Close Menu
JebreeetmediaJebreeetmedia
    What's Hot

    Hadirkan 21 Kategori, Santini JMTV Awards 2025 Siap Digelar

    December 11, 2025

    ISFEX 2025 Platform Pertumbuhan Industri Olahraga, Terasa Lebih Besar dan Meriah

    November 8, 2025

    ISFEX 2025 Kembali Digelar, Siap Pacu Inovasi Fasilitas Olahraga Nasional

    October 24, 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Sepakbola Internasional
    • Bulutangkis
    Facebook X (Twitter) Instagram
    JebreeetmediaJebreeetmedia
    • Home
    • Sepakbola Internasional
      • Liga Inggris
      • Liga Italia
      • Liga Spanyol
      • Liga Champion/Europa
      • Timnas Mancanegara
    • Sepakbola Nasional
      • Liga 1
      • Timnas
    • Bulutangkis
    • Jebreeet
      • Jebreeet Talk
      • Jebreeet Tips
    • Tranmere Rovers
    • Merchandise
    JebreeetmediaJebreeetmedia
    Home ยป Rehan/Lisa Sukses Melaju ke Babak 16 Besar Meski Sempat Tegang Akibat Drama Mati Lampu
    Bulutangkis

    Rehan/Lisa Sukses Melaju ke Babak 16 Besar Meski Sempat Tegang Akibat Drama Mati Lampu

    Jebreeet MediaBy Jebreeet MediaJune 13, 2023No Comments5 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Pasangan ganda campuran Indonesia, Rehan Naufal Kusharjanto/Lisa Ayu Kusumawati saat menghadiri konferensi pers selepas gim di Indonesian Open 2023, Selasa (13/6).
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Ganda campuran bulu tangkis Indonesia, Rehan Naufal Kusharjanto/Lisa Ayu Kusumawati sukses melaju ke babak 16 besar Indonesian Open 2023. Kepastian tersebut didapat usai keduanya sukses mengalahkan wakil Malaysia, Goh Soon Huat/Lai Shevon Jemie.

    Wakil dari Indonesia tersebut menang melalui drama rubber game, 13-21, 26-24 dan 21-17. Indonesia Open 2023 sendiri dihelat di Istora Senayan, Jakrta, Selasa (13/6).

    Menariknya, pada pertandingan Rehan/Lisa melawan Goh/Lai itu sempat diwarnai drama mati lampu. Rehan/Lisa yang tengah berusaha merebut set kedua itu harus menghentikan permainannya untuk sementara waktu.

    Apalagi pada momen tersebut mereka tengah berada di poin menegangkan 24-23. Pada saat itu Rehan menjelaskan jika dirinya terus memompa semangat dari Lisa Ayu Kusumawati saat drama lampu mati.

    Akhirnya saat lampu kembali menyala, Rehan/Lisa bisa mempertahankan ritme permainan dan memaksa pertandingan dilanjutkan ke rubber game. “Kalau dari saya, saya sempat mengingatkan Lisa (supaya) fokusnya lebih dijaga lagi, apalagi (tadi) poin-poin kritis, 24-23, langsung mati lampu,” jelas Rehan selepas game.

    “Dari kita yang lagi benar-benar fokus, tiba-tiba mati lampu pasti buyar konsentrasinya. Makanya saya bilang sama Lisa enggak apa-apa, tetap jaga fokusnya saja, tetap fokus, soalnya sudah poin-poin kritis. Kalau todak fokus bakal kalah.

    “Apalagi poin-poin seperti itu tadi. Agak lama juga tadi (khusus di lapangan 1) hampir 5 menitan mati lampunya bikin jadi kaku lagi. Jadi saya kurang siap lagi tadi,” sambungnya.

    Lisa Ayu Kusumawati juga mengaku jika dirinya sedikit kesulitan di set pertama. Hal tersebut tak lepas karena dirinya merasa tidak yakin bisa mengalahkan Goh/Lai. Alhasil, Goh/Lai berhasil mencuri set pertama dari pasangan Indonesia yag saat ini menempati peringkat 10 BWF.

    “Terutama di set pertama, saya merasa enggak yakin banget, tidak tahu kenapa. Defense-nya benar-benar mati terus dan akhirnya Rehan sempat bilang, ‘Ayo kita ambil set kedua’ dan saya sama Rehan bilang, ‘Ayo lebih yakin’,” ujar Lisa.

    Mantan pebulutangkis Indonesia yang juga pundit JebreeetMedia, Debby Susanto memberikan penilaiannya kepada pasangan ganda campuran Indonesia tersebut. Ia menilai jika Rehan/Lisa bermain cukup baik sehingga membalikkan keadaan.

    “Di set kedua hampir saja kalah tapi mereka lebih sabar dan Malaysia lebih terburu-beru sehingga banyak melakukan kesalahan. Di set ketiga berbalik jadi Indonesia yang lebih memegang permainan. Dengan hasil ini maka ada satu ganda campuran yang lolos ke babak selanjutnya,” jelas Debby Susanto.

     

     

    View this post on Instagram

     

    A post shared by Pundit Bulutangkis Indonesia (@pb_ina)

    Sementara itu, unggulan ganda putra Indonesia, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto berhasil memenangkan pertandingannya saat menghadapi pasangan Denmark Jeppe Bay/Lasse Molhede. Kemengan tersebut juga sekaligus memperbaiki catatan keduanya.

    Pasalnya, pasangan peringkat satu dunia itu sudah dua kali kalah di babak pertama saat bermain di Malaysia Open 2023 dan Singapura Open 2023. Kemenangan mereka pun diraih lewat gua game langsung 21-15 dan 21-11.

    Dengan bermain di hadapan publik sendiri, Fajar/Rian enggan membuat mereka kecewa. Demi bisa memenangkan pertandingan, Fajar Alfian mengaku jika mereka sudah menyiapkan strategi saat menghadapi wakil dari Denmark.

    “Di babak pertama Indonesia Open ini (kami) cukup tegang karena sudah lama kami tidak main di hadapan publik sendiri dan (mendengarkan) gemuruh suporter. Pasangan Denmark juga bermain luar biasa tadi,” ucap Fajar selepas game.

    “Akan tetapi, kami berdua sudah menyiapkan strategi sebelum bermain. (Kami) juga sudah berkomunikasi dengan pelatih bagaimana cara mainnya,” katanya lagi.

    Atas kemenangan tersebut, Fajar/Rian berjanji akan memperbaiki performa keduanya di pertandingan berikutnya. Sebagai peringkat satu dunia mereka enggan jika tempatnya di geser oleh pasangan dari negara lain.

    “Kami berdua tidak mau mengulang kekalahan lagi di babak awal karena (dalam) dua turnamen di Malaysia dan Singapura, kami kalah di babak pertama. Kami berdua ingin lebih fokus lagi, apalagi ini turnamen super 1000,” ungkap Fajar Alfian.

    WARGANET KRITIK FAJAR/RIAN

    Selain itu, Fajar Alfian juga mengaku menerima semua kritikan yang dituju kepadanya dan juga Muhammad Rian Ardianto. Seperti diketahui, akibat catatan buruknya di Malaysia Open dan SIngapore Open, keduanya dikritik habis-habisan oleh wagranet karena performanya yang menurun.

    Sebagai pemain yang membawa nama besar negara, keduanya pun mewajarkan kritikan yang ditujukan kepada mereka. Keduanya sepakat untuk menjadikan kritikan tersebut sebagai motivasi agar lebih baik lagi ke depannya.

    “Kalau saya pribadi kritikan itu wajar mau kritikan pedas atau tidak. Karena namanya manusia, walaupun kita benar pasti selalu ada kritikan, apalagi kalau kalah, kita salah. Tapi yang namanya kalah pasti salah dan pasti ada kritikan. Jadi menurut saya itu wajar dan ambil positifnya,” kata Fajar dalam jumpa persnya.

    Menurut Fajar Alfian, kritikan merupakan hal yang wajar bagi seorang atlet. Bahkan ia mencontohkan jika salah satu pemain sepak bola terbaik di dunia, Cristiano Ronaldo pun tak lepas dari kritikan..

    “Ya, saya jadikan mereka (pemberi kritikan) sebagai penyemangat untuk kami. Diambil contoh saja seperti Cristiano Ronaldo, meskipun dia memiliki banyak fans tapi pasti ada juga yang namanya hujatan dan kritikan,” ujarnya.

    Dengan kemenangan tersebut, Fajar/Rian akan menghadapi wakil dari China, Xiangyu Ren/Tan Qiang, serta Rehan/Lisa akan menghadapi wakil dari Denmark Thyrri/Magelund di babak 16 besar Indonesian Open 2023, Kamis (15/6).

     

    View this post on Instagram

     

    A post shared by Pundit Bulutangkis Indonesia (@pb_ina)

    Debby Susanto Fajar Alfian Indonesian Open 2023 Lisa Ayu Kusumawati Malaysia Muhammad Rian Ardianto Rehan Naufal Kusharjanto Rehan/Lisa
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email

    Related Posts

    Peter Cklamovski Mengaku Kesal dengan Suporter Indonesia karena Polemik Naturalisasi Pemain

    July 25, 2025

    Jens Raven Pastikan Cederanya Tak Parah, Akui Kesulitan Mencetak Gol karena Rapatnya Pertahanan Malaysia

    July 22, 2025

    Fergus Tierney Tidak Gentar dengan Suporter Indonesia, Akui Tekanan Merupakan Pendorong Motivasi

    July 9, 2025

    Penyerang Timnas Malaysia U-23 Pede Bisa Cetak Gol di SUGBK

    June 29, 2025
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Editors Picks

    Peter Cklamovski Mengaku Kesal dengan Suporter Indonesia karena Polemik Naturalisasi Pemain

    July 25, 2025

    Jens Raven Pastikan Cederanya Tak Parah, Akui Kesulitan Mencetak Gol karena Rapatnya Pertahanan Malaysia

    July 22, 2025

    Fergus Tierney Tidak Gentar dengan Suporter Indonesia, Akui Tekanan Merupakan Pendorong Motivasi

    July 9, 2025

    Penyerang Timnas Malaysia U-23 Pede Bisa Cetak Gol di SUGBK

    June 29, 2025

    Hadirkan 21 Kategori, Santini JMTV Awards 2025 Siap Digelar

    December 11, 2025

    ISFEX 2025 Platform Pertumbuhan Industri Olahraga, Terasa Lebih Besar dan Meriah

    November 8, 2025

    ISFEX 2025 Kembali Digelar, Siap Pacu Inovasi Fasilitas Olahraga Nasional

    October 24, 2025

    Duo Visioner di Balik Ladies On Court, Alvina Taslim dan Christine Ananta

    September 9, 2025
    Jebreeetmedia
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
    • Home
    • Sepakbola Internasional
    • Bulutangkis
    • Jebreeet
    © 2026 Jebreeetmedia. Maintained by kreasiMAYA. Hak cipta dilindungi oleh undang-undang.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.