Real Madrid keluar sebagai kampiun La Liga musim ini dengan kekuatan sendiri ditambah sedikit bantuan dari tim lain. Pada Sabtu (4/5), setelah Real Madrid menang 3-0, Girona membantu El Real sekaligus diri sendiri usai menang di derbi Catalan.
Beberapa jam sebelum kemenangan Girona, Real Madrid sudah mengelus gelar. El Real menang tiga gol tanpa balas atas Cadiz.
Setelah babak pertama berakhir tanpa gol, Brahim Diaz bersinar dalam partai di Santiago Bernabeu ini. Eks pemain Milan tersebut membuka skor pada menit ke-51 menggeber sodoran Luka Modric.
Diaz kembali berkontribusi penting dengan assist untuk Jude Bellingham. Bintang baru dari Inggris tersebut mencetak gol hanya dua menit setelah masuk sebagai pengganti pada menit ke-66.
Joselu memperkukuh keunggulan Los Merengues dengan gol saat injury time (90+3′). Assist datang dari Nacho Fernandez yang memudahkan striker pinjaman itu menapak masuk bola.
Setelah merampungkan laga yang diwarnai dengan kembalinya Thibaut Courtois ke bawah mistar ini, Los Blancos lalu menanti hasil di Estadio Municipal de Montilivi. Madrid akan juara jika Girona berhasil mengalahkan sesama tim Catalan, Barcelona.
Barca mencoba menggebrak sejak awal dengan hasil gol Andreas Christensen saat duel baru berjalan tiga menit. Girona, sensasi musim ini, memberikan respons kilat. Semenit kemudian, Artem Dovbyk bisa menyelesaikan operan Ivan Martin.
Lamine Yamal, pemberi assist untuk gol pembuka Barca, menjadi aktor untuk gol kedua tim tamu. Wasit memberikan Blaugrana penalti setelah penyerang muda itu dijatuhkan di kotak penalti. Robert Lewandowski bisa mengeksekusinya saat injury time paruh pertama memasuki menit pertama.

Kepayahan lini belakang Barca kembali terpapar. Girona membuat dua dalam waktu dua menit sampai menit ke-67. Portu mengukir gol memanfaatkan kesalahan Sergi Roberto. Miguel Gutierrez membawa skuad besutan Michel itu memimpin. Portu membungkus kemenangan Girona dengan voli apik dari sudut kotak penalti pada menit ke-74.
Hasil ini membawa Girona ke peringkat kedua dengan keunggulan satu poin dari Barca. Gironistes berpeluang finis di atas raksasa Catalan itu untuk pertama kali dalam sejarah.
“Kami kehilangan kendali karena kesalahan-kesalahan fatal yang tak boleh terjadi di level ini. Kami sudah membahasnya, tapi terus terjadi. Sangat disayangkan, kami tenggelam dengan situasi negatif. Jika begini, sulit untuk bersaing,” ucap ucap Xavi Hernandez dikutip DAZN.
“Kami akan terus berjuang. Musim depan, kami harus membuat perubahan sangat besar. Kami harus meneruskan proyek,” pungkas pelatih Barca itu.
View this post on Instagram
Imbas lain dari hasil di Girona adalah gelar ke-36 Real Madrid. Koleksi Los Blancos mengungguli Barcelona sejauh tujuh gelar.
Titel ini merupakan yang kedua Carlo Ancelotti bersama Si Putih setelah 2021/22. Dengan empat pekan tersisa, Madrid berpeluang mencapai 99 poin yang akan menjadi koleksi terbanyak kedua mereka sepanjang sejarah.


