Gerald Vanenburg, pelatih kepala Timnas U-23 Indonesia, sedang dalam misi krusial, yakni membentuk tim yang tangguh di Piala AFF U-23 2025. Dengan pemusatan latihan yang sedang berlangsung di Jakarta hingga 14 Juli, Vanenburg tak hanya fokus pada taktik di lapangan, tetapi juga pada pembangunan karakter dan mentalitas juara. Pendekatannya yang unik dan mandiri dalam memilih pemain menjadi sorotan utama.
Berbeda dengan anggapan umum, Gerald Vanenburg menegaskan bahwa setiap pemain yang ada di skuadnya adalah hasil seleksi pribadinya. Ia rela menghabiskan waktu berjam-jam, bahkan hingga dini hari, untuk menganalisis performa pemain di level klub. Ini menunjukkan dedikasi dan komitmennya untuk memastikan hanya pemain yang benar-benar sesuai dengan visinya yang terpilih.
“Saya memilih semua pemain sendiri. Itu tidak mudah karena saya tidak mengenal para pemain. Jadi saya menonton banyak pertandingan, bahkan sampai jam 5 pagi,” ujar Gerald Vanenburg usai sesi latihan di Stadion Madya, Jakarta, Senin (23/6/2025).
Proses seleksi ketat ini bukan hanya tentang kemampuan teknis, tetapi juga tentang menemukan “karakter” yang tepat untuk mewakili Indonesia. Vanenburg percaya bahwa mentalitas dan semangat juang adalah elemen kunci dalam mencapai kesuksesan.
“Saya sangat senang dengan pemain-pemain yang saya pilih. Saya pikir mereka punya karakter untuk bermain bagi Indonesia,” katanya.
Fokus Internal dan Mentalitas Pemenang
Dalam menghadapi Piala AFF U-23, Vanenburg menolak untuk terpengaruh oleh ekspektasi atau opini dari luar. Ia tidak peduli dengan predikat “kandidat juara” atau siapa lawan yang akan dihadapi. Filosofinya sederhana: setiap pertandingan adalah final.
“Saya tidak peduli siapa lawan kami. Kalau kalah, Anda tersingkir. Jadi kami harus fokus dan berusaha menang di setiap pertandingan,” tegas mantan juara Liga Champions bersama PSV Eindhoven itu.
Fokus utamanya saat ini adalah membentuk tim yang solid, baik dari segi teknik, fisik, maupun mental. Dengan 28 pemain yang mengikuti pemusatan latihan, Vanenburg menekankan pentingnya kerja sama tim dan pengembangan kolektif.
BACA JUGA: Berapa Pendapatan Klub Partisipan Piala Dunia Antarklub?
Tantangan Persiapan dan Solusi Kreatif
Meskipun memiliki rencana matang, persiapan Timnas U-23 tidak lepas dari tantangan. Vanenburg mengungkapkan bahwa rencana untuk mengadakan pertandingan uji coba terpaksa dibatalkan. Namun, ini tidak menyurutkan semangatnya. Dengan pendekatan yang pragmatis, ia melihat solusi kreatif untuk tetap memantau perkembangan pemain.
“Saya punya beberapa rencana laga persahabatan, tapi masalahnya adalah lawannya membatalkan. Jadi kami harus bermain 11 lawan 11 antarpemain sendiri, tapi bagi saya itu bukan masalah. Saya bisa melihat semua pemain saya.
“Saya seharusnya punya beberapa laga uji coba, tapi masalahnya adalah itu dibatalkan,” kata pemenang Piala Champions dan Piala Eropa 1988 bersama PSV Eindhoven dan Timnas Belanda tersebut. “Jadi kami harus main 11 lawan 11 (antar pemain sendiri). Tapi bagi saya itu bukan masalah, karena saya bisa melihat semua pemain saya, dan itu bagus.”
Vanenburg percaya bahwa latihan internal 11 lawan 11 memberikan pandangan yang sama efektifnya terhadap kemampuan dan adaptasi pemain.
Kekuatan Tim Lebih dari Sekadar Individu
Pendekatan Vanenburg tidak hanya berlaku untuk pemain, tetapi juga untuk seluruh staf pelatih dan pihak-pihak yang terlibat. Ia percaya bahwa keberhasilan tim adalah hasil dari upaya kolektif.
“Itu adalah kualitas yang saya butuhkan, dan saya sangat senang dengan staf saya, orang-orang di sekitar saya, para pemain, juga Pak Erick Thohir, kami juga punya Ahmed Zaki*,” ujar Vanenburg di Stadion Madya pada Senin (23/6/2025).
“Saya rasa semua orang bersama-sama akan membentuk tim kuat. Bukan hanya saya, bukan hanya satu pemain — semuanya secara keseluruhan harus menunjukkan bahwa kami kuat.”
Timnas U-23 Indonesia berada di Grup A bersama Brunei Darussalam, Malaysia, dan Filipina, dengan pertandingan yang akan digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno dan Stadion Patriot Candrabhaga. Meskipun Vietnam adalah juara bertahan, Vanenburg tetap fokus pada pembangunan internal tim, menjadikan Piala AFF U-23 sebagai langkah awal untuk membentuk generasi baru pemain muda Indonesia di panggung Asia Tenggara.
View this post on Instagram


