Close Menu
JebreeetmediaJebreeetmedia
    What's Hot

    Hadirkan 21 Kategori, Santini JMTV Awards 2025 Siap Digelar

    December 11, 2025

    ISFEX 2025 Platform Pertumbuhan Industri Olahraga, Terasa Lebih Besar dan Meriah

    November 8, 2025

    ISFEX 2025 Kembali Digelar, Siap Pacu Inovasi Fasilitas Olahraga Nasional

    October 24, 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Sepakbola Internasional
    • Bulutangkis
    Facebook X (Twitter) Instagram
    JebreeetmediaJebreeetmedia
    • Home
    • Sepakbola Internasional
      • Liga Inggris
      • Liga Italia
      • Liga Spanyol
      • Liga Champion/Europa
      • Timnas Mancanegara
    • Sepakbola Nasional
      • Liga 1
      • Timnas
    • Bulutangkis
    • Jebreeet
      • Jebreeet Talk
      • Jebreeet Tips
    • Tranmere Rovers
    • Merchandise
    JebreeetmediaJebreeetmedia
    Home » Mesut Ozil Pensiun: Fakta-Fakta Menarik Dari Soal Messi Sebagai Lawan Tersulit Hingga Kebiasaan Mencetak Assist Dibanding Gol
    Liga Champions

    Mesut Ozil Pensiun: Fakta-Fakta Menarik Dari Soal Messi Sebagai Lawan Tersulit Hingga Kebiasaan Mencetak Assist Dibanding Gol

    Jebreeet MediaBy Jebreeet MediaMarch 22, 2023No Comments7 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Beragam foto yang diunggah Mesut Ozil kala mengumumkan pensiun lewat akun Instagramnya.
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jebreeetmedia menghimpun beragam fakta menarik di sepanjang karier Mesut Ozil. Mulai dari laga debut hingga laga pamungkas, skor kekalahan dan kemenangan terbesar, jumlah torehan asisst dan gol terbanyak dalam satu laga, nomor punggung, pemain lawan tersulit, dan lain-lain.

    Memasuki bulan Ramadhan, sehari menjelang dimulainya puasa lebih tepatnya, Mesut Ozil mengumumkan pensiun melalui akun Instagramnya.

    Ada beberapa foto yang diunggah Ozil dalam pengumuman tersebut. Sebagian besar merupakan posenya saat berdoa/sembahyang di tengah lapangan hijau, lengkap dengan mengenakan seragam bertanding klub-klub yang pernah diperkuatnya.

    Tersirat bahwa dirinya sudah bulat hati untuk berpisah dengan sepak bola. Kesan itu sejalan dengan salah satu penggalan caption yang ia tuliskan di unggahan tersebut.

    “Setelah melalui beragam pertimbangan matang, saya umumkan keputusan saya untuk pensiun dari sepak bola profesional. Sebuah kebanggaan bisa mendalami karier di dunia ini selama 17 tahun dan saya sangat bersyukur atas apa yang telah saya jalani. Namun, akibat beragam cedera yang saya derita dalam beberapa pekan dan bulan terakhir, semakin jelas buat saya untuk meninggalkan panggung besar sepak bola,” tulis Ozil.

    Jika dihitung sejak debut laga profesionalnya di kasta tertinggi – bersama Schalke di ajang Bundesliga musik 2006/07 – ada rentang waktu sekitar 16 tahun lebih yang dijalani Ozil sepanjang kariernya.

    Sebuah perjalanan karier panjang yang mengantarkannya ke 11 trofi juara (level senior di klub dan timnas) dan puluhan penghargaan individual periodik (semisal gelar pemain terbaik laga, pemain terbaik bulan ini, dst).

    Dari berbagai sumber, tim Jebreeetmedia berupaya menyusun beragam fakta menarik dalam perjalanan karier Özil, yang sebelumnya mungkin tak begitu dicemarti publik.

    1. Laga debut profesional di kasta tertinggi

    Ozil menjalani laga debut profesionalnya bersama FC Schalke 04. Lawan yang dihadapi kala itu adalah Eintracht Frankfurt. Laga tersebut berlangsung pada 12 Agustus 2006.

    Ozil yang kala itu masih berusia 17 tahun 9 bulan, masuk sebagai pemain pengganti pada menit 80. Laga berkesudahan Imbang 1-1.

     

    2. Laga penutup karier

    Kamis, 2 Februari 2023 merupakan hari terakhir Ozil beraksi di panggung profesional sepak bola. Ia tampil sebagai starter kala timnya, Basaksehir FK, bertandang ke Kayserispor pada pekan ke-22 Liga Super Turki.

    Ozil hanya bermain selama 45 menit dan ditarik keluar saat turun minum. Setelah laga tersebut, masih ada tiga laga lanjutan yang dijalani Basaksehir hingga jeda internasional pekan ini. Namun, tak sekali pun nama Ozil masuk dalam daftar susunan semain.

    Secara keseluruhan, Ozil hanya tampil sebanyak delapan kali musim ini dan tak pernah bermain penuh 90 menit. Faktor penyebab utamanya adalah badai cedera yang datang silih berganti. Ia juga tak pernah mencetak gol atau assist sepanjang musim ini.

    Jika dihitung sejak laga debutnya bersama Schalke (poin nomor 1) hingga laga pamungkas bersama Basaksehir, berarti ada 6019 hari atau 16 tahun, 5 bulan, 22 hari yang telah dilalui Ozil selama berstatus pemain profesional.

     

    3. Kemenangan terbesar (9-0 vs Eintracht Trier 05)

    Kemenangan terbesar yang pernah dicicipi Ozil adalah saat ia masih berseragam Schalke pada musim 2006/07.

    Kala itu, Schalke menang telak 9-0 atas Eintracht Trier 05 di ajang DFB Pokal. Özil tampil penuh 90 menit di laga tersebut dan turut menyumbang satu gol.

     

    4. Kekalahan terbesar (0-5 vs Barcelona)

    Kekalahan terbesar dari rival abadi dan Ozil mungkin tak akan pernah melupakan kekalahan ini. Barcelona menjamu Madrid di Camp Nou, pekan ke-13 La Liga 2010/11.

    Madrid kala itu masih ditangani Jose Mourinho dan sang pelatih mempercayakan Ozil untuk tampil sejak menit awal. Namun, Barca sudah unggul 2-0 hanya dalam tempo 20 menit awal dan kedudukan itu bertahan hingga turun minum.

    Mou lantas menarik Ozil dan menggantikannya dengan Lassana Diara untuk mengawali babak kedua. Namun, keadaan malah semakin buruk karena Barca akhirnya menang 5-0.

     

    5. Pemain lawan yang paling sering mengalahkan Ozil: Lionel Messi

    Jika mengacu pada posisi di lapangan, Ozil dan Messi termasuk jarang berhadap-hadapan karena keduanya lebih bertugas membantu serangan.

    Namun, sejarah mencatat bahwa Messi merupakan pemain lawan yang paling sering menghadirkan kekalahan bagi tim-tim yang dibela Ozil.

    Menurut situs Transfermarkt, Özil sudah 22 kali bertanding kontra Messi. Dari 22 pertemuan tersebut, Özil hanya sanggup enam kali menang, enam kali imbang, dan 10 kali kalah.

    Pemain berikutnya yang paling sering mengalahkan Ozil adalah Pedro (9 kali) dan Martin Demichelis (7 kali).

     

    6. Rekan setim yang paling sering tampil bersama: Petr Mertesacker

    Fakta ini terajut lantaran keduanya sama-sama pernah setim di Bremen, Arsenal, dan timnas Jerman. Data statistik mencatat bahwa ada sekitar 18.592 menit di mana kedua tampil bersama. Durasi itu berlangsung di sepanjang 235 pertandingan.

    Sepanjang periode tersebut, ada lima gol yang lahir berkat kombinasi keduanya. Tentu saja, seluruh gol dicetak Mertesacker dan Ozil sebagai pemberi assist.

     

    7. Gol terbanyak dalam satu laga: 3 gol

    Sekali pun bertugas sebagai motor serangan, naluri Ozil sepertinya lebih kental dalam menyuplai assist ketimbang mencetak banyak gol.

    Jumlah gol terbanyak yang pernah dicetak Ozil dalam satu laga di kasta tertinggi adalah tiga gol (hattrick) dan kejadiannya pun hanya sekali, yakni saat Arsenal menjamu wakil Bulgaria, Ludigorets Razgrad, di ajang Liga Champions 2016/17 (fase grup).

    Uniknya lagi, tiga gol Ozil itu lahir secara beruntun sebagai gol keempat, kelima, dan keenam The Gunners di laga tersebut. Ia hanya membutuhkan waktu 31 menit untuk merampungkan hattrick perdana sekaligus yang terakhirnya tersebut.

     

    8. Assist terbanyak dalam satu laga: 4 assist.

    Seperti yang sudah ditulis di poin nomor 6 di atas, naluri Ozil yang lebih tinggi dalam memberi assist dibanding mencetak gol, tergambar jelas di poin ini.

    Kalau jumlah gol terbanyak yang pernah dicetak Ozil dalam satu laga hanya tiga gol, maka assist terbanyak Ozil dalam satu laga adalah empat. Torehan itu ia buat kala masih berseragam Werder Bremen, tepatnya saat bertandang ke SC Freiburg, pekan ke-13 Bundesliga 2009/10.

    Bremen menang 6-0 dari tuan rumah dan assist Ozil mengawali gol pertama, ketiga, kelima, dan keenam Bremen. Ozil juga menyumbang satu gol di laga tersebut (gol keempat).

     

    9. Nomor punggung: 7 nomor berbeda

    Sepanjang kariernya, ada tujuh nomor punggung berbeda yang pernah dikenakan Ozil, di antaranya 6, 8, 10, 11, 17, 23, dan 67.

    Rinciannya sebagai berikut: Ozil lebih identik dengan nomor punggung 8 dan 10 saat berseragam timnas Jerman. Namun, pernah pula ia mengenakan nomor punggung 6 dan 17.

    Sedangkan di level klub, ia hanya mengenakan satu nomor di masing-masing klub yang ia bela saat masih berkarier di Bundesliga, yakni nomor 17 saat membela Schalke dan nomor 11 saat berseragam Bremen.

    Barulah saat bergabung ke Arsenal, Madrid, Fenerbache, Ozil sempat mengenakan lebih dari satu nomor punggung di setiap klub.

    Di Madrid, Ozil lebih dulu mengenakan jersey nomor punggung 23 yang sebelumnya dikenakan Rafael van der Vaart (pindah ke Tottenham Hotspur). Sedangkan jersey nomor 10 di Madrid, Ozil dapatkan setelah pemilik sebelumnya, Lassana Diarra, pindah ke klub Rusia, Anzhi Makhachkala (musim 2011/12).

    Begitu hijrah ke Arsenal, Ozil lebih dulu mengenakan jersey nomor punggung 11 selama lima musim ,sebelum akhirnya berkesempatan memakai jersey kebesaran nomor punggung 10 yang sebelumnya dikenakan Jack Wilshere.

    Ozil mengenakan jersey tersebut hingga akhirnya pindah dari klub Meriam London ke Fenerbache pada 27 Januari 2021. Di Fenerbache, Ozil sempat mengenakan jersey nomor punggung 67 hingga sisa musim 2020/21. Barulah pada musim berikutnya, ia mengenakan nomor punggung 10.

    Awalnya, tak sedikit yang mengira bahwa Fenerbache bakal menjadi persinggahan terakhir Ozil. Namun, ia masih sempat bergabung ke Basaksehir FK awal musim ini sebelum akhirnya memutuskan pensiun, tentu dengan nomor punggung kebesaran, 10.

    arsenal Cristiano Ronaldo jerman juara Jose Mourinho mertesacker Mesut Ozil pensiun piala dunia real madrid Timnas Jerman
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email

    Related Posts

    Patrick Kluivert Dipastikan Bermain di Clash of Legends, Buka Peluang Lawan Luis Milla

    August 15, 2025

    Carles Puyol Tak Sabar Beraksi di GBK, Waspadai Pemain Real Madrid Legends

    August 8, 2025

    El Clasico Clash of Legend Siap Gebrak Stadion GBK, Carles Puyol dan Luis Figo Dipastikan Bermain

    August 8, 2025

    Man. City Terus Tebar Ancaman, Banyak Banget Hal Mantap selain Setengah Lusin Gol ke Gawang Al-Ain

    June 23, 2025
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Editors Picks

    Patrick Kluivert Dipastikan Bermain di Clash of Legends, Buka Peluang Lawan Luis Milla

    August 15, 2025

    Carles Puyol Tak Sabar Beraksi di GBK, Waspadai Pemain Real Madrid Legends

    August 8, 2025

    El Clasico Clash of Legend Siap Gebrak Stadion GBK, Carles Puyol dan Luis Figo Dipastikan Bermain

    August 8, 2025

    Man. City Terus Tebar Ancaman, Banyak Banget Hal Mantap selain Setengah Lusin Gol ke Gawang Al-Ain

    June 23, 2025

    Hadirkan 21 Kategori, Santini JMTV Awards 2025 Siap Digelar

    December 11, 2025

    ISFEX 2025 Platform Pertumbuhan Industri Olahraga, Terasa Lebih Besar dan Meriah

    November 8, 2025

    ISFEX 2025 Kembali Digelar, Siap Pacu Inovasi Fasilitas Olahraga Nasional

    October 24, 2025

    Duo Visioner di Balik Ladies On Court, Alvina Taslim dan Christine Ananta

    September 9, 2025
    Jebreeetmedia
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
    • Home
    • Sepakbola Internasional
    • Bulutangkis
    • Jebreeet
    © 2026 Jebreeetmedia. Maintained by kreasiMAYA. Hak cipta dilindungi oleh undang-undang.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.