Real Madrid merasakan kemenangan pertama di era Xabi Alonso. Dalam lanjutan FIFA Club World Cup 2025, El Real menang 3-1 atas Pachuca di Bank of America Stadium, Charlotte, pada Minggu (22/6). Hasil yang menarik karena beberapa hal, terutama ketangguhan sosok penting seperti di final Liga Champion 2022 saat mengalahkan Liverpool.
Gak Panik.
Madrid mesti tampil dengan 10 pemain etelah Raul Asencio dikartu merah saat laga baru memasuki menit ketujuh. Sebagai pemain terakhir sebelum kiper, sang bek menarik jatuh Salomon Rondon. Meski begitu, Xabi Alonso tidak segera membuat pergantian. Tiga bek lainnya, Dean Huijsen, Trent Alexander-Arnold, dan Fran Garcia, tidak mendapat penguatan dari bangku cadangan. Aurelien Tchouameni ditarik mundur untuk mendampingi Huijsen.
2 Gol 8 Menit.
Pachuca memanfaatkan kelebihan jumlah pemain, Madrid untuk menekan. Namun, selusin tembakan klub Meksiko itu, dengan 5 shot on goal, tak menemui hasil.
Di paruh pertama ini, Madrid membuat 2 shot on goal dari 5 percobaan. Hasilnya, El Real bisa mencetak dua gol dalam 8 menit di pengujung babak pertama, Jude Bellingham membuka skor (35′) dari operan Fran Garcia. Arda Guler (43′) menambah keunggulan dari sodoran Gonzalo Garcia.
Bukan Belakang.
Alonso baru melakukan pergantian pemain saat turun minum, itu pun bukan di lini belakang. Brahim Diaz masuk menggantikan Gonzalo Garcia. Pergantian berikutnya pada menit ke-60, kembali bukan untuk pertahanan. Luka Modric dan Dani Ceballos masing-masing menggantikan Guler dan Bellingham. Madrid bisa menambah gol melalui Federico Valverde (70′) dari assist Diaz.
Rudiger Masuk, Pachuca Gol.
Satu-satunya pergantian buat lini defensif yang dibuat Alonson adalah pada menit ke-78, yakni Antonio Rudiger menggantikan TAA. Pachuca malah dapat memperkecil ketertinggalan dua menit kemudian melalui Victor Guzman.
Efisien Abis.
Los Blancos bisa melewati ujian pertahanan di laga ini. Pachuca membuat total 25 tembakan, 11 di antaranya mengarah ke gawang. Madrid tampil sangat efisien. Raksasa Spanyol itu hanya membuat total delapan percobaan, dengan 3 shot on goal. Statistik yang juga menarik adalah 57% penguasaan bola Madrid.
Courtois Tangguh.
Saat Alonso tega membiarkan pertahanannya dibombardir, Madrid mesti berterima kasih kepada kiper Thibaut Courtois. Kiper Belgia itu membuat 10 penyelamatan, sementara kiper Pachuca, Moreno, tak membuat sebiji pun penyelamatan. Kiprah ini mirip saat Courtois membuat frustrasi Liverpool di final Liga Champion 2022, saat membuat 9 penyelamatan.
View this post on Instagram


