Piala Presiden 2025 kembali menyuguhkan drama di lapangan hijau, kali ini dari laga antara Dewa United dan Persib Bandung. Pertandingan yang berakhir imbang 1-1 ini bukan sekadar skor akhir, melainkan cerminan dari semangat juang dan strategi cerdas kedua tim.
Bagi Dewa United, hasil ini menjadi bukti kematangan di tengah badai, sementara Persib melihatnya sebagai langkah maju dalam adaptasi tim menuju musim baru yang penuh tantangan.
Meskipun bermain dengan sepuluh orang sejak menit ke-20 akibat kartu merah yang diterima bek Cassio Scheid, Dewa United tidak menyerah. Mereka justru menunjukkan mental baja dan kemampuan adaptasi yang luar biasa. Penalti Egy Maulana Vikri di menit-menit akhir menjadi simbol kegigihan mereka, membuktikan bahwa keterbatasan jumlah pemain bukan halangan untuk meraih hasil maksimal.
“Kita berhak dapat 1-1. Babak kedua saya pikir agak sedikit membosankan. Kita memilih agak sedikit lebih defensif, tapi saya pikir babak pertama, kita banyak membuat kesempatan dengan cara bermain yang kita miliki,” kata Riekerink di Bandung, Selasa.


