Close Menu
JebreeetmediaJebreeetmedia
    What's Hot

    Hadirkan 21 Kategori, Santini JMTV Awards 2025 Siap Digelar

    December 11, 2025

    ISFEX 2025 Platform Pertumbuhan Industri Olahraga, Terasa Lebih Besar dan Meriah

    November 8, 2025

    ISFEX 2025 Kembali Digelar, Siap Pacu Inovasi Fasilitas Olahraga Nasional

    October 24, 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Sepakbola Internasional
    • Bulutangkis
    Facebook X (Twitter) Instagram
    JebreeetmediaJebreeetmedia
    • Home
    • Sepakbola Internasional
      • Liga Inggris
      • Liga Italia
      • Liga Spanyol
      • Liga Champion/Europa
      • Timnas Mancanegara
    • Sepakbola Nasional
      • Liga 1
      • Timnas
    • Bulutangkis
    • Jebreeet
      • Jebreeet Talk
      • Jebreeet Tips
    • Tranmere Rovers
    • Merchandise
    JebreeetmediaJebreeetmedia
    Home » PSIS Semarang Dijatuhi Hukuman Tanpa Penonton di Kandang Sampai Akhir Musim
    Liga 1

    PSIS Semarang Dijatuhi Hukuman Tanpa Penonton di Kandang Sampai Akhir Musim

    Jebreeet MediaBy Jebreeet MediaDecember 7, 2023No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Komite Disiplin (Komdis) PSSI resmi menjatuhkan hukuman berat untuk PSIS Semarang. Hukuman tersebut diberikan buntut dari adanya kericuhan antarsuporter yang terjadi saat tim PSIS Semarang menjamu PSS Sleman di Stadion Jatidiri, Semarang, Minggu (3/12).

    Para suporter yang terlibat kericuhan saling lempat satu sama lain di tribun selatan dan Barat. Kericuhan terjadi di masa injury time saat pertandingan akan usai.

    Penonton yang berada di tribun Barat sampai turun ke dalam lapangan akibat dari saling lempar tersebut. Bahkan, penonton yang berada di pinggir lapang pun berlarian untuk menyelamatkan diri.

    Kericuhan sendiri baru reda kala pihak kepolisian dan panitia pelaksana mencoba menenangkan para penonton. Dikabarkan ada beberapa korban luka-luka dari kericuhan yang terjadi.

    Salah satu yang menjadi korban adalah CEO PSIS Semarang, Yoyok Sukawi. Pria berusia 45 tahun itu sampai harus dijahit kepalanya karena terkena lemparan penonton.

    Pertandingan antara PSIS Semarang melawan PSS Sleman itu berhasil dimenangkan oleh tuan rumah. PSIS Semarang menang 1-0 lewat gol yang dicetak Carlos Fortes di menit 45+4 melalui titik putih.

    “Merujuk kepada Pasal 70 Ayat 1, Ayat 4, dan Lampiran 1 Nomor 5 Kode Disiplin PSSI Tahun 2023, PSIS Semarang dikenakan sanksi larangan menyelenggarakan pertandingan dengan penonton saat menjadi tuan rumah,” bunyi hukuman pada surat Komdis PSSI.

    “Sanksi ini berlaku sejak keputusan ini diterbitkan dan berlaku pada pertandingan terdekat sampai dengan kompetisi BRI Liga 1 tahun 2023/2024 berakhir,” lanjutnya.

    Selepas timnya diberikan hukuman oleh Komdis PSSI, Yoyok Sukawi merasa keberatan. Ia menganggap hukuman tersebut tidak adil.

    Yoyok Sukawi berujar kalau keributan yang terjadi berawal dari tim tamu. Untuk itu, ia menilai seharusnya Komdis PSSI menghukum tim tamu yang suporternya masih saja datang ke stadion meski larangan telah berlaku.

    Selain itu, Yoyok Sukawi juga merasa kalau pihaknya sudah gerak cepat dalam meredam kericuhan. Terbukti kericuhan tidak melebar dan penonton pun pulang dengan selamat.

    “Ini hukuman yang berat dan tidak adil karena larangan menggelar pertandingan dengan penonton hingga akhir musim. Yang kami sesalkan, kami itu justru menjadi korban di sini,” kata Yoyok lewat keterangan resmi, Kamis (7/12).

    “Kenapa justru dihukum seberat itu. Usaha panpel juga sudah maksimal, dari awal hingga pada saat kejadian gerak cepat dan apa yang terjadi di stadion bisa segera diatasi dengan baik hingga semua pihak yang berada di stadion bisa pulang dengan selamat,” imbuhnya.

    Ke depannya Yoyok Sukawi akan melakukan banding sebagai respons atas hukuman yang diberikan Komdis PSSI kepada timnya. Ia pun berharap dengan banding yang dilakukan pihaknya, maka para suporter masih bisa tetap hadir di stadion.

    “Kami akan mengajukan banding, karena dalam surat juga disebutkan bahwa kami dapat melakukan banding. Semoga masih ada titik cerah bagi kami untuk mendapatkan keadilan,” ujar Yoyok.

     

    View this post on Instagram

     

    A post shared by JEBREEETmedia (@jebreeetmedia)

    Carlos Fortes Komdis PSSI PSIS Semarang PSS Sleman Yoyok Sukawi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email

    Related Posts

    ISFEX 2025 Platform Pertumbuhan Industri Olahraga, Terasa Lebih Besar dan Meriah

    November 8, 2025

    Kata Timo Scheunemann Setelah Timnas Putri U-16 Indonesia Kalah dari Australia

    August 28, 2025

    China Taipei Menjadi Lawan Timnas Indonesia Menggantikan Kuwait di FIFA Matchday September

    August 27, 2025

    Profil Dua Pemain Baru Persib Bandung yang Punya Pengalaman Gak Kaleng-kaleng

    August 27, 2025
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Editors Picks

    ISFEX 2025 Platform Pertumbuhan Industri Olahraga, Terasa Lebih Besar dan Meriah

    November 8, 2025

    Kata Timo Scheunemann Setelah Timnas Putri U-16 Indonesia Kalah dari Australia

    August 28, 2025

    China Taipei Menjadi Lawan Timnas Indonesia Menggantikan Kuwait di FIFA Matchday September

    August 27, 2025

    Profil Dua Pemain Baru Persib Bandung yang Punya Pengalaman Gak Kaleng-kaleng

    August 27, 2025

    Hadirkan 21 Kategori, Santini JMTV Awards 2025 Siap Digelar

    December 11, 2025

    ISFEX 2025 Platform Pertumbuhan Industri Olahraga, Terasa Lebih Besar dan Meriah

    November 8, 2025

    ISFEX 2025 Kembali Digelar, Siap Pacu Inovasi Fasilitas Olahraga Nasional

    October 24, 2025

    Duo Visioner di Balik Ladies On Court, Alvina Taslim dan Christine Ananta

    September 9, 2025
    Jebreeetmedia
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
    • Home
    • Sepakbola Internasional
    • Bulutangkis
    • Jebreeet
    © 2026 Jebreeetmedia. Maintained by kreasiMAYA. Hak cipta dilindungi oleh undang-undang.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.