Setelah kemenangan 2-1 di kandang Villarreal pada tengah pekan, Girona resmi memuncaki klasemen La Liga. Ujian pertama mempertahankan pucuk klasemen buat klub Catalan ini langsung berat: Real Madrid.
Girona menjadi klub ke-41 yang berhasil menempati posisi teratas di Primera Division La Liga. Klub sebelumnya adalah Villarreal pada 2015. Kesuksesan menang 2-1, setelah tertinggal lebih dulu, pada Rabu (27/9) membuat skuad asuhan Michel Sanchez itu tampak pantas berada di puncak.
Ujian besar langsung tersedia dalam hitungan hari. Jamuan Girona buat El Real pada Sabtu (30/9) akan menarik. Madrid berada di peringkat kedua klasemen. Kedua tim hanya terpaut jarak satu angka.
Secara ukuran, kedua klub tentu bak bumi dan langit. Estadi Montilivi, arena duel nanti, berkapasitas hanya 14.624 penonton. Konon Girona hanya mengincar bertahan di liga seperti tahun lalu agar tidak terdegradasi seperti 2019 usai promosi dua tahun sebelumnya. Girona kembali ke divisi teratas dua musim silam.
Akan tetapi, pencapaian Girona musim ini tidak bisa dipandang sepele. Setelah hanya bermain imbang di pekan pembuka melawan Sociedad, Cristhian Stuani cs. melejit dengan enam kemenangan beruntun.
Musim lalu, Girona finis di peringkat ke-10. Perolehan 39 poin sudah melebihi perkiraan banyak pihak.
Musim panas ini, mereka kehilangan beberapa andalan. Oriol Romeu hengkang ke Barcelona dengan 3,5 juta euro saja. Top-scorer Valentin “Taty” Castellanos, sayap Rodrigo Riquelme, dan bek tengah Santi Bueno, juga meninggalkan Montilivi. Keempat andalan setidaknya tampil 33 kali musim lalu berseragam Girona.
Musim ini, Girona tampak bukan hanya klub yang berniat sintas. Blanquivermells atau Si Putih Merah bisa menunjukkan hasrat yang mengesankan.
Setelah timnya menang atas Villarreal, Michel Sanchez berkata bahwa ia menyayangkan jadwal selanjutnya adalah duel menantang Madrid. Namun, ujaran itu sangat mungkin hanya untuk meredam tekanan besar. Girona memiliki banyak modal untuk meneruskan kiprah menawannya.
Musim silam, Gironistes sudah menebar ancaman buat Madrid. Pada 25 April, Girona menekuk Los Merengues. Vinicius mencetak dua gol dalam tiga menit untuk menyamakan dua gol Taty Castellanos di babak pertama. Namun, di paruh kedua, Castellanos menambah dua gol lagi untuk skor akhir 4-2.
Castellanos sudah pindah ke Lazio pada musim panas. Akan tetapi, ancaman buat Madrid masih besar. Girona memiliki beberapa talenta yang mencuri perhatian pada musim ini.
Dua sayap Gironistes, Viktor Tsygankov dan Savinho, akan memberikan tekanan buat El Real. Savinho, sayap kiri Brasil berusia 19 tahun pinjaman dari Troyes, disebut The Guardian sebagai bakat paling menarik di La Liga saat ini.
View this post on Instagram
Pelatih Sanchez berkata bahwa ia belum pernah lagi menyaksikan performa seperti yang dibawa Savinho sejak Vinicius. Kemampuan Savinho unggul dalam duel satu lawan satu menarik untuk disimak, seperti saat menghadapi Juan Foyth, bek Villarreal, tengah pekan lalu. Dengan satu assist di laga itu, Savio sudah membukukan empat assist ditambah dua gol musim ini.
Madrid masih belum bisa diperkuat Vinicius Jr., Eder Militao, Thibaut Courtois, dan Arda Guler. David Kans Alaba untuk bermain juga kecil setelah mengalami cedera pada babak pertama laga melawan Las Palmas pada tengah pekan.
Antonio Rudiger masih harus menanti keputusan mengenai kebugarannya menjelang pertandingan. Dani Carvajal sudah berada di bangku cadangan saat laga kontra Las Palmas.
Dengan kemenangan atas Las Palmas pada Rabu, pasukan Carlo Ancelotti dapat melupakan kekalahan dari Atletico pada akhir pekan lalu. Walau demikian, kelemahan di lini belakang dan depan boleh jadi akan membuat mereka susah mengalahkan Girona.


