Berkat kecerdikannya dalam merubah strategi permainan, Jonatan Christie sukses menaklukkan wakil Jepang, Kanta Tsuneyama, lewat dua gim langsung.
Jika menilik pada skor akhir 21-17 dan 21-10, sekilas Christie terkesan menang mudah atas Tsuneyama. Namun, yang terjadi di lapangan tidak demikian.
Christie memang mengawali laga dengan cukup mulus. Ia sempat unggul 4-1 sebelum akhirnya terbawa permainan Tsuneyama. Terbukti, sang lawan asal Jepang tersebut mampu berbalik unggul di interval gim pertama lewat skor 11-9.
Sadar dirinya terlalu terbawa permainan lawan, Christie berupaya merubah strategi. Upaya itu berbuah manis karena Christie berhasil menutup gim pertama dengan keunggulan 21-17.
Di gim kedua, Christie terus melenggang. Ia bahkan sempat merebut delapan poin beruntun guna unggul 11-4 di interval gim kedua. Setelah itu, Christie juga tak banyak menemukan kesulitan berarti hingga akhirnya menutup laga dengan skor 21-10.
Dalam sesi jumpa pers usai laga, Christie menuturkan soal salah satu kunci kemenangannya atas wakil Jepang tersebut.
“Ya sebenarnya tadi di awal-awal, saya sempat keikut pola main lawan yang lebih banyak bermain satu-satu, bermain lebih dengan tempo pelan, dan banyak bola-bola pukulan saya yang membuat posisi lawan enak untuk melakukan serangan,” ujar Christie.
“Jadi setelah interval gim pertama, saya coba merubah taktik untuk tidak banyak kasih dia serangan dan banyak bola-bola saya yang saya jauhin dari posisinya,” lanjut Christie.
Kemenangan Christie ini setidaknya menjadi obat pelipur lara fan bulutangkis Indonesia di istora yang sebelumnya agak kecewa lantaran wakil lain Indonesia di tunggal putra, Chicho Dwi Wardana, takluk dari jagoan Singapura, Loh Kean Yew (15-21, 21-23).
Dengan demikian, Christie juga menjadi wakil pertama Indonesia di sektor tunggal putra yang berhasil lolos ke babak 16 besar. Satu wakil Indonesia lainnya, Anthony Ginting, masih akan bersua pemain kawakan Denmark, Hans-Kristian Vittinghus, di laga penutup hari kedua Indonesia Open.


