Dari lapangan bulu tangkis ke lapangan hijau, perjalanan Shafira Ika Putri Kartini menuju kapten Timnas Putri Indonesia penuh lika-liku. Titik baliknya terjadi saat ia memimpin Garuda Pertiwi meraih gelar juara Piala AFF Putri 2024 di Laos. Tentu saja pencapaian yang membekas paling dalam di hati sang pemain.
“Setelah mungkin sembilan tahun aku di Timnas, akhirnya bisa merasakan juara bareng Timnas di AFF 2024 kemarin, itu salah satu kebanggaan yang memorable banget di otak aku,” kenang Shafira dengan penuh emosi.
Ujian Terberat Sebagai Atlet
Sebelum mencium trofi kemenangan, Shafira Ika harus melewati momen paling menghancurkan dalam kariernya. Cedera patah tulang rahang nyaris memaksanya gantung sepatu. Namun, justru di titik terendah itulah karakter pejuangnya terbentuk.
“Itu pas lawan Arab Saudi tahun 2020, karena itu pertama kali aku main lagi setelah cedera. Hampir setahun aku nggak bisa main bola, tapi akhirnya aku bisa lewati trauma itu dan balik main dengan rasa happy lagi,” tuturnya tentang momen comeback penuh makna.
Dari Raket ke Si Kulit Bundar
Asal-usul Shafira sebagai atlet bulu tangkis provinsi di Bangka Belitung berubah drastis setelah cedera pergelangan tangan. Ketertarikannya pada sepak bola muncul secara tak sengaja saat melihat adiknya berlatih di SSB, pilihan yang awalnya ditentang keras keluarganya.
“Awalnya aku nggak direstuin sama ayah dan mama karena sepak bola itu keras dan identik sama cowok. Tapi aku yakinin mereka kalau aku nyaman dan bahagia main bola. Lama-lama mereka luluh, asal aku disiplin dan serius,” cerita Shafira tentang perjuangan meyakinkan orang tuanya.
Jejak Karier yang Menginspirasi
Perjalanan profesional Shafira dimulai dari klub-klub lokal sebelum akhirnya menancapkan bendera di Arema Putri sebagai kapten. Prestasinya terus menanjak hingga menjadi tulang punggung Timnas Putri Indonesia di berbagai ajang internasional.
Kini, sebagai bek tengah andalan, Shafira tak hanya diandalkan di lini pertahanan tapi juga menjadi sosok pemimpin yang menginspirasi generasi muda. Gelar juara Piala AFF 2024 menjadi pembuktian bahwa kerja keras dan konsistensinya membuahkan hasil.
Menatap Tantangan Baru
Bersama Timnas Putri Indonesia, Shafira kini bersiap menghadapi dua laga penting di FIFA Women’s Matchday akhir Mei 2025. Pertandingan melawan Yordania dan Bangladesh di King Abdullah Stadium akan menjadi ujian berikutnya untuk membuktikan bahwa kemenangan atas Arab Saudi bukanlah kebetulan.
Dengan semangat pantang menyerah yang terpupuk sejak masa sulitnya dulu, Shafira siap menorehkan babak baru dalam sejarah sepak bola perempuan Indonesia. Setiap langkahnya di lapangan hijau terus menjadi inspirasi bagi mereka yang berani bermimpi besar.
View this post on Instagram


