaBy Jebreeet MediaFebruary 26, 2024No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Di lapangan korfball, dua tim bertemu dengan tujuan simpel: melemparkan bola ke keranjang setinggi 3.5 meter tanpa jaring. Dengan delapan pemain dalam setiap tim, terdiri dari empat wanita dan empat pria, setiap pertandingan adalah pertunjukan kekompakan tim, ketangkasan, dan ketepatan dalam setiap lemparan.

    Sejarah Korfball
    Korfball berasal dari pikiran seorang guru Belanda bernama Nico Broekhuysen pada tahun 1902. Terinspirasi dari permainan Swedia “ringboll”, korfball dengan cepat menyebar ke berbagai belahan dunia.

    Korfball: Olahraga Tim Campuran Satu-satunya di Dunia
    Dalam korfball, tim terdiri secara setara dari pemain pria dan wanita. Ini menciptakan lingkungan sosial unik di mana kedua jenis kelamin bermain bersama dengan sepenuhnya setara. Korfball dimainkan dengan tangan, membutuhkan keterampilan, ketangkasan, dan kerjasama tim.

    Pemain hanya bertentangan dengan anggota jenis kelamin mereka sendiri, memastikan permainan yang adil. Setiap pemain harus memiliki keterampilan dalam bertahan, menyerang, melempar, dan mendukung rekan setimnya.

    Lapangan Korfball
    Lapangan korfball berukuran 40 × 20 meter, dibagi menjadi zona serangan dan pertahanan. Setiap tim menempatkan dua wanita dan dua pria di setiap zona, dengan pertukaran zona setiap kali dua gol tercipta.

    Poin dan Penilaian
    Poin didapatkan saat bola melewati keranjang lawan. Setiap bola yang jatuh ke dalam keranjang dihitung sebagai 1 poin. Gol bisa dicetak dengan tembakan jarak jauh, bola berjalan, atau tembakan dari jarak dekat. Ada juga lemparan penalti dan lemparan bebas yang bisa mencetak gol.

    Bertahan dan Strategi Pertahanan
    Strategi bertahan dalam korfball melibatkan taktik yang cerdas. Pemain bertahan harus menghalangi tembakan lawan dengan memperpanjang lengan. Jika berhasil, lawan tidak diizinkan untuk menembak ke keranjang.

    Mengesankan di Panggung Internasional
    Korfball telah menjadi olahraga yang populer di seluruh dunia, dimainkan di Afrika, Amerika, Asia, Eropa, dan Oseania. Sebagai anggota IKF, olahraga ini diakui oleh IOC dan telah menjadi bagian dari berbagai acara internasional, termasuk Olimpiade 1920 di Antwerp dan Olimpiade 1928 di Amsterdam.

    Dari lapangan korfball lokal hingga panggung internasional, setiap lemparan adalah kesempatan untuk merayakan kebersamaan dan kemenangan bersama. Korfball adalah olahraga yang tidak hanya memperkuat fisik, tetapi juga memupuk semangat harmoni dan kerjasama antar jenis kelamin.

     

    View this post on Instagram

     

    A post shared by JEBREEETmedia (@jebreeetmedia)

    Korfball Nico Broekhuysen
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email

    Related Posts

    Hadirkan 21 Kategori, Santini JMTV Awards 2025 Siap Digelar

    December 11, 2025

    ISFEX 2025 Kembali Digelar, Siap Pacu Inovasi Fasilitas Olahraga Nasional

    October 24, 2025

    Duo Visioner di Balik Ladies On Court, Alvina Taslim dan Christine Ananta

    September 9, 2025

    Ladies On Court, Kala Wanita Berkompetisi di Atas Lapangan Lewat Irama dari Shuttlecock

    September 9, 2025
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Editors Picks

    Hadirkan 21 Kategori, Santini JMTV Awards 2025 Siap Digelar

    December 11, 2025

    ISFEX 2025 Kembali Digelar, Siap Pacu Inovasi Fasilitas Olahraga Nasional

    October 24, 2025

    Duo Visioner di Balik Ladies On Court, Alvina Taslim dan Christine Ananta

    September 9, 2025

    Ladies On Court, Kala Wanita Berkompetisi di Atas Lapangan Lewat Irama dari Shuttlecock

    September 9, 2025

    Hadirkan 21 Kategori, Santini JMTV Awards 2025 Siap Digelar

    December 11, 2025

    ISFEX 2025 Platform Pertumbuhan Industri Olahraga, Terasa Lebih Besar dan Meriah

    November 8, 2025

    ISFEX 2025 Kembali Digelar, Siap Pacu Inovasi Fasilitas Olahraga Nasional

    October 24, 2025

    Duo Visioner di Balik Ladies On Court, Alvina Taslim dan Christine Ananta

    September 9, 2025
    Jebreeetmedia
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
    • Home
    • Sepakbola Internasional
    • Bulutangkis
    • Jebreeet
    © 2026 Jebreeetmedia. Maintained by kreasiMAYA. Hak cipta dilindungi oleh undang-undang.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.