Bertajuk Super Sunday, laga Arsenal menjamu Manchester City, Minggu (2/2), benar-benar menyajikan keseruan tersendiri, khususnya bagi kubu tuan rumah.
The Gunners menang besar 5-1 berkat gol-gol yang dicetak Martin Odegaard (menit 2’), Thomas Partey (56’), Myles Lewis-Skelly (62’), Kai Havertz (76’), dan Ethan Nwaneri (90+3).
Sementara itu, satu-satunya gol The Citizens dicetak bomber utama mereka, Erling Haaland (55’). Gol Haaland sebenarnya menjadi gol penyeimbang kedudukan (1-1). Namun, Arsenal justru mengamuk setelah gol tersebut.
Dilansir dari berbagai sumber, berikut ini merupakan 10 fakta menarik yang layak menjadi perbincangan.
- Tanda-tanda kemenangan di masa turun minum
Tanda-tanda Arsenal bakal meraih hasil positif atas City sudah bisa tampak saat turun minum. Pasalnya, mereka unggul 1-0.
Menurut Squawka, skuat Meriam London tak pernah terkalahkan di 30 laga kandang terakhir di ajang Premier League saat unggul di 45 menit awal.
City sebenarnya menjadi tim terakhir yang mampu membalikkan ketertinggalan dari Arsenal di Emirates Stadium, yakni pada Januari 2022. Kala itu, skuat Manchester Biru berhasil menang 2-1 meski tertinggal 0-1 di paruh pertama laga.
2. Performa bagus Lewis-Skelly (1) – pencetak gol termuda (1)
Full back kiri Arsenal, Myles Lewis-Skelly, menjadi salah satu nama yang mencuat di laga ini berkat sumbangsih satu golnya. Ia mencetak gol ketiga Arsenal.
Berhubung usianya baru 18 tahun dan 129 hari, ia tercatat sebagai pencetak gol termuda ke gawang tim juara bertahan di sepanjang sejarah Premier League setelah gol Wayne Rooney (masih berseragam Everton) ke gawang Arsenal di Maret 2023. Kala itu, Rooney baru berusia 17 tahun dan 150 hari.
3. Performa bagus Lewis-Skelly – pencetak gol termuda (2)
Khusus di kubu internal Arsenal, Lewis-Skelly juga tercatat sebagai pencetak gol termuda kedua ke gawang Manchester City di ajang Premier League, setelah Lee Cattermole pada April 2006. Kala itu, usia Cattermole baru 18 tahun dan 12 hari).
4. Performa bagus Lewis-Skelly – selebrasi ala Haaland
Namun, dibanding dua fakta statistik di atas, momen yang paling menyita perhatian dari Lewis-Skelly adalah kala melakukan selebrasi golnya.
Ia meniru gaya selebrasi yang sempat menjadi salah satu trademark Haaland, yakni dengan duduk bersila layaknya orang bersemedi.
Meski tak langsung mengkonfrontasi Lewis-Skelly, Haaland tetap menunjukkan rasa tak puasnya di akhir laga. Ia tampak beberapa kali beradu mulut dengan pemain-pemain Arsenal.
5. Lewis-Skelly dan Nwaneri (1): Dua pencetak gol di bawah 19 tahun
Selain Lewis-Skelly, Arsenal juga kebagian satu gol dari pemain muda mereka lainnya, yakni Ethan Nwaneri. Ia mencetak gol penutup laga.
Menurut Squawka, ini merupakan kali kedua di sepanjang sejarah Premier League ada dua pemain berusia di bawah 19 tahun dari satu tim yang mampu mencetak gol dalam satu laga.
Yang pertama adalah kala dua pemain muda Everton, yakni James Vaughan dan Victor Anichebe, mencetak gol ke gawang Fulham pada April 2007.
6. Lewis-Skelly dan Nwaneri (2): Pencetak gol termuda versus Guardiola
Berkat golnya masing-masing, Lewis-Skelly dan Nwaneri juga turut mencoreng kiprah panjang pelatih Manchester City, Pep Guardiola, di Eropa.
Pasalnya, kedua pemain tersebut langsung masuk dalam daftar 5 besar pemain muda yang mampu membobol gawang tim asuhan Guardiola.
Nwaneri menjadi pencetak gol termuda kedua vs tim asuhan Guardiola (setelah Jude Bellingham/17 tahun dan 289 hari). Sedangkan Lewis-Skelly masuk ke peringkat lima. Ia cuma kalah “muda” dari Niklas Sule dan Kylian Mbappe.
7. Kisah 36 umpan berujung gol penutup
Gol penutup kemenangan Arsenal yang dicetak Nwaneri makin bertambah spesial jika berkaca pada proses lahirnya.
Pasanya menutur Opta, para pemain Arsenal sempat melakukan kombinasi 36 umpan yang akhirnya berujung dengan gol tersebut. Yang kerennya lagi, ke-36 umpan itu bahkan melibatkan seluruh 10 pemain outfield Arsenal.
Menurut Opta, jumlah kombinasi 36 umpan itu merupakan jumlah umpan terbanyak yang berujung gol di Premier League sejak September 2023.
8. Tim kedua yang mampu bobol lima gol ke gawang City (setelah Leicester)
Berkat kemenangan 5-1 ini, Arsenal menjadi tim kedua yang mampu mencetak lima gol ke gawang City asuhan Guardiola. Sebelumnya pada tahun 2020, Leicester menjadi tim pertama yang mampu menorehkan catatan mengesankan tersebut.
9. Patahkan dominasi City
Kemenangan ini juga setidaknya mematahkan dominasi City atas Arsenal. Pasalnya, ini merupakan kemenangan 4+ gol pertama Arsenal kontra City sejak 2003.
Sebelumnya, The Gunners tak pernah sekalipun menang atas The Citizens dalam 15 pertemuan terakhir di kancah Premier League. Kini, Arsenal sudah tak terkalahkan dari sang lawan di empat pertemuan terakhir.
10. Kiprah keren Arteta
Arteta ikut kebagian hasil individu bagus lewat kemenangan ini. Dilansir Squawka, ini merupakan kali pertama Arsenal tak terkalahkan di 14 laga liga secara beruntun, semenjak ditangani pelatih asal Spanyol tersebut.
Khusus rivalitasnya dengan Guardiola, ini juga merupakan kali pertama Arteta mampu tak terkalahkan di lima laga kontra sang kompatriotnya itu. Rinciannya berupa dua kemenangan dan tiga hasil imbang.
Catatan lima laga tak terkalahkan versus skuat asuhan Guardiola itu sudah membuat Arteta sejajar dengan Thomas Tuchel (2016-2021) dan Juergen Klopp (2021-2022).
11. Havertz suka bersua City
Nama Havertz juga layak mendapat kredit lantaran ia menjadi satu-satunya pemain yang mampu menorehkan satu gol dan satu assist di laga ini.
Keterlibatan langsung Havertz dalam dua gol itu juga menjadikan City sebagai tim lawan yang paling sering terimbas kontribusi golnya.
Menurut Squawka, Havertz sudah terlibat langsung dalam lima proses gol ke gawang City sejak ia berseragam Arsenal. Rinciannya berupa dua gol dan tiga assists.
===


