Close Menu
JebreeetmediaJebreeetmedia
    What's Hot

    Hadirkan 21 Kategori, Santini JMTV Awards 2025 Siap Digelar

    December 11, 2025

    ISFEX 2025 Platform Pertumbuhan Industri Olahraga, Terasa Lebih Besar dan Meriah

    November 8, 2025

    ISFEX 2025 Kembali Digelar, Siap Pacu Inovasi Fasilitas Olahraga Nasional

    October 24, 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Sepakbola Internasional
    • Bulutangkis
    Facebook X (Twitter) Instagram
    JebreeetmediaJebreeetmedia
    • Home
    • Sepakbola Internasional
      • Liga Inggris
      • Liga Italia
      • Liga Spanyol
      • Liga Champion/Europa
      • Timnas Mancanegara
    • Sepakbola Nasional
      • Liga 1
      • Timnas
    • Bulutangkis
    • Jebreeet
      • Jebreeet Talk
      • Jebreeet Tips
    • Tranmere Rovers
    • Merchandise
    JebreeetmediaJebreeetmedia
    Home » Nyanyian Kontroversial Fernandez Berlanjut, Di-Unfollow 3 Rekan Setimnya Asal Prancis
    Sepakbola Nasional

    Nyanyian Kontroversial Fernandez Berlanjut, Di-Unfollow 3 Rekan Setimnya Asal Prancis

    Jebreeet MediaBy Jebreeet MediaJuly 18, 2024No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Enzo Fernandez, kedapatan menyanyi lagu berlirik rasis kepada Prancis usai dirinya mengantar Argentina juara Copa Amerika 2024.
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Persoalan tingkah kontroversial Enzo Fernandez terus bergulir. Gelandang Argentina itu kedapatan menyanyikan lagu bernada rasis dan menghina tim Prancis kala dirinya larut dalam euforia juara Copa Amerika 2024 usai menaklukkan Kolombia di final.

    Dalam potongan klip video yang viral tersebut, Enzo tampak melantunkan beberapa potongan lirik yang dianggap mengusik warga Prancis.

    Di antaranya, potongan lirik itu yang menyebutkan beberapa pemain Prancis berasal dari ibu berdarah Nigeria, ayah berdarah Kamerun, namun warganegaranya tetap Prancis. Ada juga kata cometravas, sebuah istilah slang yang kurang lebih bermakna seseorang berhubungan seks dengan transgender.

    Menyadari tingkah lakunya yang viral dan salah, Fernandez memang sudah langsung mengungkapkan rasa bersalahnya secara resmi ke publik.

    “Secara tulus, saya ingin meminta maaf atas video di Instagram saya ketika tim Argentina merayakan juara Copa Amerika 2024. Lagu itu bermuatan lirik yang sangat kasar dan hal itu tak bisa dibenarkan,” ujar Fernandez.

    “Saya teguh melawan segala bentuk diskriminasi dan meminta maaf karena terjebak dalam euforia. Video itu, momen itu, kata-kata itu, tidak sepenuhnya menggambarkan keyakinan dan karakter saya,” lanjutnya.

    Nasi sudah menjadi bubur. Buktinya, beberapa rekan tim Fernandez di Chelsea, juga sudah kadung terluka. Sebut saja bek Wesley Fofana. Apalagi, ayahnya juga bukan asli Prancis, tapi dari Pantai Gading. Di akun Twitternya, Fofana menyebut aksi Fernandez itu sebagai aksi rasialisme yang tak bisa dibenarkan.

    Menurut Daily Mail, Fofana dan dua pemain Chelsea lainnya yang juga berdarah Prancis, yakni Axel Disasi dan Malo Gustavo, sudah langsung mengun-followed Fernandes di media sosial.

    Selain Fofana, Disasi, dan Gustavo, sebenarnya masih ada beberapa pemain The Blues lain yang juga berdarah campuran Prancis, semisal Lesley Ugochukwu, Christopher Nkunku, dan Beniot Badiashile.

    Manajemen Chelsea juga merespon keras tingkah kontroversial Fernandez dan langsung menjalankan investigasi kepada sang gelandang.

    Sementara itu, pihak Federasi Sepak Bola Prancis (FFF) bahkan langsung melaporkan kasus tersebut ke federasi Argentina dan FIFA.

    “Presiden FFF, Phillipe Diallo, mengutuk keras pernyataan rasis dan diskriminatif yang tidak dapat diterima dan ditujukan kepada pemain tim Prancis, yang dinyanyikan oleh para pemain dan pendukung tim Argentina setelah kemenangan mereka di Copa Amerika Copa dan tersebar luas di media sosial,” bunyi pernyataan di situs resmi FFF.

    argentina Chelsea copa amerika 2024 Enzo fernandez gelandang rasialisme rasis
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email

    Related Posts

    ISFEX 2025 Platform Pertumbuhan Industri Olahraga, Terasa Lebih Besar dan Meriah

    November 8, 2025

    Kata Timo Scheunemann Setelah Timnas Putri U-16 Indonesia Kalah dari Australia

    August 28, 2025

    China Taipei Menjadi Lawan Timnas Indonesia Menggantikan Kuwait di FIFA Matchday September

    August 27, 2025

    Profil Dua Pemain Baru Persib Bandung yang Punya Pengalaman Gak Kaleng-kaleng

    August 27, 2025
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Editors Picks

    ISFEX 2025 Platform Pertumbuhan Industri Olahraga, Terasa Lebih Besar dan Meriah

    November 8, 2025

    Kata Timo Scheunemann Setelah Timnas Putri U-16 Indonesia Kalah dari Australia

    August 28, 2025

    China Taipei Menjadi Lawan Timnas Indonesia Menggantikan Kuwait di FIFA Matchday September

    August 27, 2025

    Profil Dua Pemain Baru Persib Bandung yang Punya Pengalaman Gak Kaleng-kaleng

    August 27, 2025

    Hadirkan 21 Kategori, Santini JMTV Awards 2025 Siap Digelar

    December 11, 2025

    ISFEX 2025 Platform Pertumbuhan Industri Olahraga, Terasa Lebih Besar dan Meriah

    November 8, 2025

    ISFEX 2025 Kembali Digelar, Siap Pacu Inovasi Fasilitas Olahraga Nasional

    October 24, 2025

    Duo Visioner di Balik Ladies On Court, Alvina Taslim dan Christine Ananta

    September 9, 2025
    Jebreeetmedia
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
    • Home
    • Sepakbola Internasional
    • Bulutangkis
    • Jebreeet
    © 2026 Jebreeetmedia. Maintained by kreasiMAYA. Hak cipta dilindungi oleh undang-undang.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.