“Saya dedikasikan kemenangan ini untuk bapak saya di Surga, yang sudah menggeluti dunia tinju. Sekarang anaknya bisa mendapatkan sabuk nasional, anggaplah nasional. Terima kasih HSS,” ucap seorang driver ojek online asal Bali, I Ketut Subagia Adi kepada Jebreeetmedia setelah menang angka dari lawannya.
Pada series keempat Holywings Sports Show (HSS) memang mengadakan pertandingan yang berbeda dari sebelumnya. Pertandingan tersebut merupakan partai publik yang mempertemukan dua driver ojek online (ojol).
Partai publik yang diwakili oleh Albert Zadrak dari Surabaya dan I Ketut Subagia Adi asal Bali tersebut merupakan komitmen HSS untuk mewujudkan gagasan “tinju untuk semua orang” tanpa memandang latar belakang dan profesi.
Tidak salah jika pada akhirnya pertandingan ini menyita atensi dari para penonton. Ketika pertandingan dimulai pun sorak sorai dan riuh tepuk tangan penonton terdengar mulai dati sudut venue sampai menyebar ke seluruhnya.
Para penonton terlihat excited dengan pertarungan keduanya. Pada pertandingan itu I Ketut Subagia Adi berada di sudut biru dan Albert Zadrak berada di sudut merah.
Sejak bel dibunyikan terlihat adrenalin keduanya sama-sama meningkat. Pukulan dilayangkan dengan penuh semangat.
Saking semangatnya, beberapa pukulan yang dilontarkan tak tepat sasaran. Tak jarang pula dorong mendorong dan saling peluk terjadi.
Wasit yang bertugas pun tak jarang mengucap kata “Break” tanda para petinju harus melepaskan pelukan yang dilakukan.
Seperti diketahui, dalam dunia tinju, pelukan terkadang dilakukan guna menahan sang lawan melepaskan serangannya. Saking banyaknya pelukan yang terjadi, ronde pertama seakan berjalan seimbang.
Memasuki ronde kedua, tempo pertandingan berubah menjadi lebih cepat. Karena hal itu pula membuat kedua petinju sudah mulai kehabisan nafas.
Maklum saja, keduanya bukan seorang atlet profesional. Tidak salah kalau pada akhirnya kedua petinju itu terlihat terengah-engah.
Momen kehabisan nafas tersebut ternyata dimanfaatkan oleh I Ketut Subagia Adi. Meskipun ia merasakan hal yang sama, tetapi ia lebih bisa mengendalikannya.
Sampailah kepada momen di mana I Ketut Subagia Adi berhasil mendapatkan poin lebih setelah membuat jatuh Albert Zadrak di penghujung ronde kedua. Hal serupa juga terjadi di penghujung ronde ketiga.
Dua kali terjatuh, tentu saja membuat I Ketut Subagia Adi mendapatkan poin lebih. Terbukti dengan raihan poin yang didapatnya cukup telak.
I Ketut Subagia Adi pun dinyatakan keluar sebagai pemenang. Kemenangan tersebut menjadi yang pertama dalam hidupnya.
Ia mengaku sempat kewalahan dengan Albert Zadrak. Beruntung, dirinya berhasil bangkit dan sukses keluar sebagai pemenang.
“Pertandingan sangat seru, walaupun saya dipush duluan, tapi bisa membalikkan keadaan di ronde dua dan tiga,” ungkapnya kepada Jebreeetmedia.
“Persiapan sendiri selama dua bulan berlatih dengan keras bersama pelatih saya, Memet,” lanjutnya.
Sementara itu, Fery yang merupakan salah satu bagian dari HSS menjelaskan kenapa pada akhirnya pihaknya mengadakan pertandingan yang mempertemukan dua driver ojol. Menurutnya, ia ingin tinju bisa dinikmati oleh banyak kalangan.
“Ini bisa dibilang pertama kalinya acara boxing lengkap kategorinya dari amatir, profesional, selebriti dan publik,” ungkap Fery dari HSS.
“Kenapa karena pengen mengadakan tinju dan untuk semuanya. Tinjunya maju dan daripada bertarung di jalan mending bertarung di ring,” sambungnya.
View this post on Instagram


