Close Menu
JebreeetmediaJebreeetmedia
    What's Hot

    Hadirkan 21 Kategori, Santini JMTV Awards 2025 Siap Digelar

    December 11, 2025

    ISFEX 2025 Platform Pertumbuhan Industri Olahraga, Terasa Lebih Besar dan Meriah

    November 8, 2025

    ISFEX 2025 Kembali Digelar, Siap Pacu Inovasi Fasilitas Olahraga Nasional

    October 24, 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Sepakbola Internasional
    • Bulutangkis
    Facebook X (Twitter) Instagram
    JebreeetmediaJebreeetmedia
    • Home
    • Sepakbola Internasional
      • Liga Inggris
      • Liga Italia
      • Liga Spanyol
      • Liga Champion/Europa
      • Timnas Mancanegara
    • Sepakbola Nasional
      • Liga 1
      • Timnas
    • Bulutangkis
    • Jebreeet
      • Jebreeet Talk
      • Jebreeet Tips
    • Tranmere Rovers
    • Merchandise
    JebreeetmediaJebreeetmedia
    Home » Cocokologi Medali Perunggu Sudirman Cup dan Joget Velocity
    Bulutangkis

    Cocokologi Medali Perunggu Sudirman Cup dan Joget Velocity

    Jebreeet MediaBy Jebreeet MediaMay 4, 2025Updated:May 4, 2025No Comments4 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Meski terhenti di semifinal dan cuma mendapat medali perunggu, tim bulutangkis Indonesia mendapat apresiasi karena dianggap sudah tampil bagus di sepanjang Sudirman Cup 2025.
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    “Ini kan yang kalian tunggu,” Demikianlah caption di salah satu unggahan terkini akun resmi media sosial PBSI, Minggu (4/5).

    Konten yang diunggah berupa potongan video tim Sudirman Cup Indonesia melakukan joget Velocity (Velocity Challenge) yang tengah viral.

    Jika komentar netizen di kolom komentar menjadi acuannya, maka Alwi Farhan dan Amallia Cahaya Pratiwi yang jadi pemenang. Keduanya dianggap joget paling luwes.

    Ini yang kalian tunggu kan? 😎

    Velocity bersama medali perunggu 🥉#BadmintonIndonesia #SudirmanCup2025 pic.twitter.com/2RxoJv7PIB

    — BADMINTON INDONESIA (@INABadminton) May 4, 2025

    Dalam beberapa pekan terakhir, joget Velocity atau Velocity Challenge memang tengah viral di jagat dunia maya, khususnya Tiktok dan Youtube.

    Dalam arti secara harafiah, Velocity berarti kecepatan gerakan atau kecepatan suara, jika merunut pada definisi di kamus Merriam Webster Dictionary.

    Challange itu menantang para pengguna untuk merekam sambil melakukan sebuah tarian dengan beragam kombinasi gerakan tangan, untuk kemudian diedit demi tayangan visual yang menarik semisal gerakan slow-motion di beberapa bagian.

    Jadi, selain kecermatan dalam menghafal gerakan, dibutuhkan pula kecepatan dan kreativitas untuk membuat hasil akhir menjadi lebih manis.

    Nah, jika menggunakan pendekatan cocokologi, video velocity skuat Sudirman Cup bukan semata mengikuti tren yang sedang hype, tapi menjadi gambaran performa Jonatan Christie dkk. di sepanjang turnamen.

    Sebagian besar Badminton Lovers di Tanah Air mengakui bahwa perjuangan Indonesia sudah optimal dan cukup memuaskan meski terhenti di semifinal dalam laga serba dramatis versus Korea Selatan.

    Tergabung di grup maut, Indonesia justru tampil menjanjikan  dengan menyisihkan Inggris (5-0), India (4-1), dan Denmark (4-1). Lanjut ke babak perempat final, Thailand kita sikat 3-1.

    Barulah Korea Selatan, yang dianggap sebagai pesaing terberat selain Tiongkok, mengganjal di semifinal. Laganya sengit luar biasa.

    Skuat Ginseng lebih kuat di sektor putri karena punya pemain nomor satu dunia tunggal putri, An Se-Young dan ganda putri nomor tiga dunia, Baek Ha Na/Lee So He.

    Terbukti, Korsel menang di kedua nomor tersebut.

    Indonesia sempat mencuri poin dari Alwi Farhan dan pasangan ganda putra, Muhammad Shohibul Fikri/Bagas Maulana.

    *Sektor Putra tak terkalahkan

    Secara keseluhan, beberapa pemain layak mendapat kredit lebih. Misalnya, Jojo, ia tampil lepas meski sembari menyadang kapten tim sekaligus asisten pelatih. Penampilan paling mengesankannya adalah kala menang dua gim langsung dari Kunlavut Vitidsarn (Thailand) di perempat final.

    Unggul jauh 21-9 di gim pertama, Jojo menyalip dari ketertinggalan 9-16 menjadi kemenangan 22-20 di gim kedua.

    Dua nama lain yang juga cukup bersinar di Sudirman Cup adalah Alwi dan Putri Kusuma Wardani. Permainan cepat dan taktis Alwi yang paling kentara adalah kala mengalahkan tunggal putra Denmark, Anders Antonsen di laga penutup fase grup.

    Perkembangan Putri juga terus menanjak. Selalu dipercaya tampil saat bersua India (P.V. Sindhu), Denmark (Line Kjaerfeldt), dan Thailand (Chochuwong Pornpawee), Putri menyapu bersih dengan tiga kemenangan straight-set. Hanya saja, performa bagus Putri dihentikan An Se-Young, yang merupakan rival lamanya kala masih di level junor.

    Lalu, sektor ganda putra Merah-Putih juga tak terkalahkan di sepanjang turnamen. Mulai dari pasangan tetap seperti Fajar Alfian/M. Rian Ardianto (vs Inggris) dan M. Shohibul Fikri/Daniel Marthin (vs India), maupun ketika Fikri dipasangkan kembali dengan tandem lamanya, Bagas Maulana (vs Korea Selatan).

    Pada akhirnya, memang belum takdir skuat Cipayung untuk kembali merebut gelar Sudirman Cup semenjak sukses juara di edisi pertama tahun 1989.

    Namun, menutup perjuangan dengan medali perunggu tetap layak diapresiasi. Jojo, selaku kapten, mengaku puas lantaran semua pemain sudah berupaya mengeluarkan permainan terbaik.

    Mereka tak terbeban meski gagal ke final. Hal itu kentara dari senyum dan gerakan luwes mereka di joget Velocity Challenge selaku salam perpisahan.

    “Saya mengucapkan terima kasih untuk perjuangan para pemain yang sangat luar biasa, bukan hanya hari ini tapi sejak pertama kali kita melawan Inggris sampai hari ini progresnya benar-benar terlihat dan daya juang kalian itu yang paling penting,” kata Jonatan di Instagram PBSI.

    ===

     

    View this post on Instagram

     

    A post shared by JEBREEETmedia (@jebreeetmedia)

    ===

     

    View this post on Instagram

     

    A post shared by JEBREEETmedia (@jebreeetmedia)

    Alwi Farhan Indonesia jonatan christie kalah korea selatan medali perunggu Putri Kusuma Wardani semifinal sudirman cup velocity
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email

    Related Posts

    Indonesia, Pasar Subur Sepak Bola Dunia yang Masih Sulit Memproduksi Pemain Kelas Atas di Tengah Melimpahnya Sumber Daya Manusia

    August 17, 2025

    Indonesia Patut Berbangga, Kini Punya 37 Pemain yang Bermain di Luar Negeri

    August 14, 2025

    Graham Arnold Yakin Bisa Kalahkan Indonesia dan Arab Saudi di Kualifikasi Piala Dunia 2026

    August 9, 2025

    PSSI Bidik Indonesia Jadi Tuan Rumah Piala Dunia Futsal 2028

    August 2, 2025
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Editors Picks

    Indonesia, Pasar Subur Sepak Bola Dunia yang Masih Sulit Memproduksi Pemain Kelas Atas di Tengah Melimpahnya Sumber Daya Manusia

    August 17, 2025

    Indonesia Patut Berbangga, Kini Punya 37 Pemain yang Bermain di Luar Negeri

    August 14, 2025

    Graham Arnold Yakin Bisa Kalahkan Indonesia dan Arab Saudi di Kualifikasi Piala Dunia 2026

    August 9, 2025

    PSSI Bidik Indonesia Jadi Tuan Rumah Piala Dunia Futsal 2028

    August 2, 2025

    Hadirkan 21 Kategori, Santini JMTV Awards 2025 Siap Digelar

    December 11, 2025

    ISFEX 2025 Platform Pertumbuhan Industri Olahraga, Terasa Lebih Besar dan Meriah

    November 8, 2025

    ISFEX 2025 Kembali Digelar, Siap Pacu Inovasi Fasilitas Olahraga Nasional

    October 24, 2025

    Duo Visioner di Balik Ladies On Court, Alvina Taslim dan Christine Ananta

    September 9, 2025
    Jebreeetmedia
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
    • Home
    • Sepakbola Internasional
    • Bulutangkis
    • Jebreeet
    © 2026 Jebreeetmedia. Maintained by kreasiMAYA. Hak cipta dilindungi oleh undang-undang.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.