Laga antara Siti Fadia Ramadhanti/Lanny Tria Mayasari, menghadapi wakil Malaysia, Go Pei Kee/Teoh Mei Xing (Malaysia), Rabu (4/6), menjadi laga yang paling bising di hari kedua babak 32 besar Indonesia Open 2025, Rabu (4/6).
Hal itu karena Fadia/Lanny berhasil menang comeback. Setelah kalah 19-21 di gim pertama, keduanya bangkit dan memenangi dua gim berikutnya dengan skor 21-16 dan 21-19.
Wajar pula jika publik Istora begitu bereuforia atas kemenangan ini karena pertandingan berlangsung cukup alot, khususnya di akhir-akhir gim ketiga.
Fadia/Lanny sempat unggul 19-14. Namun, Go/Teoh mampu merapatkan jarak hingga kedudukan menjadi 17-19 dan 19-20. Momen di mana smash kencang Lanny masuk dan membuat Go tersungkur menjadi sajian penutup. Publik Istora bersorak menyambut kemenangan tersebut.
Ketika dijumpai awak media di Mixed Zone, Fadia/Lanny mengakui permainan mereka masih belum optimal. Keduanya bahkan sampai harus mengeluarkan jurus khusus untuk menyudahi pertandingan.
“Mungkin karena di poin-poin terakhir, kami main lebih nekat sih karena tadi kami sudah sempat unggul, terus kekejar juga sampe poin 19. Jadi pas di poin-poin terakhir tadi, kami memilih nekat aja,” ujar Fadia.
Pilihan bermain lebih nekat itu terpaksa diambil Fadia/Lanny karena beberapa faktor. Selain lawan yang juga tampil bagus, faktor non-teknis seperti angin juga turut menentukan. Beberapa kali smash Lanny cuma nyangkut di net.
“Mungkin tadi kami masih meraba-raba kondisi lapangan juga ya dan itu tak mudah, soalnya anginnya kemana-mana, jadi ada faktor menang-kalah angin juga,” timpal Lanny.
Pemain berusia 23 tahun itu bahkan melanjutkan komentarnya dengan lebih merinci.
“Buktinya, di gim kedua (saat menang angin), kami bisa menang, begitu juga setelah di poin 11 (pertukaran lapangan di masa interval gim ketiga) kami makin pede lagi,” lanjut Lanny.
*Mengobati kekalahan di ganda campuran
Bagi Fadia, kemenangan ini makin berarti karena langkahnya di sektor ganda campuran bersama Dejan Ferdinansyah, sudah lebih dulu mentok usai kalah dua gim langsung dari wakil Thailand, Dechapol Puavaranukroh (18-21 dan 13-21).
“Ya sebenarnya kan kalau ganda campuran kan sudah selesai, jadi sudah bisa moved on ke ganda putri. Apalagi, saya punya tanggung jawab juga ya di masing-masing sektor, tadi pagi di ganda campuran, terus barusan di ganda putri,” ujar Fadia.
Meski menang comeback, Fadia/Lanny juga tak mau cepat berpuas diri. Keduanya menganggap persaingan di sektor ganda putri makin merata.
“Kaya kemarin di Malaysia Masters, kami sempat menang dari Nami Matsuyama/Chiharu Sida (Jepang), gak boleh cepat juga karena besokannya ketemu lawan yang lebih bagus lagi (kalah dari Jia Yi Fan/Zhang Shu Xian). Jadi, ambil pelajarannya baik menang maupun kalah,” tutup Fadia.
====
View this post on Instagram


