Close Menu
JebreeetmediaJebreeetmedia
    What's Hot

    Hadirkan 21 Kategori, Santini JMTV Awards 2025 Siap Digelar

    December 11, 2025

    ISFEX 2025 Platform Pertumbuhan Industri Olahraga, Terasa Lebih Besar dan Meriah

    November 8, 2025

    ISFEX 2025 Kembali Digelar, Siap Pacu Inovasi Fasilitas Olahraga Nasional

    October 24, 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Sepakbola Internasional
    • Bulutangkis
    Facebook X (Twitter) Instagram
    JebreeetmediaJebreeetmedia
    • Home
    • Sepakbola Internasional
      • Liga Inggris
      • Liga Italia
      • Liga Spanyol
      • Liga Champion/Europa
      • Timnas Mancanegara
    • Sepakbola Nasional
      • Liga 1
      • Timnas
    • Bulutangkis
    • Jebreeet
      • Jebreeet Talk
      • Jebreeet Tips
    • Tranmere Rovers
    • Merchandise
    JebreeetmediaJebreeetmedia
    Home » Ini Fakta Mengapa Juventus Bisa Kalah 0-1 dari Udinese
    Liga Italia

    Ini Fakta Mengapa Juventus Bisa Kalah 0-1 dari Udinese

    Jebreeet MediaBy Jebreeet MediaFebruary 13, 2024Updated:February 14, 2024No Comments4 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Federico Chiesa, takluk 0-1 di kandang sendiri dari Udinese. Kekalahan tersebut juga membuat Juventus tak pernah menang di tiga laga terakhir. Sebelumnya, Juve kalah 0-1 dari Inter dan ditahan imbang 1-1 kala menjamu Empoli.
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Juventus secara mengejutkan kalah 0-1 di kandang sendiri dari Udinese, Selasa (13/2). Gol tunggal Udinese dicetak bek tengah mereka, Lautaro Gianneti (menit 26’).

    Dalam persaingan menuju gelar scudetto, kekalahan ini terasa cukup krusial bagi Juventus. Mereka makin tertinggal jauh dari Inter selaku pemimpin klasemen.

    Menduduki peringkat ke-2 lewat raihan 53 poin, anak-anak asuh Max Allegri kini sudah berjarak tujuh poin dari Inter (60 poin). Apalagi, skuat Milan Biru juga masih menyimpan satu laga tunda.

    Selain itu, Juventus juga makin dipepet tim asal Milan lainnya, AC Milan. Sehari sebelum Juventus takluk dari Udinese, skuat Milan Merah justru menang 1-0 atas Napoli. Selisih poin Juventus dan Milan hanya satu poin.

    Lantas, mengapa Juventus bisa kalah dari Udinese? Padahal secara head-to-head, skuat La Vechia Signora tak pernah kalah dari La Zebrette di tujuh pertemuan sebelumya lewat catatan enam kali menang dan sekali imbang.

    • Satu peluang, satu gol

    Jika berkaca dari data statistik, maka faktor pertama dari kekalahan ini adalah soal bagaimana Juventus kurang efektif dalam memanfaatkan peluang.

    Dilansir Flashscore, Federico Chisea dkk. sebenarnya mampu melepaskan 14 tembakan ke gawang Udinese, dengan enam di antaranya on-target. Hanya saja, tak satupun dari enam tembakan on-target tersebut yang mampu bersarang di gawang Udinese.

    Sebaliknya, tim tamu memang cuma mencatatkan delapan tembakan dan satu on-target. Akan tetapi, satu-satunya tembakan on-target yang dilepas Gianneti itu justru berhasil menjadi gol. Hal itu menjadi salah satu yang dikeluhkan Allegri kepada media seusai laga.

    “Malam ini, Udinese cuma meraih satu tembakan on-target, sedangkan kami, khusus di babak pertama saja, sudah meraih tiga atau empat tembakan on-target. Secara teknis, kami sudah bermain cukup bagus di babak pertama. Namun, ketika mendapat peluang, kami harus menjadikannya gol,” ujar Allegri dilansir Football Italia.

    • Chiesa dan Milik Mandul

    Terkait soal menyia-nyiakan peluang, maka duet lini depan Juventus,  Arkadiusz Milik dan Federico Chiesa, layak dianggap sebagai kambing hitam.

    Dilansir Whoscored, Milik sebenarnya tercatat meraih empat peluang. Namun, seluruhnya gagal berujung gol. Dua di antaranya lahir sebelum turun minum.

    Yang pertama, Milik gagal meneruskan bola umpan silang. Padahal, dirinya sudah tak terkawal dan berdiri bebas di mulut gawang Udinese. Lalu jelang babak pertama berakhir, sundulannya dari jarak dekat juga masih bisa dihalau kiper Udinese, Maduks Okaye.

    Striker Polandia itu juga sempat mencetak gol di babak kedua yang berawal dari sepak pojok. Namun, gol itu dianulir VAR lantaran bola sepak pojok yang dieksekusi Chiesa, sudah lebih dulu melenceng keluar lapangan.

    Bagaimana dengan penampilan Chiesea sendiri? Ia sebenarnya lebih banyak dan lebih rajin turun menjemput bola guna mengkreasi serangan. Hanya saja, inisiatifnya itu justru membuat Juventus kekurangan stok pemain di depan gawang Udinese. Chiesa tercatat cuma melepaskan dua tembakan dan tak satu pun di antaranya yang on-target.

    • Begginers luck ala Gianneti

    Benar bahwa Udinese bukanlah lawan yang sulit untuk ditaklukkan Juventus dalam beberapa pertemuan terakhir. Namun, tren itu patah tadi malam lewat gol tunggal Gianneti.

    Berhubung baru direkrut Udinese pada bursa transfer musim dingin ini, maka ini merupakan kali pertama Gianneti menghadapi Juventus. Sebelumnya, ia berkarier di tanah kelahirannya, Argentina, bersama Velez Sarsfield. Velez merupakan tim yang pernah diperkuat Nicolas Otamendi, Mauro Zarate, Diego Godin, dan Fernando Gago.

    Laga versus Juventus merupakan laga kedua Gianneti bersama Udinese dan ia langsung berhasil mematahkan tren buruk tersebut lewat gol penentu kemenangan. Begginer’s luck istilahnya.

    Berawal dari sebuah tendangan bebas, Gianneti berhasil menceploskan bola liar dari jarak dekat ke gawang Wojciech Szczesny. Bek berusia 30 tahun itu layak mendapat kredit.

    “Gianneti adalah seorang silent leader. Ia tak banyak berbicara, namun langsung menunjukkannya di lapangan. Ia menghadirkan ketenangan di tengah tim, sesuatu yang sebelumnya kurang kami miliki,” ujar pelatih Udinese, Gabriele Cioffi.

    • Periode buruk Juve

    Kekalahan ini setidaknya menggambarkan bagaimana Juventus masih belum bisa keluar dari peroide buruk. Pasalnya, sudah di tiga laga terakhir Chiesa dkk. tak meraih kemenangan. Sebelum takluk dari Udinese, Juventus juga takluk 0-1 dari Inter dan ditahan imbang 1-1 oleh tamunya, Empoli.

    Mungkin karena mulai frustasi dan sulit keluar dari tekanan, Allegri mulai terkesan lempar handuk dari persaingan gelar scudetto.

    “Kami sedang berada dalam momen tricky karena cuma bisa meraih satu poin dari tiga laga. Segalanya memang kurang berjalan baik bagi kami di 15 hari terakhir. Kini, kami harus lebih realistis, yakni segera kembali ke jalur kemenangan agar bisa mengamankan satu slot ke Liga Champions musim depan,” ujar Allegri.

    arkadiusz milk federico chiesa hasil juventus kalah 0-1 Lautaro Gianneti Liga Italia musim 2023/24 scudetto udinese
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email

    Related Posts

    Peter Cklamovski Mengaku Kesal dengan Suporter Indonesia karena Polemik Naturalisasi Pemain

    July 25, 2025

    Media Italia Sebut Jay Idzes Semakin Dekat Berseragam Udinese

    July 9, 2025

    Man. City Terus Tebar Ancaman, Banyak Banget Hal Mantap selain Setengah Lusin Gol ke Gawang Al-Ain

    June 23, 2025

    Kemenangan Pertama Real Madrid bersama Xabi Alonso, Ujian Pertahanan Terbantu Ketangguhan Pemain Satu Ini Mirip Kayak di Final Liga Champion 2022

    June 23, 2025
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Editors Picks

    Peter Cklamovski Mengaku Kesal dengan Suporter Indonesia karena Polemik Naturalisasi Pemain

    July 25, 2025

    Media Italia Sebut Jay Idzes Semakin Dekat Berseragam Udinese

    July 9, 2025

    Man. City Terus Tebar Ancaman, Banyak Banget Hal Mantap selain Setengah Lusin Gol ke Gawang Al-Ain

    June 23, 2025

    Kemenangan Pertama Real Madrid bersama Xabi Alonso, Ujian Pertahanan Terbantu Ketangguhan Pemain Satu Ini Mirip Kayak di Final Liga Champion 2022

    June 23, 2025

    Hadirkan 21 Kategori, Santini JMTV Awards 2025 Siap Digelar

    December 11, 2025

    ISFEX 2025 Platform Pertumbuhan Industri Olahraga, Terasa Lebih Besar dan Meriah

    November 8, 2025

    ISFEX 2025 Kembali Digelar, Siap Pacu Inovasi Fasilitas Olahraga Nasional

    October 24, 2025

    Duo Visioner di Balik Ladies On Court, Alvina Taslim dan Christine Ananta

    September 9, 2025
    Jebreeetmedia
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
    • Home
    • Sepakbola Internasional
    • Bulutangkis
    • Jebreeet
    © 2026 Jebreeetmedia. Maintained by kreasiMAYA. Hak cipta dilindungi oleh undang-undang.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.