Keberhasilan timnas U-19 Indonesia lolos ke putaran final Piala Asia 2023 di Uzbekistan nanti tak lepas dari banyaknya nama baru di dalam tim. Seperti diketahui timnas U-19 Indonesia melakukan perombakan guna membuat tim lebih kuat lagi.
Menurut Yusuf Kurniawan, hal tersebut dilakukan Shin Tae-yong karena banyak lini yang rapuh di timnas U-19 Indonesia. Apalagi di sisi pertahanan yang akhirnya banyak nama-nama baru yang muncul untuk mengisi kekurangan.
Sebetulnya tidak hanya di pertahanan, tetapi juga di sisi penyerangan, Namun akhirnya Shin Tae-yong memilih untuk memperkuat lini pertahanan.
“Jadi ini menurut analisa gue ini STY belajar dari kekurangan kita di AFF kemarin. Kita banyak celah terutama di sisi pertahanan dan kedua di pertahanan, tetapi STY lebih fokus di pertahanan karena kalau kita pertahanan bagus dan bisa ga kebobolan setidaknya kta tidak kalah,” jelasnya.
Dari situlah muncul nama seperti Robi Darwis, Frengky Missa, Ginanjar Wahyu sampai Robbani Tasnim. Namun nyatanya tidak hanya Indonesia yang merubah komposisi pemain, Vietnam pun melakukan hal yang sama.
“Terus ini juga jadi shock therapy untuk pemain yang sudah settle, tetapi entar dulu, karena menjadi ada persaingan. AKhirnya munculah Robi Darwis, Frengky Missa, GInanjar Wahyu, Robbani Tasnim dan akhirnya komposisi di AFF itu 50:50 dengan sekarang begitu juga Vietnam,” jelasnya.
Yusuf Kurniawan juga menilai bahwa saat ini timnas U-19 Indonesia sudah lebih baik lagi. Pasalnya ada persaingan yang ketat dari para pemain sehingga tidak ada lagi yang merasa posisinya sudah aman di dalam tim,
Diakuinya banyak pemain yang dicoret dari timnas U-19 Indonesia karena sudah merasa aman sehingga permainannya pun menurun. Hal itu dikarenakan pemain sudah leha-leha dan tidak lagi bekerja dengan keras.
“Ini kan bagus menciptakan persaingan di dalam tim itu bagus apalagi usia muda, jangan merasa puas dan nyaman. Itu pun pernah di notice oleh Nova Arianto di sosmednya karena sebagian pemain yang dicoret itu attitudenya tidak bagus karena merasa sudah nyaman sampai akhirnya leha-leha dan terjadi seleksi alam siapa yang akhirnya lebih siap,” tutupnya.


