Pasangan ganda putra Indonesia, Sabar Karyaman/M. Reza Pahlevi berhasil lolos ke semifinal usai menang atas wakil Malaysia yang juga diplot sebagai unggulan pertama, Goh Szei Fei/Nur Izzuddin, 21-19, 9-21, dan 21-19, Jumat (6/6).
Dengan demikian, Sabar/Reza menyusul Fajar Alfian/M. Rian Ardianto yang di laga sebelumnya juga sukses meraih tiket ke semifinal usai menang dari pasangan China, Huang Di/Liu Yang, dengan skor 21-19, 21-19.
Berikut beberapa faktor menarik kemenangan Sabar/Reza atas Goh/Izzuddin.
- Berkat 4 poin akhir beruntun
Selain kalah jauh 9-21 di gim kedua, perjuangan keras Sabar/Reza juga tercermin di dua gim yang berhasil mereka menangi dengan skor ketat identik 21-19.
Khususnya di gim terakhir. Pasalnya, kedua pasangan saling susul menyusul skor. Sempat unggul 5-0, Sabar/Reza sempat balik tertinggal 5-6.
Begitu pula ketika sudah unggul 14-11, Sabar/Reza malah kecolongan enam poin beruntun hingga balik tertinggal 14-17 dan 17-19.
Beruntung di kedudukan genting tersebut, Sabar/Reza mampu mendulang empat poin akhir secara beruntun guna menutup laga dengan kemenangan.
2. Reza memaksakan diri meski cedera
Pada beberapa momen di tengah laga, Reza tampak menahan nyeri di kakinya. Beberapa kali pula ia meminta rehat sejenak, namun ditolak wasit.
Ketika sesi jumpa pers usai laga, Reza juga tak muncul. Sabar justru hadir ditemani Hendra Setiawan selaku pelatih.
“Dari kemarin, kondisi Reza memang tidak 100% fit, cenderung memaksakan untuk main. Cuma karena kita punya tekad dan ingin mencoba yang terbaik. Dari babak pertama kita tidak ada ekspektasi apapun, ingin menangnya pasti ada,” ujar Sabar
“Tapi dengan kondisi Reza beberapa hari ini, dia bilang ke saya, ‘ini kondisi agak berat nih, karena berdiri aja sakit, duduk sakit, tiduran sakit.’Tapi alhamdulillah, berkat bantuan banyak pihak seperti dari tim medis, sangat membantu untuk recovery Reza, jadi kita bisa melangkah ke semifinal,” lanjut Sabar.
3. Dukungan penonton luar biasa
Sabar juga mengungkapkan bahwa salah satu faktor dari kemenangan ini adalah karena dukungan yang luar biasa dari publik Istora.
“Hari ini, crowd-nya sangat luar biasa, ramai banget. Itu untuk saya pribadi menambah semangat. Tadi benar-benar bising banget di lapangan. Saya happy banget banyak badminton lovers yang nonton, yang dukung,” ujar Sabar.
4. Diingatkan Hendra untuk sabar dan fokus
Faktor lain yang turut berperan adalah bagaimana Sabar/Reza mampu mengikuti instruksi Hendra untuk tetap fokus. Apalagi, laga berjalan sangat alot dan saling kejar-mengejar skor.
“Tadi, kita sempat unggul, terus kesusul, terus unggul lagi, kita coba fokus poin demi poin. Koh Hendra juga selalu bilang dari belakang ‘Kontrol, sudah poin kritis, yakin aja, jangan pikirin banyak hal’ dan alhamdulillah bisa berbuah manis.
5. Hendra ikut tegang: “Mending main deh”
Meski memberi arahan dari belakang kepada Sabar/Reza untuk tetap fokus, Hendra selaku pelatih ternyata juga diliputi ketegangan.
“Ini pertama kali saya jadi pelatih di Istora. Ya, tegang juga rasanya, mendingan main kayanya sih. Jadi pelatih lebih tegang ternyata. Apalagi kalau poin-poin ketat seperti tadi,” ujar Hendra sambil tertawa.
===
View this post on Instagram


