Valentino Simanjuntak harus mengakui keunggulan Desta Mahendra usai kalah di laga bertajuk CEO Match di THe juaRA. Tampil di Tennis Indoor Senayan, Rabu (29/11), Valentino Simanjuntak kalah 6-8.
Di laga tersebut Valentino Simanjuntak sebetulnya berhasil mengamankan gim pertama dengan cukup ketat. Beberapa kali pukulan Valentino Simanjuntak membuat Desta Mahendra kewalahan.
Desta Mahendra yang memiliki basic tenis tentu saja enggan mengalah. Ia berhasil mencuri gim kedua dan membuat permainan menjadi imbang. Tidak hanya kejar-kejaran skor yang tercipta, tetapi juga gim.
Valentino Simanjuntak memenangkan gim ketiga, dibalas oleh Desta Mahendra di gim keempat. Gim kelima Valentino Simanjuntak sedikit bermain longgar dan membuat Desta Mahendra mendapatkan gim kelima.
Setelah bermain mengendur, pukulan-pukulan Valentino Simanjuntak tidak lagi tepat sasaran seperti sebelumnya. Beberapa kali pukulannya tidak sampai atau bahkan keluar.
Desta Mahendra pun memanfaatkannya dengan sangat baik. Gim keenam kembali menjadi milik Desta Mahendra.
Sadar kedudukan terlalu jauh, Valentino Simanjuntak pun mencoba untuk bangkit. Luar biasanya, ia mengamankan gim ketujuh sampai gim kesembilan menjadi miliknya sekaligus membalikkan kedudukan menjadi 5-4.
Sayangnya meskipun sempat membalikkan kedudukan, Valentino Simanjuntak pada akhirnya harus mengakui keunggulan Desta Mahendra. Pertandingan pun berakhir 6-8.
Pasca pertandingan, Valentino Simanjuntak sudah sadar betul kalau lawannya jauh diunggulkan. Akan tetapi, ia tetap bahagia karena bisa merepotkan Desta Mahendra.
Valentino Simanjuntak sendiri menerapkan strategi dengan bermain slice selama pertandingan. Strategi tersebut diberikan sang pelatih, Andrian Ratutandang yang mengetahui kelemahan Desta.
“Selamat buat Desta yang memang lebih diunggulkan, tetapi paling tidak gue memberikan perlawanan yang memang coach juga bilang untuk bermain mantul-mantul.
“Gue sebenarnya geregetan pengen main pukul-pukul tapi cepet kalahnya. Jadi gue ikuti instruksi coach katena Desta memang lebih bagus,” ungkapnya
“Tapi yang jelas tadi kalau 7-7 gue bisa menang, cuma sayangnya kalah 6-8. Dia pasti panik juga,” sambungnya.
Desta Mahendra juga mengakui kewalahan dengan gaya permainan dari Valentino Simanjuntak. Gaya bermain slice merupakan gaya permainan yang paling tidak disukai olehnya.
Meski demikian, mantan personel Club 80’s itu tetap mengapresiasi Valentino Simanjuntak yang sudah memberikan perlawanan yang sangat ketat. Ia pun berterima kasih kepada Jebreeetmedia yang sudah mengundangnya untuk partisipasi di THe juaRA.
“Jujur saja memang gue selalu sulit melawan bola sepeti itu, dia ngebaca gue ga suka dan coach nya pun sudah tahu gue ga suka cuma ya mau gak mau dihadapi, makannya gue sempat terbawa sama Jebreeet.
“Gitulah kalau orang baru bisa main pasti mainnya tinggi-tinggi. Tapi progresnya luar biasa sampai akhirnya bisa dapat enam itu luar biasa bagi gue. Terima kasih untuk kesempatannya,” kata Desta.
View this post on Instagram


