Close Menu
JebreeetmediaJebreeetmedia
    What's Hot

    Hadirkan 21 Kategori, Santini JMTV Awards 2025 Siap Digelar

    December 11, 2025

    ISFEX 2025 Platform Pertumbuhan Industri Olahraga, Terasa Lebih Besar dan Meriah

    November 8, 2025

    ISFEX 2025 Kembali Digelar, Siap Pacu Inovasi Fasilitas Olahraga Nasional

    October 24, 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Sepakbola Internasional
    • Bulutangkis
    Facebook X (Twitter) Instagram
    JebreeetmediaJebreeetmedia
    • Home
    • Sepakbola Internasional
      • Liga Inggris
      • Liga Italia
      • Liga Spanyol
      • Liga Champion/Europa
      • Timnas Mancanegara
    • Sepakbola Nasional
      • Liga 1
      • Timnas
    • Bulutangkis
    • Jebreeet
      • Jebreeet Talk
      • Jebreeet Tips
    • Tranmere Rovers
    • Merchandise
    JebreeetmediaJebreeetmedia
    Home » Respons PSSI Usai FIFA Menjatuhkan Hukuman Berupa Denda dan Pengurangan Kapasitas di Stadion
    Sepakbola Nasional

    Respons PSSI Usai FIFA Menjatuhkan Hukuman Berupa Denda dan Pengurangan Kapasitas di Stadion

    Jebreeet MediaBy Jebreeet MediaMay 12, 2025No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Gelora Bung Karno yang biasanya bergemuruh dengan dukungan fanatik suporter Timnas Indonesia, kini justru menjadi awal masalah.
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    FIFA secara resmi memberikan hukuman kepada PSSI setelah insiden yang terjadi saat laga melawan Bahrain pada 25 Maret 2025 lalu. Insiden yang terjadi di Stadion GBK itu bermula ketika suporter melantunkan yel-yel.

    Yel-yel tersebut dinilai oleh FIFA bernada Xenophobia yang diarahkan kepada Bahrain. Dampaknya, pertandingan krusial melawan Tiongkok pada 6 Juni mendatang harus digelar dengan pembatasan ketat penonton.

    “Jadi PSSI sudah mendapatkan surat dari FIFA, dengan referensi FDD-23338 Pasal 15 tentang diskriminasi,” kata anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Arya Sinulingga.

    Menurut laporan resmi FIFA, Yel-yel tersebut datang dari sekelompok suporter di Sektor 19 Tribun Utara/Selatan. Yel-yel tersebut dilontarkan kepada tim Bahrain di menit ke-80. Sekitar 200 orang terlibat dalam insiden yang langsung terekam sistem pemantauan anti-diskriminasi FIFA.

    “Suporter berteriak ‘Bahrain bla bla bla’, akibatnya yang pertama PSSI didenda hampir setengah miliar, Rp 400 juta’an lebih,” ujar Arya.

    BACA JUGA: Ditahan Imbang Genoa, Ini Bukti Napoli Lagi Gak Hoki: 9 Peluang Ditepis Kiper, Sedangkan 2 Peluang Lawan Jadi Gol

    ANTI-DISKRIMINASI

    Tak hanya denda, FIFA juga memaksa PSSI memangkas 15% kapasitas penonton di tribun belakang gawang untuk laga vs Tiongkok. Bahkan, tiket yang tersisa hanya boleh dijual kepada kelompok tertentu seperti komunitas anti-diskriminasi, pelajar, atau keluarga.

    “Tapi FIFA juga memberikan ruang atau alternatif, boleh saja diberikan, tapi kepada komunitas anti-diskriminasi, atau komunitas khusus seperti keluarga, mungkin pelajar atau perempuan,” tutur Arya.

    Selain pembatasan penonton, FIFA mewajibkan pemasangan spanduk kampanye anti-diskriminasi dan penyusunan rencana pencegahan oleh PSSI. Langkah ini dinilai penting mengingat FIFA sangat serius menangani isu sensitif seperti rasisme dan xenofobia.

    “Jadi tidak boleh ada ujaran kebencian, rasisme, xenophobia dan lain-lainnya. Ini pembelajaran bagi kita semua, jelas merugikan kita semua, tapi kita harus tanggung bersama-sama,” tegas Arya.

    Insiden ini menjadi tamparan keras bagi sepak bola Indonesia, terutama di tengah euforia Timnas yang sedang bersaing di Kualifikasi Piala Dunia 2026. Jika tidak ada perbaikan, bukan tidak mungkin sanksi berikutnya akan lebih berat—bahkan berpotensi memaksa Timnas bermain tanpa penonton sama sekali.

     

    View this post on Instagram

     

    A post shared by JEBREEETmedia (@jebreeetmedia)

    Bahrain FIFA PSSI
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email

    Related Posts

    ISFEX 2025 Platform Pertumbuhan Industri Olahraga, Terasa Lebih Besar dan Meriah

    November 8, 2025

    Kata Timo Scheunemann Setelah Timnas Putri U-16 Indonesia Kalah dari Australia

    August 28, 2025

    China Taipei Menjadi Lawan Timnas Indonesia Menggantikan Kuwait di FIFA Matchday September

    August 27, 2025

    Profil Dua Pemain Baru Persib Bandung yang Punya Pengalaman Gak Kaleng-kaleng

    August 27, 2025
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Editors Picks

    ISFEX 2025 Platform Pertumbuhan Industri Olahraga, Terasa Lebih Besar dan Meriah

    November 8, 2025

    Kata Timo Scheunemann Setelah Timnas Putri U-16 Indonesia Kalah dari Australia

    August 28, 2025

    China Taipei Menjadi Lawan Timnas Indonesia Menggantikan Kuwait di FIFA Matchday September

    August 27, 2025

    Profil Dua Pemain Baru Persib Bandung yang Punya Pengalaman Gak Kaleng-kaleng

    August 27, 2025

    Hadirkan 21 Kategori, Santini JMTV Awards 2025 Siap Digelar

    December 11, 2025

    ISFEX 2025 Platform Pertumbuhan Industri Olahraga, Terasa Lebih Besar dan Meriah

    November 8, 2025

    ISFEX 2025 Kembali Digelar, Siap Pacu Inovasi Fasilitas Olahraga Nasional

    October 24, 2025

    Duo Visioner di Balik Ladies On Court, Alvina Taslim dan Christine Ananta

    September 9, 2025
    Jebreeetmedia
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
    • Home
    • Sepakbola Internasional
    • Bulutangkis
    • Jebreeet
    © 2026 Jebreeetmedia. Maintained by kreasiMAYA. Hak cipta dilindungi oleh undang-undang.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.