Arsenal boleh jadi senang lantaran berhasil memenangi persaingan atas Manchester City guna mendapatkan Declan Rice. Akan tetapi, West Ham juga termasuk kubu yang tertawa belakangan.
Arsenal akhirnya resmi memboyong Declan Rice dari West Ham seharga 105 juta poundsterling. Biaya tersebut sekaligus menjadi rekor pembelian termahal yang melibatkan dua klub Inggris.
Rice diikat kontrak selama lima tahun hingga 2028. Tertera pula opsi penambahan selama satu tahun. Rice akan mengenakan seragam bernomor punggung 41.
Biaya 105 juta poundsterling untuk mendatangkan Rice jauh melampaui angka 72 juta pound selaku rekor pembelian terbesar Arsenal sebelumnya kala merekrut Nicolas Pepe dari Lilie pada tahun 2009 silam.
Hanya saja, pembelian Rice masih belum mematahkan rekor transfer termahal Chelsea sepanjang sejarah lewat transaksi 106,8 juga pound kala memboyong Enzo Fernandez dari Benfica, awal tahun ini.
Skuat Meriam London memenangi persaingan kontra Manchester City dan Manchester United dalam mendapatkan Rice. Dalam beberapa pekan terakhir, City bahkan juga sudah sempat dikabarkan begitu dekat dengan Rice.
Namun, dalam salah satu ulasannya, Sky Sports justru mengurai bahwa West Ham menjadi pemenang yang sebenarnya dari transfer mewah ini.
Semua berawal dari ketertarikan The Gunners dan Mikel Arteta terhadap Rice yang sudah berlangsung cukup lama.
“Ketertarikan Arsenal kepada Rice bukanlah tiba-tiba muncul pada bursa transfer musim panas ini. Sudah jauh sebelumnya. Arteta merupakan pengagum berat Rice,” tulis Dharmesh Sheth, jurnalis Sky Sports.
West Ham berhasil memanfaatkan ketertarikan tersebut. Pasalnya, kontrak Rice di The Hammers sebenarnya tinggal menyisakan satu musim lagi.
Jika West Ham tidak segera memperpanjang kontrak, gelandang sentral tim nasional Inggris itu bisa berstatus bebas transfer tahun depan. Dengan kata lain, Rice bisa pergi secara cuma-cuma alias gratis.
West Ham justru berhasil memanfaatkan ketertarikan Arsenal, City, dan United dengan memasang harga tinggi-tinggi untuk Rice.
“Karena tim-tim besar itu tertarik, West Ham seperti menciptakan perang penawaran dan itu benar-benar kentara saat City masuk dalam persaingan,” ujar Sheth.
“Mereka mematok harga di atas 100 juta pound dan taktik itu berhasil. Arsenal membeli Rice seharga 105 juta pound,” lanjut Sheth.
Namun, di balik strategi transfer West Ham tersebut, Rice sendiri mengaku gembira akhirnya bisa berlabuh di Arsenal. Ia menyebut Arteta sebagai salah satu faktor penentu.
“Di sepak bola, banyak peluang-peluang berharga muncul. Klub besar seperti Arsenal mendekati saya dan sulit untuk menolak mereka,” ujar Rice di situs resmi klub.
“Anda hanya memiliki satu karier dan saya benar-benar percaya dengan apa yang tengah dibandung Arteta di Arsenal. Bersamanya, tim muda ini, memiliki enerji luar biasa. Ia juga berambisi mengembalikan kejayaan Arsenal dan menurut saya itu luar biasa,” lanjut Rice.


