Salviandy Dhanizar berhasil meraih peringkat ketiga dalam ajang Yuasa Stand Up Bolaharaga League (YSUBL) Season 4. Komika yang mewakili Jawa Barat ini tampil konsisten sepanjang kompetisi dan menutup perjalanannya di babak final dengan materi yang matang dan pembawaan yang penuh keyakinan.
Menjelang final, Salviandy menyebut bahwa persiapannya tidak terlalu banyak open mic karena temanya sudah sangat spesifik. “Open mic dua kali aja, karena temanya spesifik. Jadi banyak ngebadanin dan ngapalin,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa menjaga mental juga menjadi kunci utama. “Udah berserah hadiri aja sama Dewa Komedi.”
Dari Penonton Jadi Finalis
Perjalanan Salviandy di dunia stand-up comedy dimulai sejak ia masih duduk di bangku SMA, sekitar tahun 2015. Saat itu, ia hanya sesekali tampil dan lebih sering menjadi penonton. “Dulu nonton SUCI 2, terus iseng ikut lomba di SMA. Lumayan lah, ada ketawanya,” kata pria kelahiran 20 Desember 1998 itu.
Namun baru pada tahun 2024 ia mulai serius menekuni dunia stand-up dengan bergabung ke komunitas Stand Up Indo Jakarta Barat. “Setelah gabung komunitas, ternyata crafting-nya seru, ketemu banyak orang, jadi semangat belajar terus,” tambahnya.
Tantangan Format Individu
Berbeda dari musim sebelumnya yang berbentuk kompetisi tim, YSUBL Season 4 digelar secara individu. Hal ini menjadi tantangan baru bagi Salviandy. “Awalnya ngira formatnya kayak tahun lalu, bawa komunitas. Ternyata sendiri-sendiri. Jadi lebih serius, lebih berat,” jelasnya.
Meski begitu, ia tetap mengakui serunya format tim. “Kalau komunitas tuh nonton rame, supporternya banyak, terus semangatnya beda,” katanya sambil tertawa.
Dekat dengan Dunia Olahraga
Meski mengaku bukan pengamat statistik, Salviandy menyukai dunia olahraga. Ia senang menonton berbagai pertandingan, terutama basket. “Kalau nonton pertandingan tuh seru aja. Meski gak ngikutin detail banget, tapi kalau bahas olahraga tuh lebih lancar karena emang suka,” ungkapnya.
Tema-tema olahraga yang disuguhkan di YSUBL pun menurutnya unik. “Ada tiga babak, semuanya spesifik. Bahkan ada roasting. Ini yang bikin YSUBL beda sama kompetisi lain,” jelasnya.
Harapan untuk YSUBL
Sebagai salah satu finalis yang merasakan langsung atmosfer YSUBL dari awal hingga akhir, Salviandy berharap kompetisi ini terus berjalan di musim-musim selanjutnya. “Harapannya YSUBL terus berlanjut, sampai season 20, season 25. Karena dari sini banyak komika lucu yang bisa muncul dan dapat panggung.”
Dengan gelar juara ketiga yang diraihnya, Salviandy membuktikan bahwa konsistensi, semangat belajar, dan cinta terhadap stand-up comedy serta komunitasnya dapat membawanya melangkah jauh di panggung nasional.


