Mengawali petualangan di tahun baru 2024, Inter menang tipis 2-1 kala menjamu Hellas Verona, Sabtu (6/1).
Segalanya tampak berjalan mudah ketika Lautaro Martinez sudah membuat Inter unggul 1-0 saat laga baru berjalan 13 menit. Menerima umpan terobosan dari Henrikh Mkhitaryan, bomber asal Argentina itu cuma perlu satu sentuhan untuk mengontrol bola untuk kemudian menyepak si kulit bundar ke pojok gawang.
Ngomong-ngomong soal Argentina, gol Martinez itu juga makin merekatkan korelasi tim Tango di skuat Nerazzurri. Ya, dalam beberapa dekade terakhir, Inter memang kerap dihuni bintang-bintang asal negeri Amerika Selatan itu, khususnya di lini depan.
Sebelum Martinez, sudah lebih dulu bercokol Mauro Icardi, Diego Milito, Rodrigo Palacio, Mauro Zarate, dan Ricky Alvarez. Selain itu, masih ada beberapa nama tenar di lini lainnya semisal Esteban Cambiasso, Javier Zanetti, Juan Sebastian Veron, atau Walter Samuel.
Nah, gol pembuka Martinez ke gawang Verona terasa lebih spesial karena gol tersebut merupakan gol ke-16 Martinez musim ini.
Menurut Opta, Martinez kini resmi menjadi satu dari hanya dua pemain asal Argentina di Inter yang mampu mengoleksi lebih dari 15 gol di paruh pertama musim. Satu pemain lainnya adalah Icardi (17 gol di paruh musim 2017/18). Icardi kini berseragam Galatasaray.
Kembali ke jalannya laga. Alih-alih menambah keunggulan setelah gol cepat Martinez tersebut, Inter malah agak terlena. Mereka membiarkan Verona merangkai jumlah tembakan yang sama (4 tembakan) meski skor 1-0 tetap bertahan saat turun minum.
Situasi juga tak jauh berbeda di babak kedua. Akibatnya, Verona sempat berhasil menyamakan kedudukan lewat gol Thomas Henry (menit 77’).
Demi mengejar tiga poin, pelatih Simone Inzaghi memasukkan dua pemain bernaluri ofensif, Alexis Sanchez (menggantikan Benjamin Pavard) dan Davide Frattesi (menggantikan Mkhitaryan, saat laga tinggal menyusukan tujuh menit. Strategi itu berbuah manis. Frattesi sukses mencetak gol kemenangan dramatis (90+3)’.
Sebaliknya, di kubu Verona, Henry yang harusnya bisa menjadi pahlawan, terpaksa gigit jari lantaran ia malah gagal mengeksekusi penalti di detik-detik akhir (90+10’).
Berkat kemenangan ini, Inter semakin kokoh di puncak klasemen dengan raihan 48 poin. Mereka berhasil memperlebar jarak dengan Juventus yang menguntit di peringkat kedua (43 poin).


