Close Menu
JebreeetmediaJebreeetmedia
    What's Hot

    Hadirkan 21 Kategori, Santini JMTV Awards 2025 Siap Digelar

    December 11, 2025

    ISFEX 2025 Platform Pertumbuhan Industri Olahraga, Terasa Lebih Besar dan Meriah

    November 8, 2025

    ISFEX 2025 Kembali Digelar, Siap Pacu Inovasi Fasilitas Olahraga Nasional

    October 24, 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Sepakbola Internasional
    • Bulutangkis
    Facebook X (Twitter) Instagram
    JebreeetmediaJebreeetmedia
    • Home
    • Sepakbola Internasional
      • Liga Inggris
      • Liga Italia
      • Liga Spanyol
      • Liga Champion/Europa
      • Timnas Mancanegara
    • Sepakbola Nasional
      • Liga 1
      • Timnas
    • Bulutangkis
    • Jebreeet
      • Jebreeet Talk
      • Jebreeet Tips
    • Tranmere Rovers
    • Merchandise
    JebreeetmediaJebreeetmedia
    Home » Serba Pertama dari Kemenangan 3-0 Belanda Kontra Yunani: Marten De Roon Senggol RvP, Tijjani Reijnders Susul 11 Pendahulunya di AC Milan
    Sepakbola Internasional

    Serba Pertama dari Kemenangan 3-0 Belanda Kontra Yunani: Marten De Roon Senggol RvP, Tijjani Reijnders Susul 11 Pendahulunya di AC Milan

    Jebreeet MediaBy Jebreeet MediaSeptember 8, 2023Updated:September 8, 2023No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Kemenangan 3-0 Belanda atas Yunani, menjadi kemenangan pertama mereka atas tim setara di Eropa di sepanjang tahun.
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Marten de Roon mencetak gol perdona, Tijjani Reijnders melakoni laga debut, serta kemenangan pertama De Oranje atas tim-tim top Eropa di sepanjang Tahun ini.

    Pelatih Belanda, Ronald Koeman, mungkin menjadi sosok yang paling berbahagia dengan kemenangan 3-0 Belanda atas Yunani di lanjutan Kualifikasi Piala Eropa 2024 Grup B. Pasalnya, kemenangan itu setidaknya membumbungkan lagi harapan De Oranje untuk lolos Jerman 2024.

    Tiga gol kemenangan Belanda ke gawang Yunani  dicetak oleh Marten de Roon menit 17’), Cody Cakpo (31’), dan Wout Weghorst (39’). 

    Belanda sempat dibantai Prancis 0-4 di laga pembuka grup. Setelah itu, mereka beruntung hanya bersua tim lemah, Gibraltar dan menang 3-0.

    Barulah kemenangan atas Yunani ini membuat koleksi poin Belanda setara dengan Negeri Para Dewa tersebut. Keduanya sudah mengumpulkan enam poin dan terpaut sembilan poin dengan Prancis yang bercokol di puncak klasemen. Belanda berada di peringkat kedua karena punya agregat gol (6-4) yang sedikit lebih baik dari Yunani (5-5) di peringkat tiga. 

    Akan tetapi, terlepas dari pergeseran di papan klasemen tersebut, kemenangan atas Yunani ini setidaknya mengamankan posisi Koeman selaku pelatih kepala. Hal itu menyusul buruknya kinerja Belanda di sepanjang tahun 2023.

    Sebelum bersua Yunani, De Oranje sudah melakoni empat laga tahun ini dan Gibraltar bisa dibilang menjadi satu-satunya tim semenjana yang menjadi lawan mereka.

    Tiga lawan lain yang dihadapi, yakni Prancis, Kroasia, dan Italia. Seperti sudah diuraikan di atas, laga melawan Prancis merupakan laga pembuka grup.

    Sedangkan partai melawan Kroasia dan Italia berlangsung di ajang Europa National League. Saat melawan Kroasia, Belanda sempat menyamakan kedudukan menjadi 2-2 di menit-menit akhir sebelum akhirnya takluk 2-4 di babak tambahan.

    Nasib Belanda tak kalah menyedihkan saat takluk 2-3 dari Italia di stadion De Grolsch Veste. Azzurri selalu leading di laga tersebut dan Belanda cuma bisa mengecilkan kekalahan (2-3) lewat gol Georginio Wijnaldum, satu menit sebelum bubaran.

    *Serba Perdana Lainnya

    Hal perdana lain yang mencuat adalah soal masuknya nama de Roon di daftar pencetak gol. Menurut Opta, gol tersebut merupakan gol perdana de Roon untuk negaranya.

    Laga kontra Yunani sendiri menjadi penampilan ke-38 de Roon di timnas. Dalam rentang waktu tersebut, de Roon sudah lebih dulu menyia-nyiakan 12 peluang yang pernah diraihnya sebelum akhirnya gol perdana itu  lahir.

    Usai laga, de Roon bahkan sempat “mencolek” dan bertukar komentar dengan striker legendaris Belanda, Robin van Persie, di Instagram.

    “Gol perdona untuk Oranje. Akhirnya, ini awal rentetan gol saya untuk mengalahkan koleksi gol @Persie-Official,” tulis de Roon. “Lebih baik terlambat dibanding tidak sama sekali,” timpal RvP.

    Sosok lain yang juga beruansa perdana adalah Tijjani Reijnders. Keputusan Koeman memasukkan Reijnders untuk menggantikan de Roon di menit 65’ membuat gelandang anyar AC Milan tersebut akhirnya merasakan debutnya bersama De Oranje.

    Khusus bagi masyarakat Indonesia, laga debut Reijnders itu sekaligus menutup rapat peluang pemain berdarah Maluku itu untuk membela skuat Merah-Putih.

    Hal lain yang masih berkaitan dengan laga debut Reijnders adalah soal bagaimana Milan (bersama RSC Anderlecht) menjadi klub sepanjang masa yang paling banyak dibela pemain-pemain timnas Belanda (12 pemain) setelah Barcelona (20 pemain). Jumlah itu dihitung berdasarkan laga-laga resmi (di luar laga uji coba atau persahabatan).

    Pada pertengahan Agustus silam, akun resmi Instagram Milan bahkan sempat mengunggah konten video berjudul “Can you better than Reijnders?”

    Video sengaja dikreasikan untuk mengetes seberapa jauh pengetahuan sang gelandang soal nama-nama pemain asal Belanda yang sudah lebih dulu memperkuat Rossoneri. Reijnders ternyata hanya bisa menjawab 9 dari total 17 nama.

    Sebanyak 12 dari 17 total nama tersebut di antaranya adalah Ruud Gullit, Frank Rijkaard, Marco van Basten, Edgar Davids, Patrick Kluivert, Clarence Seedorf, Winston Bogarde, Jaap Stam, Klaas-Jan Huntelaar, Mark van Bommel, Nigel de Jong,  dan Urby Emanuelson,

    3-0 AC Milan barcelona de oranje kualifikasi Euro 2024 kualifikasi Piala Eropa 2024 Marten de roon ronald koeman Tijjani Reijnders Timnas Belanda yunani
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email

    Related Posts

    Impian Terbesar Tijjani Reijnders, Bisa Lawan Indonesia di Piala Dunia

    August 18, 2025

    Patrick Kluivert Dipastikan Bermain di Clash of Legends, Buka Peluang Lawan Luis Milla

    August 15, 2025

    Carles Puyol Tak Sabar Beraksi di GBK, Waspadai Pemain Real Madrid Legends

    August 8, 2025

    El Clasico Clash of Legend Siap Gebrak Stadion GBK, Carles Puyol dan Luis Figo Dipastikan Bermain

    August 8, 2025
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Editors Picks

    Impian Terbesar Tijjani Reijnders, Bisa Lawan Indonesia di Piala Dunia

    August 18, 2025

    Patrick Kluivert Dipastikan Bermain di Clash of Legends, Buka Peluang Lawan Luis Milla

    August 15, 2025

    Carles Puyol Tak Sabar Beraksi di GBK, Waspadai Pemain Real Madrid Legends

    August 8, 2025

    El Clasico Clash of Legend Siap Gebrak Stadion GBK, Carles Puyol dan Luis Figo Dipastikan Bermain

    August 8, 2025

    Hadirkan 21 Kategori, Santini JMTV Awards 2025 Siap Digelar

    December 11, 2025

    ISFEX 2025 Platform Pertumbuhan Industri Olahraga, Terasa Lebih Besar dan Meriah

    November 8, 2025

    ISFEX 2025 Kembali Digelar, Siap Pacu Inovasi Fasilitas Olahraga Nasional

    October 24, 2025

    Duo Visioner di Balik Ladies On Court, Alvina Taslim dan Christine Ananta

    September 9, 2025
    Jebreeetmedia
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
    • Home
    • Sepakbola Internasional
    • Bulutangkis
    • Jebreeet
    © 2026 Jebreeetmedia. Maintained by kreasiMAYA. Hak cipta dilindungi oleh undang-undang.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.