Kevin De Bruyne menjalani laga farewell-nya dengan publik Etihad Stadium kala Manchester City menang 3-1 atas tamunya, Bournemouth, Rabu (21/5). Ia genap 10 musim berseragam Manchester Biru dan sukses menghadirkan 16 gelar.
Seremoni perpisahan pun digelar seusai laga. Mulai dari prosesi Guard of Honour dari rekan setim dan staf pelatih, hingga wacana soal pembuatan patung King Kev – demikian ia biasa dijuluki. Berikut kilas balik transfer De Bruyne ke City 10 tahun silam.
- Diawali prospek semu di Chelsea
De Bruyne mulai menapaki mimpinya untuk bermain di Premier League kala dibeli Chelsea dari KRC Genk seharga 7 juta pound pada hari deadline bursa transfer musim dingin 2012.
Pelatih Chelsea kala itu, Jose Mourinho, meyakini De Bruyne sebagai calon pemain andalan masa depan The Blues. Namun kenyataannya, De Bruyne sulit berkembang hingga ia sempat dipinjamkan ke Werder Bremen pada musim 2012/13, sebelum akhirnya dijual ke Wolfsburg pada bursa transfer musim dingin 2014.
- Jadi rekor transfer City
Pada musim terakhirnya di Wolsburg, De Bruyne meraih penghargaan Germany Footballer of the Year berkat torehan 16 gol dan 27 assist. Hal itu membuatnya ditaksir banyak klub besar.
Lewat penawaran sekitar 55 juta poundsterling, City akhirnya berhasil memboyong De Bruyne dari Wolfsburg pada 30 Agustus 2015. Angka 55 juta itu sekaligus menjadi rekor pembelian termahal City.
- Bikin Sterling cuma bertahan 1,5 bulan
Yang menariknya, transfer De Bruyne itu memecahkan rekor transfer termahal City yang satu setengah bulan sebelumnya baru disematkan kepada Raheem Sterling, tepatnya pada 12 Juli 2015.
Kala itu, City mengeluarkan uang sebesar 49 juta poundsterling untuk merekrut Sterling dari Liverpool. Harga beli De Bruyne berarti sekitar 6 juta poundsterling lebih mahal dibanding Sterling.
- Cuma kalah mahal dari Di Maria
Proses transfer De Bruyne ke Chelsea menjadi pembelian termahal kedua di bursa transfer musim panas jelang bergulirnya musim 2015-2016.
Harga 55 juta pound transfer De Bruyne cuma kalah dari harga 59,7 juta yang dikeluarkan Manchester United untuk memboyong Angel Di Maria dari Real Madrid.
Harga itu terbilang wajar karena Di Maria sebelumnya tampil bagus di laga final Liga Champions melawan Atletico Madrid. Pada laga yang akhirnya dimenangkan Madrid dengan skor 4-1 tersebut, Di Maria terpilih sebagai man of the match.
- Termahal di pasaran pada Mei 2018
Pada Mei 2018, harga jual De Bruyne di pasaran sempat menyentuh angka 150 juta euro yang sekaligus menjadi harga tertinggi di pasaran kala itu.
Pada periode tersebut, De Bruyne baru saja berhasil menghadirkan dua trofi bagi City di musim 2017/18, yakni gelar Premier League dan Piala Liga. Di musim berikutnya (2018/19), ia menyandingkan gelar Premier League dengan gelar Piala FA.
- Jauh dari isu transfer
Sepanjang 10 musim berseragam City, De Bruyne bisa dibilang jarang bersinggungan dengan gosip transfer. Jika menurut situs Transfermarkt, ketertarikan tim-tim lain untuk merekrut De Bruyne justru baru muncul pada akhir Desember 2023.
Kala itu, tim pertama yang berani mendekati De Bruyne adalah klub kaya asal Arab Saudi, Al Nassr. Seiring berjalannya waktu dan bakal tuntasnya kontrak De Bruyne di City akhir musim ini, barulah beberapa tim lain diisukan tertarik merekrut De Bruyne.
Menurut Transfermarkt, setidakanya ada enam tim yang sudah ancang-ancang untuk mendekati De Bruyne sejak bulan April silam dan sebagian besar merupakan tim-tim dari MLS (Amerika Serikat), semisal Inter Miami, DC. United, dan New York City FC. Selain itu, ada pula Napoli, Fenerbache, dan River Plate.
===
View this post on Instagram


